Because I Love You

Because I Love You
Uhuiii


__ADS_3

"Ngantuk?" tanya Daniel pada Balen saat lihat istrinya menguap, setelah sholat magrib semua kembali berkumpul di ruang khusus di hotel yang sengaja Papa James sewa untuk kebersamaan semua.


Masalahnya empat orang yang baru kembali dari Ohio belum beradaptasi dengan jam tidurnya, sehingga ini saat terlelah bagi keempatnya setelah sesiangan begadang. Balen mulai bersin-bersin karena kurang tidur dan kelelahan.


"Capek, Aban." jawab Balen manja sandarkan kepalanya di bahu Daniel. Larry memandang Balen kembali teringat Balen kecil yang selalu saja seperti koala bergantung di leher Larry.


"Sepertinya Istriku harus istirahat." kata Daniel pada Redi yang duduk disebelahnya.


"Gue juga mulai semriwing nih, kita harus istirahat." jawab Redi.


"Makan dulu saja, setelah makan kita balik ke kamar, tidur dan besok semoga jet lag kita teratasi." kata Richie pada Daniel dan Redi. Larry menyimak saja percakapan bintang tamu dari Ohio ini, ia mengerti perubahan cuaca membuat keempatnya harus beradaptasi.


"Ante, setelah ini karaoke, bagaimana?" tanya Bima pada Balen, pikirnya Balen masih on.


"Nyerah dulu ya, Ante ngantuk berat, sakit kepala dan mulai bersin." kata Balen pada Bima.


"Ya sudah, setelah makan kita saja yang lanjut." kata Bima pada yang lainnya.


"Kalian juga harus istirahat dong, besok baru ajak Ante kalian karaoke." kata Larry pada anak-anak yang banyak ide ini.


"Masa sudah menginap bersama, cuma dikamar saja Ayah." kata Aca pada Larry.


"Kalau begitu kalian tidur di Aula saja jangan dikamar." Rumi tertawa menggoda anak-anak.


"Good idea, boleh panggilkan petugas hotel ya Nami, aku mau minta mereka pasang kasur untuk kami beramai-ramai tidur di Aula." kata Belin tersenyum senang, merasa ide Nami sangat brilliant.


"Ish Nami hanya bercanda." Rumi gelengkan kepalanya, menolak keinginan Belin.


"Kalian silahkan lanjuti acara tapi ingat jam sebelas malam harus sudah sampai dikamar." pesan Dania pada semuanya.


"Kenapa jam sebelas malam, masih terlalu sore itu." sungut Shaka kecewa karena harus cepat masuk kamar.


"Cinderella cuma sampai jam dua belas loh." kata Dania terkekeh. Anak-anak saling pandang disamakan dengan Cinderella.


"Eh walau Mantaku tidak lucu mohon tertawa demi kebahagiaan kita bersama." kata Aca membuat Dania mencubit pipi bungsunya gemas, semua pun tertawa jadinya.


"Baiklah aku dan Baen pamit ke kamar duluan, sudah mulai sering bersinnya, Baenku harus segera istirahat." pamit Daniel saat Balen tak berhenti bersin, khawatirkan kesehatan istrinya.


"Ada obat flu tidak di kamar?" tanya Nanta pada Daniel.


"Obat-obatan selalu ready." jawab Daniel tersenyum manis.


Istirahatlah kalian, kita juga sebentar lagi akan kembali Ke kamar." kata Papa James pada keempatnya.


"Aku juga ya." Redi ikutan pamit.


"Aku juga." Richie ikut-ikutan, Tori mendelikkan matanya, katanya mau ajak kencan tapi malah pamit mau ke kamar.

__ADS_1


"Om, aku tidur sama Om dong." pinta Aca pada Richie.


"Kalian kan ada acara lanjutan. Besok saja kita pindah kamar yang lebih besar, anak muda kumpul semua disitu." Richie memberi ide.


"Kenapa tidak sekarang saja minta tukar kamar." saran Balen yang kasihan anak-anak seperti kehilangan induknya.


"Oke kalau yang punya acara kasih instruksi begitu, kita bisa apa." Richie terkekeh langsung cubiti pipi Balen gemas.


"Ichie Baen kakakmu loh." Balen ingatkan Richie.


"Bodo amat." jawab Richie malah cubit pipi Balen pakai kedua tangannya.


"Papon, Ichie nih." mengadu sama Papon.


