Because I Love You

Because I Love You
EP 67 - Because of You


__ADS_3

Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.


Happy reading! ^^


_____________________________________


"Mamaku tau semuanya." ucap Max.


"Tau apa?"


"Tau kejadian penculikan kamu."


"Bukankah ga masalah jika mama kamu tau?"


"That's the problem, beb."


(Itu masalahnya, beb.)


"Why?"


"Mama salah paham kalau aku hampir mati karna menolong kamu. Mama baca surat keterangan dari kepolisian dan dokter."


"Aku paham kalau mama kamu ga setuju sama hubungan ini."


"Aku serius sama kamu, Van. Aku ga mau kehilangan kamu."


"I know that. But, what can we do?" tanya Ivanna pada Max.


(Aku tau itu. Tapi, kita bisa apa?)

__ADS_1


"Aku akan berusaha meyakinkan mama agar setuju. I'm promise, Van."


"Apa pada akhirnya kita bisa bersama, Max?"


"Aku pasti bisa meyakinkan mamaku. Do you trust me?"


"I believe you can do that. But, don't try to hard, she is your mother, Max."


(Aku percaya kamu bisa melakukannya. Tapi, jangan berusaha terlalu keras, dia itu mama kamu, Max.)


"Aku akan mencobanya."


"Kalau mama kamu ga setuju, aku bisa apa, Max?"


"Dia pasti setuju! Kamu percaya saja sama aku."


"Aku ga bisa datang, Van. Kita harus buat skenario agar terlihat nyata." jawab Max.


"Aku ga mau berbohong pada kedua orang tuaku, Max. Dosa!"


"Aku tau itu dosa. Tapi, bisa bisa keluarga kita terpecah kalau aku maksa datang ke rumahmu besok, Van."


"Betul juga apa yang kamu bilang."


"Buatlah siapa saja datang ke rumah kamu, dan nanti kamu bilang putus." usul Max.


"Aku takut mom dan daddyku bertanya yang aneh padanya. Siapa yang harus aku mintai tolong?"


"Salah satu sahabatmu aja."

__ADS_1


"Hey, kemarin itu aku bersikeras membantah kalau aku ga punya hubungan apa apa dengan sahabatku. Terus sekarang aku harus menjilat ucapanku kemarin?"


"Sekarang lebih penting mana, lebih penting gengsi kamu itu atau kepentingan kita bersama?"


"Ya bersama. Aku juga serius dengan hubungan ini."


"Baiklah. Kita jalani saja dulu." ucap Max.


Ivanna tidak menyangka bahwa pada saat ini, mama Max tidak merestui hubungan mereka, dan malah melarang Max untuk berhubungan lagi dengan dirinya. Ia tau betul bahwa dirinya hampir membuat Max kehilangan nyawanya. Ivanna sangat sadar akan hal itu. Disatu sisi, ia memang merasa demikian dan bersalah kepada Max, disisi lain juga ia menginginkan bersama dengan Max. Namun apa lagi cobaan untuk mereka sekarang?


Kasus Reiner belum terselesaikan, ditambah lagi masalah restu dari keluarga Max, hal itu membuat kepala Ivanna sangat sakit memikirkannya. Ia berharap bahwa ada satu kesempatan lagi bagi dirinya untuk kembali bersama dengan Max seperti dulu, dan bahkan bisa maju.


#############################################


Sekarang.


Siang hari, ada sesosok laki laki yang berjalan memasuki rumah Ivanna. Ia adalah pria yang sudah diminta Ivanna untuk menjalankan scenario ini. Mau tidak mau, Ivanna harus berbohong pada orang tuanya ini demi kesejahteraan hubungannya dengan Max.


"Mom, dad, ada tamu." ucap Ivanna yang diiringi seorang pria dibelakangnya.


"Selamat siang, tante, om." sapa pria itu.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰

__ADS_1


__ADS_2