Because I Love You

Because I Love You
Restu


__ADS_3

"Maaam, aku bobo di kamar uncle Noah ya." ijin Cadi pada Balen sambil menggandeng Noah. Mereka baru saja masuki restaurant untuk makan malam Dan tidak sengaja bertemu saat keluar lift, Noah dan Denis pun baru keluar dari lift lainnya.


"Sempit dong, kan ada Uncle Denis juga. Bobo sama Chandra dan Cayi saja." Balen agak keberatan.


"Biar saja, Cadi kangen kita Baen." Noah mengacak anak rambut Cadi.


"Iya Mam, aku kangen." jawab Cadi membujuk Balen agar diijinkan, Balen menoleh pada Daniel minta persetujuan.


"Cadi, nanti Uncle Noah terganggu, mungkin setelah ini mau keluar dengan calon istrinya." Daniel keluar jahilnya cengengesan pandangi Noah.


"Om paling tahu deh." Denis ikutan menggoda sahabatnya.


"Auntie Beyin kan? tidak apa kalau aku ikut, aku kan anaknya juga." ini anaknya Daniel dan Balen dengan polosnya tersenyum pada Noah.


"Mana Auntie Beyin kamu?" tanya Balen.


"Chandra, mana Auntie Beyin?" Cadi malah bertanya pada Chandra.


"Tidak tahu, mungkin masih di kamarnya. Telepon saja Mam." pinta Chandra pada Mamanya.


"Aku saja yang bicara Mam." pinta Charlie saat Balen keluarkan handphonenya.


"Tidak usah di telepon, Auntie Beyin sudah di restaurant." kata Noah tersenyum.


"Cie, Baen lupa kalau Noah pasti lebih tahu." Balen langsung cekikikan menggoda sahabatnya. Cadi masih menggandeng Noah Dan menarik Noah menjauh dari Mama, Papa, Uncle Denis dan kedua Abangnya.


"Ayaaaaah." teriak Cadi berlonjak senang saat melihat Larry lalu menarik Noah hampiri Ayahnya.


"Sayang, sama siapa itu?" tanya Larry menyambut Cadi lalu tersenyum pada Noah.


"Ini Uncle Noah, Ayah ingat kan?" pastikan kalau Ayah Leyi mengingat Uncle Noah.


"Ingat dong, teman Mama kecil." jawab Larry, tentu saja ingat saat mereka bertemu di rumah Kenan menyambut kedatangan Balen dan keluarga saat itu.


"Ayah Uncle Noah mau menikah sama Auntie Beyin tahu." celotehnya bikin Larry kerutkan alisnya dan Noah menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Iya kan Uncle? masa Ayah tidak tahu sih? Pap saja tadi bilang begitu." kata Cadi lagi bikin Noah salah tingkah, Larry tertawa mengacak anak rambut Cadi.


"Kalian berdua saja?" tanya Larry pada Noah.


"Ada Baen sama Bang Daniel juga Bang, tapi ..." Noah celingukan cari sahabatnya.


"Pasti lagi membaur sama tamu yang lain, ayo ambil makanan." ajak Larry pada Noah dan Cadi.


"Duduk disana saja." tunjuk Larry pada bangku dimana ketiga sahabatnya sudah ada disana, sementara para istri bergabung dimeja lain.


"Iya Bang." Noah mengangguk canggung.


Dan disinilah Noah dan Cadi sekarang, bergabung bersama Larry, Nanta, Doni dan Mike. Cadi senang saja ada didekat Panta dan Ayahnya ditambah Padon dan Pamike. Noah makan dengan santun, sementara Cadi sibuk makan sambil mengoceh, ada saja yang dibahasnya.


"Ini Noah teman tennisnya Baen dulu ya?" tanya Doni pada Nanta sambil menunjuk Noah.

__ADS_1


"Iya Bang." Noah tersenyum ramah, ia sudah selesaikan makan malamnya. Sesekali melirik Belin yang sedang asik bergabung bersama geng rusuh.


"Masih suka main tennis?" tanya Doni.


"Masih." jawab Noah.


"Masih ada tournament antar perusahaan gitu?" tanya Mike ikutan.


"Masih bang, beberapa minggu lalu ikut tournament di Singapore." jawab Noah jujur.


"Loh Belin juga ke Singapore nonton temannya... Eh kamu?" Larry yang terdiam sejenak langsung sadar.


"Iya aku sama Belin bekerja digedung yang sama." jawab Noah jujur.


"Jadi kamu temannya Belin juga, nah Ardi itu kamu bukan ya? yang waktu malam..."


"Iya, aku yang antar Belin pulang malam itu." jawab Noah, Larry anggukan kepalanya.


"Sudah punya pacar?" tanya Doni jahil.


"Mau apa tanya begitu?" tanya Nanta terkekeh.


