
"Ay Ay jangan ajak Kia ngobrol ya, Kia mau pakai masker dulu." kata Kia pada Lucky.
"Oke." Lucky main Oke saja.
"Jangan ajak bercanda ya, ay." kata Kia lagi.
"Cium boleh?" tanya Lucky.
"Mana boleh, kan mukanya pakai topeng."
"Kan bisa cium yang lain." Lucky menyeringai.
"Bodo ah, Kia mau mulai jangan diganggu." tegas Kia pada suaminya.
"Wait a minute ay..." Lucky segera menangkup pipi Kia dengan kedua tangannya lalu mengecup bibir Kia berkali-kali, sementara Kia pasrah sambil pegangi masker yang sudah siap di pakai.
"Keburu kering deh maskernya." gerutu Kia disambut Lucky yang terkekeh.
"Awas ya kalau Kia gagal glowing." setengah mengancam.
"Nanti langsung ke klinik kecantikan saja mumpung disini, cuma aku takut wajah kamu berubah jadi member black pink." kata Lucky tertawa.
"Hahaha cantik dong."
"Cantikan istri aku dong." jawab Lucky mencubit pipi Kia, beneran kalau begini terus Kia bisa gagal glowing dibuat Lucky.
"Ay please, Kia kapan mulainya. Pipi Kia harus dicuci lagi deh kalau begini." Kia menghela nafas.
"Oke sayang, aku tidak ganggu lagi." Lucky akhirnya mengambil jarak dan biarkan istrinya kenakan masker.
"Peluk boleh kan?" masih saja usaha setelah Kia kenakan masker diwajahnya.
"Hmm..." walau seperti penolakan tetap saja Lucky memeluk Kia, anggap saja salah mengerti.
"Hmm..." Kia menepuk tangan Lucky, malah dibalas dengan kecupan dileher, Kia gelengkan kepalanya, maksudnya mau bilang jangan ganggu, tapi Lucky pura-pura tidak mengerti, sibuk bermain di area leher terus berlanjut kemana-mana.
"Boleh ya Ay, sekalian maskeran setelahnya kan langsung mandi. Bisa kan di sambil?" minta ijin sambil berbisik. Padahal tadi niatnya di kamar mau istirahat, tapi yang penting kan Lucky tidak mengurung Kia di kamar saja, buktinya tadi bisa ambil masker ke kamar Tori. Masih ada waktu dua setengah jam menuju setengah dua belas, masih bisa di manfaatkan, pikir Lucky.
"Ay, buka ya?" kembali membujuk Kia sambil menarik celana Kia perlahan, selanjutnya Kia merasakan yang namanya maskeran plus plus. Terjadilah yang Lucky inginkan, Kia sudah tidak bisa menolak karena suaminya aktif sekali bermain-main disekujur tubuhnya.
"Gagal masker kalau begini, keriput tidak ya." gumam Kia setelah aktifitas mereka selesai dan Kia sudah melepas topeng maskernya
"Kamu cuma hmm.. hmm saja dari tadi, tidak kerutkan wajah." kata Lucky pada Kia, pasang ekspresi minta dijitak.
"Memang ay ay lihat muka Kia? kan sedang pakai topeng." Kia sedikit khawatir, maksud hati mau glowing malah dapat keriput kan gawat.
"Kamu browsing deh artis Korea yang glowing ke klinik kecantikan mana? setelah makan siang aku antar kamu kesana." kata Lucky pada Kia, sebagai penebus dosa karena istrinya di bikin tidak tenang saat maskeran tadi.
"Tidak usah." Kia gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Nanti keriput." Lucky menggoda Kia.
"Biar saja, nanti ay ay dikira menikah dengan nenek-nenek." Kia tertawa balas menggoda Lucky.
"Tidak apa kalau neneknya sexy begini." kata Lucky yang tidak pernah bosan ingin terus preteli istrinya
"Sayang, aku siapkan air hangat dulu ya setelahnya kita mandi." kode ajak mandi bersama.
"Kia saja langsung mandi." Kia gerak cepat, kalau mandi bersama bisa lama lagi.
"Jangan dikunci pintunya ya." teriak Lucky saat Kia sudah ke kamar mandi duluan. Tapi Kia tidak menggubris permintaan Lucky ia tetap mengunci pintu kamar mandi. Bisa berabe kalau tidak dikunci.
"Tidak menurut sama suami." gerutu Lucky yang duduk dikasur saat Kia selesai mandi.
"Maaf." Kia tersenyum tampilkan barisan giginya. Ia sudah kenakan pakaian lengkap, bahkan sudah keringkan rambut, bersiap untuk makan siang bersama disekitaran hotel tempat mereka menginap.