"Sudah punya suami kali, masih saja mengadu sama Papon." goda Nanta bikin semuanya terbahak.


"Ante Baen, besok sarapan bersama loh, jangan keenakan." kata Kia pada Balen.


"Eh keenakan apa?" tanya Raymond pada anak semata wayangnya.


"Keenakan uhuui." jawabnya bikin semua terbahak, Raymond gelengkan kepalanya.


"Gawat ini, Ayah. Cucu ayah harus cepat dinikahkan kalau sudah bilang keenakan uhuii itu." kata Raymond pada Reza.


"Papa, Kia cuma bilang uhuiii kok." Kia membela diri.


"Tidak ada yang benar ini anak-anak si Baen." Dona gelengkan kepalanya.


"Salahkan saja Baen." kata Seiqa tertawa geli.


"Baen lagi ndak bisa jawab, besok kita selesaikan." jawab Balen sok bijaksana, lalu lambaikan tangan pada anak-anaknya sambil joget-joget walaupun badannya sedang tidak enak. Anak-anak pun ikut lambaikan tangan sambil joget-joget, bikin semua kembali tertawa dan gelengkan kepalanya.


"Roti, kencan kita tangguhkan sampai batas waktu yang tidak ditentukan ya." bisik Richie pada Tori sebelum ikuti Balen, Daniel dan Redi menuju kamar.


"Ih..." Tori mendengus sambil menahan senyum, rupanya Richie ingat janjinya. Tori kira tadi ia hanya diberi harapan palsu.


"Aban, Baen ngantuk beneran, boleh bobo kan? Aban ndak ganggu Baen kaya tadi?" Balen minta pengertian Daniel rupanya.


"Iya sayang, nih minum obat flu dan vitamin dulu. Biar besok fresh bisa ikut acara anak-anak kita." jawab Daniel terkekeh.


"Aban juga bobo kan?" tanya Balen pada Daniel.


"Iya, sholat Isha dulu ya." jawab Daniel tersenyum.


"Mandi ndak?" tanya Balen.


"Abang iya, kamu tidak usah dulu." jawab Daniel segera membuka bajunya dan mengambil handuk.

__ADS_1


"Duh kenapa sih Aban Baen keren banget?" katanya pandangi Daniel penuh kekaguman.


"Baru sadar Abang kamu ini keren?" tanya Daniel dekati Balen dan ciumi istrinya bertubi-tubi.


"Baen lagi flu nanti Aban ketularan." Balen ingatkan Daniel.


"Tidak dong, Abang barusan pesan jus alpukat buat kita." jawab Daniel bukannya mandi malah berbaring disebelah Balen tanpa baju, sipeluknya tubuh pujaan hatinya.


"Apalagi selain jus alpukat?" tanya Balen.


"Jus tomat." jawab Daniel.


"Trus?" berharap ada cemilan.


"Jus wortel." jawab Daniel lagi sambil mempererat pelukannya.


"Jus semua sih?" dengus Balen kecewa.


"Biar sehat, malam ini kita perbanyak jus." jawab Daniel terkekeh.


"Tuh Aban, jusnya datang." kata Balen begitu mendengar bunyi bel. Daniel segera ambil handuk tutupi badannya, lalu membuka pintu kamar.


"Jus coming." Tori tersenyum sambil membawa jus bersama Kia, Selin dan Belin.


"Kenapa kalian yang antar?" tanya Daniel tertawa.


"Masuk." katanya lagi persilahkan anak-anaknya masuk.


"Kita tuh mau ikutan uhuii." kata Kia bikin Daniel menoyor kepalanya.


"Uncle kami belum pesta bujangan loh." Tori menuntut.


"Aku sama Baen sudah bukan bujangan." jawab Daniel terkekeh.


"Om mandi dulu, temani Ante minum jus, setelah itu biarkan kami istirahat." tegas Daniel pada keempatnya.


"Ah terlalu sebentar, kurang uhuii dong." sungut Selin terkikik geli.


"Ish apa sih uhuii yang kalian maksud?" tanya Daniel ingin tahu.


"Ngobrol sampai pagi." jawab Belin.


"Hanya itu?" tanya Balen tertawa mentang-mentang sudah dua babak tadi siang.


"Iya apalagi memangnya?" tanya Tori naikan alis.


"Menikah dulu dong baru Baen kasih tahu." jawab Balen sok iye bikin Daniel tertawa dan segera tinggalkan istri dan anak-anaknya.

__ADS_1


__ADS_2