
Max yang kelupaan menaruh sepatu untuk dipakainya hari ini, membuat rombongannya semakin lama menunggu. Hingga akhirnya Vanessa melihat putra semata wayangnya yang masih belum keluar kamar.
"Ya Tuhan, tampan sekali anak mama." ucap Vanessa.
"Baru tau, mah? Aku sudah tampan dari lahir." saut Max dengan penuh percaya diri.
"Geli lo! Cepat cari." pekik Ben yang membantu Max mencari sepatunya di wardrobe.
*
Di rumah Ivanna pun terjadi hal yang sama. Ivanna mencari cari dimana ponselnya, karna sejak pagi ia belum memegang ponselnya.
"Mom, bisa tolong aku bantu carikan ponselku?" tanya Ivanna pada mommy nya.
Ya, Ellen dan Howard beserta keluarga besarnya di Nevada, datang ke Indonesia untuk menyaksikan pernikahan putri tunggal dari Ellen dan Howard.
"Sebentar ya biar mom telepon."
"Ponselku di silent, mom."
"Dad, come here!" panggil Ellen.
Akhirnya setelah mendapat bantuan dari Howard dan Ellen, Ivanna dapat menemukan ponselnya yang berada di kamar mandi kamarnya.
"Thank you mom, dad." ucap Ivanna.
"Sama sama, sayang. Ayo kita harus segera berangkat. Kasihan nanti suamimu menunggu."
"Masih calon suami, mom. Belum sah."
Ivanna dan keluarganya pun berangkat menuju gedung pernikahannya.
__ADS_1
Diperjalanan, Ivanna merasa ada yang kurang pada dirinya.
"Kak Nat, aku merasa ada yang kurang. Apa ya?" tanya Ivanna.
"Ponselmu sudah dibawa kan?"
"Sudah, ini."
"Anting, kalung, gelang, sudah semua. Sepatu juga sudah." saut Nat.
"Apa ya?"
"Hmm bucket bungamu, dek!"
"Oh iya betul! Bucket bungaku. Tapi aku tidak menerima bucket bunga sejak awal untuk acara ini."
"Apa Max lupa untuk memberimu?" tanya Nat.
"Ya sudah nanti biar aku carikan bucket bunga untukmu."
################################
Keluarga Max yang telah datang terlebih dahulu, menyapa para tamu undangan yang sudah hadir. Sedangkan Max, dia berdiam di dalam mobil. Karna tema acara mereka adalah semi outdoor, sehingga membuat Max tidak punya ruang tunggu di dalam gedung.
"Congratulations, Mr. Will. I'm so happy to hear your son will getting married!"
(Selamat, Tuan Will. Saya sangat bahagia mendengar anakmu akan segera menikah!)
"Thank you so much, Mr. Lee. Thank you for coming."
(Terimakasih banyak, Tuan Lee. Terimakasih sudah datang.)
__ADS_1
Berbagai ucapan diterima oleh William dan Ellen atas pernikahan putranya.
Tak lama, rombongan dari mempelai wanita pun hadir. Sama dengan Max, Ivanna tidak turun dari mobilnya. Ia menunggu saat nanti dipanggil oleh Nat.
Dan akhirnya, acara pun segera dimulai. Sudah telat 10 menit dari jam acara yang seharusnya dilaksanakan.
"Baiklah para hadirin sekalian, terimakasih atas kehadiran tuan dan nyonya dari keluarga maupun rekan kedua mempelai. Di hari yang berbahagia ini, kita akan menyaksikan secara langsung upacara pernikahan putra tunggal dari Tuan William dan Nyonya Vanessa, dengan putri tunggal Tuan Howard dan Nyonya Ellen."
"Mempelai pria dipersilahkan untuk memasuki altar pernikahan."
Ben segera memanggil Max.
"Max, ayo." ucap Ben.
Max yang datang dengan tuxedo hitam dan dipadukan dengan dasi, sepatu dan rambutnya yang dipotong pendek, membuat dirinya semakin memukau dan membuat tamu undangan terpukau melihat Max.
"Serius itu anaknya Pak William? Tampan sekali."
"Betul jeng. Andai dia belum mau menikah, akan aku kenalkan dengan putriku."
"Aku juga mau punya menantu idaman yang good looking sepertinya."
"Bahkan bukan jadi mantu, jeng. Tapi jadi suami."
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰
__ADS_1