
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
Pagi hari ketika matahari sudah mulai terik, Ivanna terbangun dan ia sedang dalam posisi yang sangat tidak nyaman karna tidur dengan posisi duduk dalam mobil. Ia melirik sampingnya, dan ternyata Max juga tertidur di mobil bersamanya.
"Max....." panggil Ivanna sambil menusuk nusuk pipi Max.
"Hmm??"
"Maaf membuatmu jadi tidur di mobil." ucap Ivanna.
"Kenapa minta maaf? Aku ga tega membangunkan kamu, Van. Aku lihat kamu sangat lelah, dan kamu ke perkebunan demi aku." jawab Max.
"Bangunkan aku saja lain kali. Apa badanmu sakit semua?"
"Sedikit. Tapi tak masalah, aku laki laki. Harus kuat dan tahan banting." ucap Max.
"Dasar kamu ini! Ayo masuklah, aku akan pesankan makanan untuk kita."
"Apa kamu ga ke kantor?" tanya Max.
"Aku akan ke kantor setelah sarapan." jawab Ivanna.
"Aku ikut ke kantor Vancos denganmu."
__ADS_1
"Hey pak kebun, kamu istirahat saja dirumahmu!"
"Nona cosmetic, aku ingin ikut ke kantor bersamamu! Aku ga mau pulang ke rumah!"
"Baiklah baiklah. Aku akan bersiap siap dulu."
"Ga langsung saja?"
"Aku belum mandi dari kemarin! Dan rambutku sudah sangat lepek! Ayo, masuklah dulu aku akan pesankan makanan untukmu."
Max pun akhirnya mengikuti Ivanna dan duduk di ruang tamu. Ivanna memesankan sarapan untuk mereka berdua melalui aplikasi online, dan berpamitan untuk ke kamar setelahnya.
Max menunggu makanan tiba. Karna ia sangat bosan, Max pun keluar dan melihat bahwa mamanya, Vanessa pergi menggunakan taksi sepagi ini.
"Mama mau bertemu siapa? Rapi sekali." Max bertanya tanya dalam hatinya.
Vanessa tidak tau bahwa anaknya berada di Jakarta dan saat ini sedang berada di rumah Ivanna lebih tepatnya. Karna mereka tiba pada tengah malam, Vanessa tidak menyadari semuanya.
Disisi lain, Ivanna yang baru saja selesai dengan ritual mandinya dan sedang memakai vitamin rambut, mendapat panggilan video dari Evan. Ivanna pun menjawab panggilan video itu.
"Van, lo ga papa?" tanya Evan pada Ivanna.
"Ya, gue ga papa. Kenapa, Van? Tumben lo pagi pagi gini udah vidcall gue!" saut Ivanna yang masih sibuk dengan rambutnya.
"Gue khawatir sama lo! Kata si Memet lo ga datang ke kantor kemarin. Lo kemana?"
"Ada urusan mendadak. Jadi gue ga bilang sama Memet kalau ga ngantor."
__ADS_1
"Siang ini kita makan bareng yu, mau ga?" tanya Evan.
"Boleh. Nanti lo kasih tau aja tempatnya dimana." saut Ivanna.
"Gue jemput lo aja di kantor!"
"Ga! Gue langsung ke tempatnya aja. Lo jauh lagi kalau harus ke kantor gue!" ucap Ivanna tanpa ingin di bantah.
"Baiklah nona frozen!"
"Udah dulu ya, Van. Gue mau pakai baju nih. Mau ngantor!" kata Ivanna berpamitan dengan Evan.
Ivanna memang sejak tadi hanya memakai bathrobe saja karna ingin mengeringkan rambutnya dulu menggunakan hair dryer.
"Ok! See you Van!"
"See u too, Evan!" jawab Ivanna lalu mengakhiri panggilannya.
"VAN, MAKANANNYA SUDAH DATANG!" teriak Max dari lantai bawah.
"Berisik, Max! Jangan berteriak di rumahku!" bentak Ivanna.
Ivanna memang sudah tau kalau makanan mereka sudah tiba karna ada notifikasi di ponselnya.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
__ADS_1
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