Because I Love You

Because I Love You
Kreator


__ADS_3

Kia bangunkan Lucky yang tertidur di bahunya, mereka sudah tiba di boutique langganan keluarga Papa Micko. Kedatangan keduanya sudah disambut oleh pemilik boutique dan penata rias. Tak banyak bicara Kia dan Lucky langsung di eksekusi diruangan terpisah, Lucky selesai lebih dulu, tampak semakin tampan dengan tuxedo hitam yang tampak pas dengan ukuran badannya. Ia menunggu Kia sambil duduk di sofa dan mainkan handphonenya.


Sekitar setengah jam kemudian barulah Kia selesai, ia keluar ruangan dengan anggun memakai gaun yang sudah disiapkan tanpa memilih lagi.


"Ayo Om." ajak Kia pada Lucky yang masih sibuk dengan handphonenya.


"Cantik betul sih." puji Lucky saat melihat Kia dihadapannya.


"Biasanya?" tanya Kia nyengir.


"Cantik juga, tapi kali ini sangat cantik. Jangan seperti ini kalau lagi tidak ada Om ya." pinta Lucky posesif, membuat petugas boutique tersenyum memandang keduanya.


Setelah berpamitan keduanya langsung menuju ke rumah Opa Alex, sebenarnya Opa Alex pembawaannya santai, hanya saja Lucky merasa segan karena kharisma Opa Alex beda dari yang lain. Ini perdana Lucky kunjungi rumah Opa dan Oma Kia, walaupun pernah beberapa kali bertemu karena perusahaannya gunakan Jasa advertising perusahaan Opa Alex. Itu pun Lucky jarang berhubungan langsung dengan Opa Alex, hanya asistennya saja.


"Om kok diam saja?" tanya Kia buyarkan lamunan Lucky.


"Grogi." jawab Lucky jujur, Kia tertawa mendengarnya, baru kali ini Lucky seperti itu.


"Ini hanya makan malam Om." jawab Kia.


"Iya memang hanya makan malam, tapi Opa kamu tuh kreator yang sangat handal bikin Om debar-debar tahu." Lucky terkekeh.


"Om takut di cuci otak sama Opa dan Oma ya." Kia kembali tertawa.


"Kamu tidak takut?" tanya Lucky.


"Takut juga sih, tapi dibawa santai saja Om. Kalau mereka ngoceh Kia dengarkan saja deh, tidak sampai bikin tidak nafsu makan kok. Mereka bukan golongan orang yang bermulut pedas. Santaiii." Kia tenangkan Lucky.


"Nanti Papa dan Mama Om juga ikut makan malam." Lucky beritahukan Kia.


"Iya tadi penata rias ya bilang, Oma Lulu sudah minta Tim mereka datang ke rumah Om." jawab Kia yang sudah tahu lebih dulu.


"Om juga diberitahu Tante pemilik boutique tadi." Lucky tersenyum, rentangkan tangannya pada Kia, butuh support supaya lebih tenang. Tanpa bertanya Kia sambut tangan Lucky Dan mereka pun saling bergenggaman tangan.


"Kia takut dipaksa menikah saja nih." celutuk Kia kemudian.


"Maksudnya?" tanya Lucky.

__ADS_1


"Ya tahu-tahu Opa sudah siapkan penghulu, mateng deh." Kata Kia pada Lucky.


"Kalau ternyata begitu bagaimana? kita kabur?" tanya Lucky pada Kia.


"Om mau kabur?" tanya Kia.


"Om terserah kamu, kalau mau Om ajak kabur ya kita kabur, kalau pasrah ikuti kemauan mereka, ya kita menikah malam ini." jawab Lucky atur rencana.


"Tapi Om serius mau menikah sama Kia?" tanya Kia tidak perduli pembicaraan mereka didengarkan oleh Pak Supir.


"Serius sayang, kamu ragu?" tanya Lucky.


"Kia tuh pikir Om lagi cari penyelamat saja supaya tidak disuruh menikah dengan wanita yang Om tidak suka." jawab Kia.


"Maksud kamu Om jadikan kamu pelarian?" tanya Lucky, Kia anggukan kepalanya.


"Tidak sejahat itu sayang." jawab Lucky sambil mengecup tangan Kia.


"Kia takut jadi janda Om, Kia masih muda eh menikah sama Om terus nanti cerai kalau Om sudah ketemu orang yang tepat, pilu amat nasib Kia." celoteh gadis itu bikin Lucky memeluknya.


