Because I Love You

Because I Love You
Kia


__ADS_3

"Surprise!!!" Tori, Richie, Ulan, Lucky dan Kia tiba-tiba kejutkan Balen dan Daniel. Mereka sudah berada di rumah Daniel berkumpul bersama yang lain.


"Aah, kalian kapan datang?" tanya Balen melompat kegirangan.


"Tadi pagi, saat Ante baru saja ke kampus." jawab Kia senyum lebar, senang bisa berada di Ohio meskipun gunakan kekuatan Om Lucky membujuk Papanya, apa lagi Opa Eja dan Oma Kiki sudah berangkat lebih dulu.


"Ada siapa lagi?" tanya Balen celingukan berharap yang lain juga datang.


"Kita saja yang lain tidak ikut." Lucky mengacak anak rambut Balen, sementara Daniel tertawa melihatnya.


"Kia, kamu tidak sekolah ya? kok bisa ikut kesini?" tanya Balen.


"Ijin sebentar Ante, mumpung ada Om Lucky." jawab Kia terkekeh.


"Ya ampun Tori kamu juga ada disini, ini seperti mimpi loh." Balen hampiri Tori dan memeluknya. Bahagia sekali rasanya bisa berkumpul bersama kesayangannya ini. Berharap ramai terus saja di Ohio kalau lihat situasi seperti ini. Tori senyum-senyum senang.


"Ulan juga ada, ya ampun." Balen hampiri Ulan dan memeluknya. Walaupun baru beberapa minggu lalu berkumpul di Jepang tetap saja ini kejutan untuk Balen, Ulan berada di Ohio lebih cepat.


"Kalau ndak dijemput Abang Lucky, Ulan ndak sampai disini." jawab Ulan tertawa senang.


"Aah, ini sangat membahagiakan untuk Baen." kata Balen sambil bersorak senang. Daniel tentu saja ikut senang lihat istrinya bahagia.


"Sebentar ya Baen Tanya di group rumah sewaan, jadi ndak usah menginap di hotel." kata Balen pikirkan dimana mereka akan tidur nanti.


"Sudah Baen, Mama pinjam rumah Adira." jawab Mama Amelia.


"Ih Mama ndak usah." Balen keberatan.

__ADS_1


"Sudah ijin sama orang tuanya kok, Adira kembali Ke Washington DC, tidak tinggal di sini lagi. Jadi rumah itu kosong, tadi sudah dibersihkan." Mama Amelia jelaskan pada Balen.


"Ndak jadi omongan ya Mama?"


"Tidak sayang, jangan khawatir." Mama Amelia tersenyum.


"Aku sudah pesan hotel sih." Lucky mulai buka suara.


"Ih jangan dihotel dong, ndak mau dekat Baen emangnya?" Balen protes.


"Disini saja Lucky." kata Ayah Eja pada Lucky.


"Iya Ayah." Lucky menurut saja.


"Jadi kejutan dari Om Mito tuh kalian ya?" Balen terkekeh.


"Bagaimana? senang tidak kami yang jadi kejutannya?" tanya Tori pada Balen.


"Redi tahu ndak Ulan kesini?" tanya Balen pada Ulan yang tersenyum malu-malu.


"Kepo deh Baen." celutuk Richie bikin Balen tertawa menoyor kepala adiknya. Kenan dan yang lainnya tertawa melihat Balen yang terlihat begitu bahagia hari ini.


Acara temu kangen Balen dengan semuanya, padahal hanya ingin informasikan acara makan siang di Ohio malah Balen dan Daniel kedatangan keluarga dari Jakarta. Yang bikin Balen bertambah senang adanya Tori dan Ulan yang Balen tidak sangka-sangka akan hadir di Ohio. Ditambah lagi Kia ikut hadir juga. Entah bagaimana caranya Lucky membujuk Bang Raymond hingga ijinkan Kia ikut ke Ohio.


"Ban Lucky bilang apa sama Ban Lemon bisa ajak Kia?" bisik Balen penasaran.


"Kia yang minta ijin sih." jawab Lucky terkekeh.

__ADS_1


Tapi Aban ikut ijin kan sama Ban Lemon?" tanya Balen.


"Pastilah, masa ajak anak gadis orang tidak minta ijin." jawab Lucky.


"Cie Aban, emangnya Kia anak gadis ya?' Balen menggoda Lucky.


"Rese deh, Kia memang sudah gadis kan." Lucky terkekeh.


"Kalau sudah gadis bisa dong jadi istri Aban." eh mulai menjurus-jurus.


"Masih sekolah Baen." Lucky terkekeh.


"Kalau sudah lulus mau? sebentar lagi loh." bisik Balen.


"Kamu dikirim hadiah apa sama Winner, kok semangat sekali mendukung Winner?" tanya Lucky tertawakan Balen.


"Ndak ada hadiah sih, cuma sayang aja kalau Aban dapatnya istri yang menyebalkan." jawab Balen tertawa.


"Seperti istri Winner maksud kamu?" tanya Lucky memicingkan matanya.


"Ih Baen ndak sebut istri siapa ya, Baen juga ndak kepikiran istri Aban Winner." jawab Balen jujur.


"Jadi kamu mendukung kalau aku sama Kia?" tanya Lucky.


"Oh tentu dong, tapi jangan marah ya kalau Aban jadi anak Baen, soalnya Kia kan anak Baen." katanya konyol.


"Ada juga kamu jangan marah kalau Kia sama Abang, Kia jadi kakak kamu." jawab Lucky bikin Balen kerutkan keningnya dan monyongkan bibirnya.

__ADS_1


"Terus Baen panggil Kia harus Kak Kia." kata Lucky lagi jahili Balen.


"Ya ampun, Baen minta petunjuk dulu." jawabnya bikin Lucky terbahak tertawakan ekspresi Balen.


__ADS_2