
"Lagi apa Ulan?" tanya Redi via telepon, sudah dua minggu berpisah, baru kali ini Redi hubungi Ulan setelah ditunggu-tunggu tidak ada tanda-tanda kalau Ulan akan hubungi dirinya.
"Ulan kira, Bang Redi lupa sama Ulan." Ulan tertawa ajak Redi bercanda.
"Kamu kali yang lupa, tidak pernah tanya kabar aku." Redi bersungut.
"Ulan selalu dapat kabar Abang dari Baen, jadi tahu kalau Abang Redi sehat dan aman sentosa." jawab Ulan apa adanya.
"Curang, kamu tahu kabar aku, sementara aku tidak tahu kabar kamu." Redi mendesah.
"Yah kan Abang kalau mau tahu kabar Ulan bisa telepon seperti sekarang." jawab Ulan tersenyum walau Redi tidak melihatnya.
"Iya, ini sekarang Abang telepon kamu dek." Redi ikut tersenyum.
"Kamu lagi dimana?" tanya Redi kemudian, tiba-tiba rindu berat sama Ulan, gadis yang baru dikenalnya tapi cukup menyita perhatian karena wajahnya selalu terbayang-bayang.
"Lagi di kampus, Bang Redi terima kasih loh ya kemarin itu sudah bantu Ulan kerjakan tugas, hari ini Ulan senang betul nilainya bagus." Ulan kembali ucapkan terima kasih dan laporkan kalau nilainya bagus.
"Alhamdulillah, itu sebenarnya kan kamu yang bikin, Aku cuma bantu sedikit." jawab Redi apa adanya.
"Justru yang sedikit itu mendongkrak nilai Ulan loh." Ulan terkekeh, suaranya terdengar ceria.
"Masa sih?" Redi ikut terkekeh.
"Iya. Abang lagi ndak sibuk kah? sudah pulang kerja? atau sudah mau bobo?" tanya Ulan.
"Sudah dari tadi pulang kerjanya, tidak bisa tidur loh ingat kamu terus." Redi menghela nafas, Ulan terdiam tidak keluarkan suara.
"Sekarang sudah mulai santai, waktu baru datang sih sibuk berat, banyak pekerjaan yang tertinggal, makanya tidak sempat hubungi kamu, tapi sempat berharap kalau kamu akan hubungi aku, ternyata yang ditunggu tidak kunjungi datang." jawab Redi apa adanya.
"Hehehe Ulan takut mengganggu, kata Baen, Abang sudah di California. Lagi pula Ulan belum ada tugas yang harus Ulan tanyakan." jawabnya polos.
"Jadi hubungi aku kalau ada tugas saja ya, tega sekali."
"Hehehe ndak gitu juga." Ulan cengengesan.
"Sepi nih di California."
"Ndak punya teman kah?" tanya Ulan.
"Punya, tapi sepi saja tidak ada kamu." ih Redi mulai gombal.
"Hehehe Abang. Kita senasib ya sendiri di negara orang, tapi Ulan sih banyak teman juga disini." jawab Ulan.
"Kalau senasib bisa jodoh dong." Redi menjurus-jurus.
"Hehehe bisa aja Abang." Ulan tertawa berusaha atasi perasaan grogi.
"Bulan depan ada long weekend loh, kamu ada rencana kemana?"
"Ndak ada rencana, mau ke Indonesia juga tanggung."
"Tidak ada rencana liburan sama teman-teman kah?" tanya Redi.
"Ndak ada Abang." jawab Ulan pasti.
__ADS_1
"Aku ada jadwal ke Tokyo dua hari sebelum liburan itu. Temani aku mau? kamu bisa ke Tokyo?" tanya Redi berharap.
"Eh..." Ulan langsung salah tingkah.
"Nanti Aku ijin kok sama Masanta mau bertemu kamu di Tokyo. Kalau kamu tidak bisa ke Tokyo berarti aku yang ke Kyoto, bagaimana?" tanya Redi.
"Yah, Ulan usahakan Ulan ke Tokyo deh." jawab Ulan.
"Aku jemput deh ke Kyoto, kita sama-sama ke Tokyo."
"Ndak apa Ulan sendiri aja, kita bertemu disana. Tapi Ulan ndak nginap ya?"
"Ya." iya saja dulu, Redi mau beberapa hari bersama Ulan, nanti bagaimana nyamannya Ulan saja. Kalau tidak mau menginap di Tokyo berarti Redi yang menginap di Kyoto. Toh apartment Ulan bersebelahan dengan hotel dimana kemarin Redi dan rombongan menginap.
