
"Woti, aku antar Aca dulu ya." ijin Richie pada Tori via telephone.
"Kamu kerjai Aca?"
"Aca ikhlas kok." jawab Richie terkekeh.
"Kasihan lihat wajahnya tadi saat videocall, belum apa-apa sudah demam panggung." Tori tertawa.
"Demi kita woti, Aca jadi mau di *****-***** sama Risa." kembali Richie tertawa geli.
"Duh maafkan Om kamu ya Aca." Tori ikut tertawa walaupun Aca tidak mendengar percakapannya dengan Richie.
"Persiapan apa lagi yang belum, biar aku bantu." Tori menawarkan diri.
"Tidak usah, semua beres hari ini sama Bari, Billian dan Shaka." kata Richie.
"Jadi beneran tiga artis ibukota yang isi acara kita nanti. You know darling, Risa itu artis termahal saat ini, dia mau sumbang lagu gratis untuk kita?" tanya Tori tidak percaya.
"Yah, tiga lagu." jawab Richie bangga.
"Wow, beneran free?" tanya Tori.
"Free, yang penting Aca jadi modelnya dan mereka harus bergandengan dalam adegan, ada juga yang Aca dipeluk Risa." Richie terbahak.
"Aca paling tidak suka, bersentuhan dengan orang yang dia tidak kenal, kamu keterlaluan Ichie." Tori mulai ngomel.
"Tapi dia setuju tuh." Jawab Richie santai.
"Panta ijinkan adegan itu?" tanya Tori.
"Tidak." Richie terkekeh.
"Jadi bagaimana?" tanya Tori penasaran.
"Sudah aku sampaikan sama management kok." kata Richie lagi.
"Oh, oke."
"Oke aku jalan dulu." kata Richie akhiri pembicaraan dengan Tori. Walaupun bukan pria yang bisa bersikap mesra, tapi Richie selalu jalin komunikasi dengan calon istrinya, Tori pun tidak masalahkan hal itu, ia tahu Richie memang type pria yang acuh tak acuh.
"Take care."
"Thanks."
"Om hari ini akan sibuk temani aku, apa tidak masalah?" tanya Aca setelah Richie tutup sambungan teleponnya dengan Tori.
"Masalah apa?"
"Katanya kalau mau menikah tidak boleh keluar-keluar rumah berbahaya." Aca menjelaskan.
"Mitos." jawab Richie ambil alih kemudi mobil, ia yang akan menyetir antarkan Aca.
"Ya tapi ada saja kejadian tuh."
"Punya Allah kan? berdoa saja minta dilancarkan semua urusan disetiap langkah."
"Ok pak ustadz." jawab Aca tertawa.
"Dikasih tahu yang benar malah begitu." Richie menoyor kepala Aca.
"Hahaha..." malah tertawa ditoyor oleh Richie.
__ADS_1
"Nanti kamu gandengan tangan loh." Ichie mengingatkan.
"Bisa pakai stuntman tidak ya adegan bersentuhan?" tanya Aca risih.
"Gaya deh minta stuntman." Ichie tertawakan Aca.
"Aku serius, toh wajahku tidak kelihatan, mereka hanya butuh penampakanku utuh dari belakang kan. Om Ichie juga badannya seperti aku."
"Maksud kamu?"
"Om Ichie saja yang jadi stuntman." tertawa pandangi Richie.
"Tom cruise saja tidak pakai stuntman." Richie mendengus.
Dilokasi syuting, semua sudah siap, Aca sudah mulai di briefing, bukan Aca namanya kalau tidak protes, ia memang tidak punya kepentingan disini, tidak mau jadi artis juga, kemarin tanda tangan kontrak karena ingin senangkan Om nya yang mau menikah.
"Oke Aca, kamu tidak mau kita bersentuhan kan?" Risa setujui keinginan Aca.
"Iya." jawab Aca santai.
"Bisa bikin kesan mesra tanpa harus bersentuhan, Mas?" tanya Risa pada Ipang.
"Bisa sih lewat tatapan mata." jawab Ipang.
"Mata saja?" tanya Aca.
"Wajah boleh syuting dong kalau tidak mau disentuh." bujuk Ipang.
"Hmmm..." Aca berpikir keras, mending mana disentuh atau wajah terpampang nyata.
"Bisa di blur?" tanya Aca bikin Ipang terbahak.
"Kenapa? takut ketahuan jelek?" goda Risa.
"Pintar." jawab Risa tertawa.
"Jadi bagaimana? boleh kan wajah terlihat?" bujuk Ipang, Aca gelengkan kepalanya.
"Berarti gandengan tangan?" tanya Risa, Aca kembali gelengkan kepalanya.