"Ya siapa tahu berjodoh dengan Beyin." jawab Doni, Mike anggukan kepalanya, Larry tertawa saja.


"Uncle Noah mau menikah sama Auntie Beyin, Padon." Cadi kembali mengoceh pandangi Lima pria dewasa dihadapannya.


"Waah perlu di sidang ini." Doni terkekeh, Noah cengar-cengir saja.


"Daniel nih kerjaannya." Larry gelengkan kepalanya.


"Eh Eh, kalian ini bikin Noah salah tingkah saja." Larry menengahi.


"Loh Ayah setuju tidak?" tanya Doni pada Larry.


"Bagaimana anaknya saja." jawab Larry nyengir.


"Noah bagaimana? Ayah sepertinya sih lampu mulai lampu kuning menuju hijau nih." Doni pandangi Noah.


"Hehehe aku memang lagi dekati Belin, mohon restunya Bang." kata Noah pada Larry.


"Selama kamu serius pasti direstui." Nanta wakili Larry yang terkekeh karena sahabatnya ambil alih tugas Larry.


"Kita ini bertiga juga Papanya Beyin, kita sih setuju lah, Ayah bagaimana setuju tidak? restu sudah bisa keluar belum restu?" tanya Doni jahil.


"Aih kalian ini, jadi Pap kamu setuju Cadi?" tanya Larry pada bocah lima tahun itu.


"Of course, Uncle Noah aku kan handsome." jawabnya banggakan Noah.


"Nanti Uncle Noahnya di ambil Auntie Beyin loh." Nanta menggoda Cadi.


"Jangan." Cadi memeluk Noah. Semua tertawakan Cadi.

__ADS_1


"Jadi mereka tidak boleh menikah?" tanya Doni.


"Boleh tapi jangan diambil." jawab Cadi tidak jelas.


"Ya ampun Baen cariin dari tadi, ndak tahunya nyangkut disini." Balen menepuk bahu Noah dari belakang, ia datang bersama Daniel, Chandra dan Charlie entah dimana, mungkin bersama Denis.


"Dekati calon mertua ya?" tanya Daniel terkekeh menggoda Noah.


"Kasihan ini Noah di sidang." kata Mike menggeser bangkunya agar Daniel dan Balen bisa bergabung.


"Aban Leyi, Noah nih calonnya Beyin." Balen sama saja seperti Cadi, sambil duduk langsung mengoceh.


"Dari tadi juga Noah sudah minta restu." jawab Nanta tertawa.


"Aban restui ndak?" tanya Balen, Daniel terkekeh.


"Suami kamu sudah restui kan?" tanya Larry.


"Iya dong." jawab Daniel tertawa.


"Cari aman lu ya, biar Noah tidak ganggu Balen?" goda Mike.


"Eh kata siapa?" Daniel langsung kibaskan tangannya.


"Noah ndak pernah ganggu Baen, Aban. Yang ada Baen sama Aban Daniel yang suka ganggu Noah." jawab Balen pada Mike.


"Iya setiap Balen hamil, Noah nih yang sibuk belikan ini itu." Daniel terkekeh. "Malah ikut menjaga Chandra, hamil Cadi jadi nambah jaga Chandra dan Charlie." tambah Daniel menjelaskan


"Suami Baen elu apa Noah?" tanya Doni.


"Aku lah, tapi karena Baen tidak bisa di tinggal sendiri, jadi aku jaga Baen, Noah dan Denis yang bergerak, aku ke kantor Noah kadang menemani." Daniel tertawa.


"Modus." Mike mencibir.


"Ish Aban, Baen tuh tiap hamil kegatalan, ndak tahu kenapa. Kirain hamil Chandra aja, ini sampai Cadi juga begitu." Balen menjelaskan.


"Iya aneh." jawab Daniel.


"Thanks ya Noah, sudah ikut repot urus Baen waktu hamil." kata Nanta tersenyum pada Noah.


"Lu yang enak bikin anak, Noah yang repot ya." kata Mike tertawa.


"Enak apa?" tanya Nanta konyol.


"Eh eh please ada yang kupingnya panjang nih." Balen kasih kode pada geng kwartet.


"Siapa Mam yang kupingnya panjang?" tanya Cadi pada Mamanya, yang lain langsung cekikikan.


"Uncle Noah." jawab Balen asal.


"Uncle lihat dong kupingnya." langsung saja Cadi minta Noah menundukkan kepalanya agar bisa melihat kuping Noah lebih dekat.

__ADS_1


"Itu Opa." tunjuk Balen pada Papa James yang baru saja muncul, alihkan perhatian Cadi dari kuping Noah.


"Excuse me, Pap." Cadi berdiri dan minta Papanya bergeser agar bisa lewat. "Opaaaa..." langsung saja berlari hampiri Opanya dan langsung mengoceh entah apa sambil menunjuk kearah Mama dan Papanya.


__ADS_2