"Eh pacar kamu marah tidak Ulan?" pancing-pancing siapa tahu dua minggu ini Ulan dekat dengan cowok disana.
"Ulan kan ndak boleh pacaran, Pacar Abang Redi kali tuh yang marah." kata Ulan pada Redi.
"Ck, pacar yang mana?" Redi terkekeh.
"Pacar yang mana tuh berarti banyak dong?" tebak Ulan.
"Justru tidak ada jadi bingung yang mana sih yang kamu maksud."
"Kata Masanta Abang Redi playboy."
"Wuaaah, Masanta kok bilang begitu sama kamu, kita telepon Masanta ya biar ngobrol bertiga?" Redi mau bersihkan namanya di hadapan Ulan.
"Hehehe ndak bisa sekarang Abang, Ulan sebentar lagi masuk kelas." kata Ulan pada Redi.
"Jadi harus tutup telepon ya?" Redi merasa belum puas bicara dengan Ulan.
"Masih kangen padahal." Redi tidak bisa tutupi perasaannya.
"Hehehe..." cengengesan saja dengar Redi bilang begitu.
"Serius Ulan, aku kangen kamu. Kamu tidak ya?" tanya Redi bikin Ulan tergagap.
"Eh..."
"Tiap saat kebayang kamu terus loh, kamu dukunin aku ya?" tanya Redi bercandai Ulan.
"Ih..." protes tapi tidak tahu mau bilang apa.
"Hayo ngaku." desak Redi.
"Ulan ndak main dukun." jawabnya polos bikin Redi terbahak.
"Bercanda Ulan. Tapi kalau kangennya beneran." kata Redi lagi.
"Abang beneran playboy ya?"
"Loh?"
"Gampang betul bilang kangen."
__ADS_1
"Memang kangen dek, kamu tuh bayang-bayangi aku. Tidak tahu kenapa."
"Apa tiap baru kenalan sama cewek Abang begini, terbayang-bayang terus kangen?" tanya Ulan bayangkan betapa playboy nya Redi.
"Kamu belum percaya sama aku, dek." Redi menghela nafas.
"Ulan takut saja."
"Takut kenapa?"
"Ndak tahu pokoknya takut." jawab Ulan jujur ia takut jatuh cinta sama Redi yang katanya playboy itu.
"Aku tidak semenakutkan itu kok." Redi terkekeh, maklum kalau Ulan takut karena mereka baru kenal, tapi Redi tidak bisa bohong kalau ia kangen Ulan.
"Ada referensi tempat yang bisa kita kunjungi nanti?" tanya Redi pada Ulan.
"Abang mau situasi yang bagaimana?" tanya Ulan.
"Yang tenang dan tidak hiruk pikuk."
"Nanti Ulan pilihkan beberapa tempat, tapi kalau Abang Redi punya destinasi juga kasih tahu Ulan ya." pinta Ulan pada Redi.
"Iya sayang." duh sudah panggil sayang bikin Ulan tambah khawatir.
"Ulan..." tidak ada jawaban.
"Ulan, kok diam?"
"Eh iya Bang, Ulan sudah harus masuk kelas." katanya akhiri pembicaraan.
"Nanti pulang jam berapa?" tanya Redi.
"Jam empat sore " jawab Ulan.
"Sudah tengah malam disini. Kamu hati-hati ya. Jangan lupa makan."
"Iya Abang, selamat bobo." Ulan tersenyum.
"Boleh mimpikan kamu Ulan?" Redi menggoda Ulan.
"Abang, sudah dulu ya. Bye..." langsung saja matikan telepon, kelihatan sekali Ulan malu-malu dan grogi hadapi Redi. Redi tersenyum sekian lama kenal cewek disini tidak ada yang salah tingkah seperti Ulan.
Masanta jangan bilang gue playboy dong sama Ulan. Tolong bersihkan namaku please.
Pesan Redi hanya dibaca saja oleh Nanta.
Masanta tanggung jawab kalau Ulan menolak aku!!!
kembali Kirim pesan pada Nanta dan kembali hanya dibaca saja.
Aku mau serius sama Ulan please. Bulan depan aku ke Jepang!
Kirim lagi pesan pada Nanta.
Masanta jawab!!!
__ADS_1
Buset, gue lagi meeting Ledi Dei!!!!!!!!
Hahaha jawab Nanta bikin Redi terbahak.