"Boleh minta waktu?" tanya Aca, ia harus konsultasi lebih dulu.
"Boleh." Ipang anggukan kepalanya.
Aca keluarkan handphonenya lalu menghubungi seseorang.
"Ante..." ternyata hubungi Balen.
"Ya, sudah mau mulai syuting?" tanya Balen semangat.
"Sudah, Om Daniel mana?" malah tanyakan Daniel.
"Aban, Aca nih." Balen serahkan handphonenya pada Daniel.
"Ya Ca?"
"Om, mending mana aku gandengan tangan tapi wajah tidak terlihat atau wajah terlihat tapi tidak kontak fisik?" tanya Aca pada Daniel.
"Mending tidak kontak fisik dong, kalau kontak fisik nanti kamu naksir loh." goda Daniel sambil tertawa.
"Idih, yang benar saja." Aca langsung bergidik ngeri, tidak mau punya pasangan seorang artis, walaupun Risa banyak sekali penggemarnya.
__ADS_1
"Tapi muka aku nanti dilihat orang banyak." Aca menghela nafas.
"Dilihat juga kan tidak kenal semua sama kamu." jawab Daniel.
"Iya sih, tidak mungkin juga mau tahu aku siapa ya." Aca tertawa.
"Aku sudah minta wajahku di blur sih Om."
"Bagaimana Mas Aca?" terdengar suara Ipang.
"Waduh Om, bagaimana nih?" langsung panik tanya Daniel lagi.
"Lebih berat mana pegangan tangan atau wajah tersebar?"
"Aku tidak suka keduanya, aku mundur saja ya."
"Jangan dong, kan mau kasih hadiah Om Ichie." bujuk Daniel.
"Ok Mas Aca kita mulai ya." terdengar suara Risa.
"Duh Om, sudah dulu ya." tutup sambungan teleponnya.
"Bantu saya dong Mbak, kasih jalan keluar." merengek pada Risa.
"Ok, tidak ada sentuhan fisik kok tenang saja, wajah Mas Aca juga tidak terlihat jelas, tapi nanti juga bantu gue ya." jawab Risa tersenyum. Gadis ini sepertinya masih dibawah Aca umurnya, tapi sudah aktif jadi penyanyi sejak juara ajang pencarian bakat. Ia ikuti kemauan Aca. Aca pun setuju akan bantu Risa nanti.
Syuting berjalan lancar, saat istirahat makan siang, Aca hampiri Richie.
"Bosan Om?" tanyanya pada Richie yang setia menunggui Aca.
"Kan sambil kerja." jawab Richie tunjuk laptopnya.
"Ayo Om makan dulu." Aca bawakan Richie nasi box yang didapatnya dari panitia. Keduanya makan bersama tanpa Ipang dan Risa.
"Kamu keren pakai baju ini." kata Richie tunjuk penampilan Aca.
"Rancangan Alexandre Om." jawab Aca sebut nama perancang terkenal
"Pantas saja." Richie anggukan kepalanya.
"Setelah ini ganti kostum lagi aku Om, capek ya baru setengah hari saja, kebayang yang main sinetron sama film." kata Aca sambil nikmati makanannya.
"Jadi aman ya tidak pakai pelukan?" tanya Richie.
"Aman Om, Risa baik juga ikuti maunya aku." kata Aca tersenyum senang. Ia bisa syuting tanpa beban. Tak lama syuting kembali dimulai, Aca sudah berganti pakaian kini.
"Oke terima kasih ya Mas Aca, hari ini menyenangkan." kata Risa setelah mereka selesai lakukan syuting dan tonton hasilnya bersama.
"Keren." Richie acungkan jempolnya saat lihat beberapa adegan yang Aca dan Risa perankan.
"Terima kasih Risa, sudah ikuti maunya gue." kata Aca yang sudah mulai akrab sama Risa.
"Iya dong." Risa nyengir lebar.
"Kenapa kok Mbak Risa mau ikuti maunya Aca?" tanya Richie bingung.
"Ya gue juga tidak rela nanti si Aca banyak fansnya mas." jawab Risa tertawa.
"Lagian Aca janji mau temani gue selama acara Mas Richie nanti, terus satu lagi, Aca temani gue untuk beberapa acara, iya kan Ca?" Risa tertawa pandangi Aca.
"Lah, acara Om Ichie sih iya, beberapa Acara apaan?" tanya Aca bingung.
__ADS_1
"Ya acara award yang gue terima nanti, lu jadi partner gue Ca, lu kan tadi bilang iya bakal bantu gue." kata Risa nyengir lebar.
"Ups..." Aca garuk kepalanya yang tidak gatal. Jalan bareng Risa di acara award beresiko wajahnya akan masuk infotainment.