"Kamu belum tahu apa yang Om rasa ya?" bisik Lucky saat peluk Kia.


Kalau saja bertempat dirumah orang tua Papa Raymond sudah pasti Kia dapat bocoran apa acara nanti sekalian lamaran atau lebih ekstreem langsung menikah, tapi agak kejauhan sih pikiran Kia, tidak mungkin juga menikah dimalam hari, mana ada yang begitu, Kia langsung nyengir pikirkan hayalannya barusan.


"Om cuma mau menikah sama kamu tidak mau yang lain, tidak tahu cinta apa bukan, tapi Om marah saja kalau lihat kamu asik cari jodoh, kenalan sana sini dengan cowok lain." bisik Lucky beritahukan Kia.


"Om juga tahu kamu belum cinta sama Om, tapi Om akan berusaha bikin kamu jatuh cinta sama Lucky Suryadi seorang." Lucky lepaskan pelukannya dan tersenyum jahil pada Kia.


"Kalau kamu bagaimana?" Lucky balik bertanya.


"Kia seperti tidak injakkan kaki ditanah ini, Kia cuma ikutin alur saja." jawabnya sesuai apa yang dirasa.


"Kalau suami kamu ternyata Om bagaimana, pernah bayangkan sebelumnya?" tanya Lucky, Kia gelengkan kepalanya.


"Malah Kia pikir jodoh Kia itu Bang Alex, atau mungkin salah satu dari teman-teman Bang Alex, atau juga Noah, atau mungkin saja teman kuliah Kia nanti di Ohio." jawab Kia bikin Lucky menoyor pelan kepalanya.


"In your dream..." sungutnya bikin Pak Supir tertawa.

__ADS_1


"Eh Bapak nguping ya?" tanya Kia ikut tertawa.


"Kedengaran Non." jawab Pak Supir.


"Biar saja dia tahu semua tentang Om, susah juga mau rahasia-rahasiaan sama dia." kata Lucky nyengir.


"Jadi malam ini menikah atau lamaran?" tanya Pak Supir.


"Ya kali menikah malam hari, sepertinya hanya makan malam perkenalkan keluarga saja." jawab Lucky.


"Lah bukannya sudah akrab." Pak Supir tertawa.


"Iya tapi ini kan yang undang Opa dan Oma Kia Dari pihak Mamanya, kita jauh lebih akrab sama keluarga dari pihak Papanya Kia." Lucky menjelaskan. Tidak terasa mereka pun tiba di kediaman Opa dan Oma Kia. Banyak sekali tamu yang diundang, sepertinya ini bukan makan malam biasa.


"Waduh ramai Om." kata Kia pada Lucky.


"Iya, sekalian acara kantor mungkin, jadi kita santai ya, kalau ramai begini tidak mungkin diadili." jawab Lucky segera turun dari mobil.


"Ikut turun saja Pak." perintah Kia pada Pak Supir.


"Standby saja, siapa tahu kamu mau kabur." kata Lucky pada Kia.


"Mana berani kabur Om, seperti yang Om bilang orang tua kita menyeramkan." bisik Kia bikin Lucky terbahak.


"Walah cantik amat Kak Kia." sambut Bima yang baru saja tiba bersama Nanta, Dania dan juga Aca.


"Iya Kia kamu cantik deh." puji Dania.


"Manta juga cantik, ini acara ulang tahu perusahaan Opa ya Panta?" tanya Kia pada Nanta, biasanya acara begini kalau ulamg tahu perusahaan atau selamatan atas pencapaian tertentu."


"Acara kalian bukan?" tanya Nanta. Lucky gelengkan kepalanya.


"Setahu aku makan malam saja." jawab Lucky.


"Panta juga hanya undangan, tapi meriah juga nih." komentar Nanta saat dekati venue Acara.


"Tunangan tidak mungkin ya Bang?" tanya Lucky menduga-duga.

__ADS_1


"Bisa jadi, tapi Oma Nina tidak pernah kenal kata tunangan tuh." kata Nanta beritahukan kebiasaan keluarganya.


"Lamaran terlalu meriah." kata Dania lagi, mereka sibuk menduga-duga, tidak ada yang bisa menebak konsep acara malam ini karena Opa Alex memang seorang kreator yang handal.


__ADS_2