
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
Ivanna tiba di rumah sakit dan berjalan ke arh ruang ICU karna setahu Ivanna, Max masih disana. Saat sampai disana, ia tidak melihat adanya William.
"Sus, apa pasien bernama Maximillian masih di ICU?" tanya Ivanna pada suster yang akan masuk ke dalam ruang ICU.
"Pasien sudah dipindahkan ke rawat inap, bu." jawab suster itu.
"Kamar berapa ya sus?"
"Di lantai 5 kamar boulevard 3."
"Terimakasih sust."
"Sama sama bu. Saya permisi." pamit suster itu.
Ivanna pun berjalan ke lantai 5 menggunakan lift. Ia mencari dimana ruangannya, dan ternyata ruangan itu sangat mudah ditemukan.
Tok Tok Tok
"Uncle." panggil Ivanna begitu ia membuka pintu kamar Max.
"Masuk sini sayang." jawab William.
"Uncle, ini Vanna bawakan sandwich."
Ivanna mengeluarkan sekotak sandwich dan memberikannya untuk William.
"Terimakasih sayang."
William langsung memakan sandwich buatan Ivanna dan menghabiskannya tanpa sisa.
__ADS_1
"Ini enak, nak."
"Terimakasih atas pujiannya." jawab Ivanna tersenyum.
"Uncle akan pulang ke rumah untuk istirahat dan mandi. Bisa kamu jaga Max sebentar sayang?" tanya William.
"Tentu saja bisa, uncle. Dan bolehkah malam ini Vanna menginap disini?"
"Iyah boleh, nak. Nanti uncle bawakan selimut yah untukmu."
"Ok, uncle. Terimakasih."
"Baiklah kalau begitu uncle pulang dulu yah sayang?"
"Uncle naik apa? Vanna kesini pakai mobil Max. Uncle mau pakai?" tanya Ivanna.
"Pakai saja mobil Max, sayang. Bila nanti kamu butuh atau perlu, kamu bisa langsung pakai mobil itu disini. Uncle biar pulang naik taksi saja." jawab William.
"Hm.... Uncle, take care!"
"You too, sayang. Bye!"
"Max, maaf. Karna aku kamu jadi seperti ini." ucap Ivanna yang mengelus kepala Max.
"Kepalamu diperban dan dadamu harus tertembak karna aku."
"Aku tidak membencimu, Max. Aku ngaku kalau hanya marah saja padamu yang saat kecil meninggalkanku. Kamu tau? Aku ga pernah melupakan kamu Max selama ini. Dan saat bertemu kembali di kantormu, aku bahagia. Aku hanya berpura pura membencimu selama ini. Aku mohon jangan benci padaku setelah membuatmu tak berdaya seperti ini."
Ivanna terus saja berbicara kepada Max yang bahkan tidak membalas ucapannya.
Pintu tiba tiba saja terbuka, yang ternyata adalah dokter dan suster.
"Permisi, saya ingin mengecek keadaan Max." ucap dokter.
"Silahkan dokter." saut Ivanna.
__ADS_1
"Apakah pasien sudah ada tanda tanda sadar?"
"Sepertinya belum, dok." jawab Ivanna.
"Suster, bangunkan pasien. Tenggang waktu obat bius operasi sudah lewat, tapi pasien belum sadar." ucap dokter.
"Nona silahkan tunggu diluar terlebih dahulu."
Ivanna dipersilahkan keluar dari sana, dan susterpun menutup pintu, Ivanna menunggu dokter memeriksa Max didalam.
"Ivanna?" panggil Natasha dan Ben yang baru saja datang.
"Kak Nat."
"Max kenapa lagi?" tanya Ben.
"Kata dokter Max seharusnya sudah sadar, kak."
"Aku takut luka dikepala Max penyebabnya, yang." kata Natasha pada Ben.
"Kalian berdua tenang dulu ya. Max pasti baik baik saja. Dia kuat. Atau ga kalian belum makan siang kan? Lebih baik kalian makan siang dulu." suruh Ben.
"Mungkin lebih baik kita ga disini, dek. Biar kita tenang, kita cari udara segar dulu yuk." ajak Natasha.
Ivanna menurut untuk mengikuti Natasha.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰
Ini dia Visual Natasha dan Ben
__ADS_1