"Cium dulu." masih saja minta cium.
"Si tukang modus." Kia ikuti kemauan Lucky mencium pipinya.
"Bukan di situ, tapi disini." Lucky tunjuk bibirnya.
"Tidak mau." Kia menolak.
"Benar-benar tidak menurut, dosa tahu." dengus Lucky.
"Tapi jangan modus, Kia sudah rapi nih."
"Yang lama dong."
"Nanti saja kalau lama." jawab Kia.
"Janji loh ya."
"Iya tapi cium saja ya, jangan lebih." Lucky mencebik, tidak memberikan jawaban tapi tinggalkan Kia segera mandi, karena tidak terasa sudah jam sebelas siang. Setengah jam lagi sudah harus berkumpul di Lobby.
"Waah kalian tampak glowing loh." puji Redi sambil cengar-cengir saat semua sudah berkumpul di Lobby.
"Beneran?" tanya Balen yang percaya saja bercandaan Redi.
"Iya." jawab Redi nyengir, tidak pakai maskerpun sebenarnya sudah pada glowing para istri dihadapannya.
"Tori merk maskernya apa sih, harus beli yang banyak nih." kata Balen semangat, Daniel tertawa saja mendengarnya.
"Tidak tahu Baen, itu hadiah." jawab Tori santai.
"Wah masa glowingnya cuma sebentar Tori." Balen tampak kecewa.
"Om Redi cuma senengin kita aja Ante, Kia pakai maskernya tidak beneran kok tadi." celutuk Kia bikin Redi terbahak.
__ADS_1
"Ledi Dei ih seneng-senengin aja." gerutu Balen bikin semua tertawa.
"Masker itu bisa dua kali pakai kok, tadi Ulan simpan lagi kedalam bungkusnya terus Ulan masukkan kulkas." Ulan beritahukan yang lain.
"Yah sudah dibuang." Balen tampak kecewa.
"Aku juga sudah buang." jawab Tori.
"Kia robek tadi maskernya." jawab Kia.
"Kok bisa robek?" tanya Lucky terkikik geli.
"Bodo ah." Kia monyongkan bibirnya.
"Parah Lucky, bukannya istirahat." Redi gelengkan kepalanya.
"Apa sih Ledi." Lucky ikutan panggil Ledi sambil merangkul sahabatnya itu, mereka tertawa bersama, pakai bahasa kalbu sepertinya.
"Ayo jalan, kita cari restaurant halal." ajak Daniel yang merangkul istrinya.
"Sudah tahu tempatnya?" tanya Lucky, semua gelengkan kepalanya.
"Panitia bagaimana nih?" Lucky pandangi Balen dan Tori.
"Kita cuma pikir sampai Korea selanjutnya mari bekerja sama." jawab Balen julurkan lidahnya.
"Mesti cek internet dulu." Lucky mulai otak-atik internet. Padahal kalau makan di hotel Lucky bisa minta chef dihotel untuk bikinkan makanan halal, berhubung Balen ingin jalan keluar maka terpaksa mereka manfaatkan internet.
"Tanya saja yang lewat." kata Kia pada Lucky.
"Kamu tanya deh, kan kamu bisa bahasa Korea." kata Lucky pada istrinya.
"Sebentar, tunggu yang ganteng lewat baru Kia tanya." jawab Kia bikin Lucky menarik pelan rambut istrinya.
"Ih sakit." Kia monyongkan bibirnya.
"Didepan kamu kurang ganteng apa?" bisik Lucky sambil mencium pipi istrinya gemas.
"Hehehe tetap ganteng suami Kia dong, tapi kan siapa tahu member BTS lewat, Kia mau tanya sama Jun..."
"Juned." sungut Lucky, semua terbahak mendengarnya.
"Juned lagi jualan nasi uduk." jawab Richie ingat tukang nasi uduk langganan mereka.
"Kia, Jungkook tinggal di hannam-dong dekat sini." Tori langsung berikan info.
"Masuk itinerary tidak Ante?" tanya Kia semangat.
"Masuk." jawab Tori lagi, jangan tanya Balen dia tidak ikuti perkembangan artis Korea begitu juga Ulan.
__ADS_1
"Roti jangan macam-macam." kali ini Richie yang protes karena istrinya mau hampiri Jungkook kerumahnya.
"Tidak ada ya cerita datangi rumah artis idola." Lucky ikutan protes. Daniel dan Redi cekikikan merasa aman istri mereka bukan pencinta artis Korea.