
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
Max mendengar setiap kata kata yang Ivanna ucapkan. Saat Ivanna hendak pergi, Max meraih tangan Ivanna dan tidak membiarkannya pergi begitu saja.
"Sorry." ucap Max.
Ivanna yang membelakangi Max saat itu menangis sejadi jadinya. Sehingga Max membawa Ivanna dalam pelukannya.
"Maaf bikin kamu nangis seperti ini. Aku janji ga akan pernah membuat kamu menangis lagi." kata Max.
"Jangan janji, Max. Janji itu berat." ucap Ivanna sesegukan.
"Semua janji itu berat, Van. Dan yang mau aku janjikan ke kamu adalah menjaga kamu seumur hidupku."
"Bucin deh kamu! Udah ah!"
"Jangan nangis lagi. Nanti papa kira aku nyakitin kamu lagi."
"Memang kamu dimarahi?" tanya Ivanna.
"Saat dulu aku ganggu kamu, papa marah dan omelin aku." jawab Max.
"Hahahaha! Seperti anak kecil saja!"
__ADS_1
"Bagi orang tua, mau setua apapun anaknya, tetap dianggap anak kecil. Kamu juga dimanja kan sama mom dan daddy kamu?"
"..................."
Ivanna dan Max menjadi lebih baik setelah mengungkapkan semuanya.
"Jadi kita balikan nih?" tanya Max.
"Hmmm." jawab Ivanna dengan menganggukkan kepalanya.
"Tapi, apa kamu tau kalau aku akan seterusnya mengelola perkebunan?"
"Hm? Kenapa?"
"Aku sudah bukan karyawan di MX Entertainment lagi." jawab Max.
"Aku akan sangat jarang ke sana, beb. Aku sudah menyerahkan semuanya pada Natasha untuk mengelola perusahaan."
"Kak Nat?" tanya Ivanna.
"Iyah, Natasha, dia yang akan mengelolanya bersama Ben sahabatku. Karna hanya mereka yang bisa aku percaya memegang perusahaan."
"No, that's not what I mean, Max. Maksudku adalah, itu perusahaan yang sudah kamu rintis dengan kerja kerasmu."
"Aku akan membantu papa mengelola perkebunan. Karna aku ga mungkin membiarkan perkebunan ini tak terurus nantinya."
Ivanna pun mengerti penjelasan Max mengenai pilihannya untuk tetap melanjutkan bisnis keluarganya yang sudah turun menurun dari kakek buyut Max. Kenapa tidak ada keluarga lainnya? Karna dalam silsilah keluarga Max, anak yang dilahirkan dikeluarga Fransisco pasti adalah anak tunggal yang berjenis kelamin laki laki. Dan hal itu menurun hingga Max.
__ADS_1
*So, kamu ga akan ke Jakarta lagi, Max?" tanya Ivanna.
"Tentu saja aku ke sana, tapi ga mungkin aku setiap hari di Jakarta, sayangku. Kita LDR an dulu ya selama hari kerja, dan bila weekend, aku akan menyempatkan waktuku untuk datang ke Jakarta." jawab Max.
"Max, come on! Aku juga bisa datang ke sini."
"Kalau aku ke Jakarta, aku ada mama dan rumah, kalau kamu ke sini, kamu akan bagaimana?"
"Aku akan menginap disini."
"Aduh aku jadi keenakan, beb."
"Jangan mikir yang aneh aneh deh, Max!"
"Husss ngawur kamu! Maksud aku itu, aku keenakan setiap hari melihat kamu kalau disini!"
"Baiklah, uncle Will dimana? Apakah uncle juga sudah mengetahui hubungan kita, Max?" tanya Ivanna.
"Bahkan orang pertama yang sadar akan perasaan kita masing masing itu adalah papa, beb. Papa juga yang sering meyakinkan mama untuk merestui kita."
"Astaga..... Aku harus bagaimana menemui uncle Will? Aku sangat malu, Max."
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