
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
Vanessa tidak menyerah membawa anak perempuan dari teman temannya ke rumah untuk dijodohkan dengan Max. Sudah 2 wanita yang dibawa Vanessas tapi ditolak mentah mentah oleh Max dihadapan Vanessa.
Hari ini, wanita ke 3 yang dibawa oleh Vanessa. Ia bernama Claudya Tanner, putri ketiga dari Tanner's Group. Keluarga Tanner memiliki 4 putri, dan 2 diantaranya sudah menikah, sementara putri bungsu Tanner berusia masih sangat belia. Claudya memiliki usia 1 tahun dibawah Ivanna.
"Siang tante...." sapa Claudya pada Vanessa.
"Halo sayang, ayo masuk. Max lagi main futsal sama temannya, tunggu ya sebentar lagi dia pulang." jelas Vanessa.
Max memang suka berolahraga saat weekend. Terkadang juga, dia sering datang ke kantor entertainmentnya untuk bekerja. Walaupun saat berada diperkebunan pun, weekend tetaplah weekend bagi sosok Maximilian.
Vanessa mendengar suara mobil Max yang berarti anak semata wayangnya itu sudah kembali.
"Nah itu Max sudah kembali." ucap Vanessa.
Max masuk ke dalam rumahnya membawa sepatu dan juga tas kecil yang ia bawa untuk berolahraga. Tanpa menyapa Vanessa, Max langsung berjalan menuju kamarnya di lantai atas.
Ketika melihat Max, mata Claudya sama sekali tidak berkedip. Claudya terpesona pada Max sejak pandangan pertama.
"Max!" panggil Vanessa.
"Apa lagi sih mah? Aku cape!"
__ADS_1
"Sini dulu sebentar."
Cape yang dimaksud Max adalah bukan karena setelah berolahraga, tetapi ia cape pada mamanya yang tidak pernah bosan menjodoh jodohkannya terus menerus. Max memang sudah melihat bahwa ada wanita lain lagi dirumahnya. Ia paham betul bahwa mamanya ini tidak menyerah untuk menjodohkannya. Dengan terpaksa Max menghampiri mamanya lagi.
"Apa?" tanya Max.
"Ini putri ketiga dari keluarga Tanner."
"Ya terus?"
"Kalian berkenalan dulu. Kasih salam dong Max!" suruh Vanessa.
Claudya dengan cepat mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Max.
"Maaf tangan saya kotor bekas lap keringat." ucap Max yang ingin membuat perempuan ini ilfeel kepadanya.
"Ya sudah, Claudya ini Max anak tante satu satunya yang paling tampan. Dan Max, ini Claudya." kata Vanessa yang dijawab dengan anggukkan oleh Max.
"Sudah kan? Aku mau ke kamar dulu, mah." pamit Max yang meninggalkan mereka berdua.
"Dasar anak tidak sopan!" maki Vanessa.
"Aku ngerti ko tante, Max mungkin ingin bebersih dulu dan istirahat." ujar Claudya.
"Kamu nanti sekalian makan malam saja ya disini?"
"Boleh tante?"
__ADS_1
"Tentu saja boleh dong sayang! Yuk sekarang tante mau tunjukkin sesuatu sama kamu." ucap Vanessa.
Vanessa membawa album foto dari kamarnya ke ruang tamu dan memperlihatkan pada Claudya isi foto tersebut.
"Ini waktu Max masih kecil. Lucu ya?" tanya Vanessa memberitahu Claudya.
"Lucu sekali tante. Kak Max itu gemoy banget pas kecilnya....." jawab Claudya.
Saat Vanessa dan Claudya asik melihat lihat foto, Max keluar dari kamarnya dengan pakaian yang rapi karna ia akan pergi.
"Kemana lagi kamu?" tanya Vanessa pada Max.
"Malam mingguan." jawab Max singkat.
"Sama siapa?" spontan Claudya bertanya pada Max.
"Siapa dirimu yang mencampuri urusan saya?" ketus Max.
"Max! Jangan seperti itu!"
"Saya punya calon istri, dan sekarang saya mau menemuinya!" jawab Max yang langsung meninggalkan keduanya.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