
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
"Gimana ceritanya lo hilang selama seminggu ini, Frozen?" tanya Evan.
"Tau, Van! Nomor lo juga ganti." tambah Chandra.
"Satu satu ya gue ceritanya." kata Ivanna.
Ivanna menceritakan peristiwa penculikan dirinya. Dan ia juga mengatakan bahwa kemungkinan besar pelakunya adalah Reiner dengan berdasarkan bukti dan juga pemikirannya.
"Reiner Gunawan??" tanya Evan.
"Yeap."
"Yakin lo? Setau gue Reiner Gunawan itu anak pak Gunawan yang taat loh. Dia juga berhasil membawa perusahaan ayahnya hingga maju seperti sekarang." jelas Evan.
"Betul banget kata Evan. Gue juga dengar dengar sih, Reiner mau dijodohkan sama Anna, rival lo, Van." tambah Chandra.
"Serius lo?" tanya Memet.
"Serius bro. Gue dapet info dari teman jurnalis gue sih. Cuma saat ini mereka lagi dicari saja oleh media untuk menemukan bukti bahwa Reiner itu memang ada hubungan dengan Anna." kata Chandra.
__ADS_1
"Gue melihat Anna saat merawat Max di rumah sakit. Dan sehari kemudian, gue baru tau kalau Reiner Gunawan juga dirawat disana, gais." ucap Ivanna.
"Kenapa si Reiner disana?" tanya Memet.
"Dia bilang kecelakaan, Met. Dan luka dia itu bahu kanan. Selagi gue membantu Max masuk ke mobil, gue dan polisi mendengar ada suara tembakan lagi. Gue rasa itu ada hubungannya sama Reiner." tambah Ivanna.
"Gue bantu lo selidiki kasus ini, Van. Gue punya pengacara keluarga, ya gue harap sih dia bisa menyelesaikan masalah ini." ujar Evan.
"Gue juga bantu cari tau tentang Anna, Van." saut Chandra.
"Gue bantu apa dong?" tanya Memet.
"Lo bantu gue urus kerjaan aja, Met." jawab Ivanna.
"Gue sih yakin banget kalau ini semua ulah Reiner dan Anna." kata Ivanna.
"Kenapa dia terobsesi sama lo banget ya, Van?" tanya Chandra.
"Lo ga tau, Chan? Frozen kita ini tuh berlian, bro! Berkilau.... Bahkan menyilaukan mata, walaupun kadang seperti gunung es!" jawab Evan.
"Kalian ini! Bercandaan aja!" kata Memet.
"Gue itu punya daya pikat yang bagus, Chan. Dan gue ini cewe normal! Ga seperti lo laki iya, perempuan juga iya!" tambah Ivanna.
"Gue laki ko!" jawab Chandra.
__ADS_1
"Body lo laki, tingkah lo kaya perempuan, Chan!" ucap Evan.
Mereka berempat pun tertawa akibat candaan yang diciptakan disana. Ivanna bisa tertawa lagi setelah kembali dari perkebunan yang bahkan disana pun ia jarang sekali tertawa bebas seperti sekarang. Memang, teman yang sejati ada disaat kita susah untuk menghibur, menemani, dan menyemangati. Ada juga disaat kita senang untuk saling merangkul, teman cerita, dan yang lainnya.
"Terus bagaimana kabar bos gue, Van?" tanya Chandra.
"Gue pulang tanpa memberitahu dia, Chan. Gue hanya menulis sebuah kertas, karna saat itu ponsel gue hilang! Gimana gue bisa chat dia?" jawab Ivanna.
"Kejam lo, Van. Masa orang yang sudah berjuang untuk lo, bahkan mempertaruhkan nyawanya demi lo, lo tinggalin begitu aja?" ucap Chandra.
"Cinta pertama lo itu, Van." tambah Memet mengingatkan Ivanna.
"Gue tau! Gue ga mau membahayakan dia juga, gais! Reiner itu mengincar gue, bukan Max! Kalau Max ada disekitar gue terus, yang ada baj*ng*n itu mencelakai Max! Gue ga mau!"
"Itu artinya lo sayang sama dia! Lo harus mempertahankan dia, Van!" kata Chandra.
"Gue akan berjuang untuknya. Tapi nanti setelah gue menyelesaikan urusan gue dengan Reiner." jawab Ivanna.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰
__ADS_1