Because I Love You

Because I Love You
EP 43 - Confession (Max)


__ADS_3

Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.


Happy reading! ^^


_____________________________________


Max menghampiri Ivanna yang berada di depan rumah kecilnya ini.


"Van..." panggil Max.


"Apa?" tanya Ivanna.


"Apa sekarang kamu tau kalau Reiner itu psycho? Kamu percaya sama aku sekarang?"


"Aku percaya sama kamu, Max. Maaf kalau dulu aku terlalu percaya dengan Reiner."


"Reiner itu adalah kekasih Anna. Rival terbesarmu di dunia bisnis cosmetic."


"What? Anna?" tanya Vanna tidak percaya.


"Aku dan Ben sudah menyelidiki Reiner dari dulu, dan ternyata Anna pernah hamil anak Reiner, namun Anna menggugurkan bayi itu."


"Damn! Unbelievable!" ucap Ivanna.


(Keterlaluan!)


"Bisa jadi bahwa Reiner menculikmu itu atas perintah Anna." tambah Max.

__ADS_1


"No, Max. Saat itu Reiner berkata dia fall in love with me."


"Mungkin saja dia juga terobsesi denganmu!"


"Ok, Anna, dia harus aku selidiki lebih lagi." kata Vanna.


"Betul! Aku setuju itu. Biar aku membantumu."


"Jangan!"


"Kenapa?"


"Biar aku saja sendiri yang melakukan ini, Max. Aku tidak mau membuatmu terluka lagi."


"Aku ga akan terluka seperti ini lagi, Vanna."


"Hey, tenang Vanna. Kamu bukan seperti itu."


"Terus kenapa kamu membawaku kesini, Max?" tanya Ivanna.


"Untuk melindungimu." jawab Max.


"Kenapa kamu mau melindungiku dengan seperti ini? Bahkan kamu tertembak demi melindungiku, Max. Aku merasa kalau aku hanyalah pembawa sial dan masalah dihidupmu."


"Jangan berkata seperti itu, Van. Aku melindungimu karna aku menyayangimu, dan bahkan aku sadar bahwa sekarang aku mencintaimu."


"Kamu salah, Max. Perasaan itu hanyalah rasa yang pernah ada saat kita kecil. Kita saling menyayangi, namun hanya kebodohanku saja yang masih saja mencintai kamu setelah sekian lama dan semuanya terjadi. Aku sadar aku salah, dan aku sudah melupakan perasaanku sama kamu." jelas Ivanna dengan mata yang berkaca kaca.

__ADS_1


Seharusnya Ivanna bahagia atas pengakuan Max yang menyatakan bahwa ia memiliki perasaan yang sama pada Ivanna, sama sesuai harapannya. Tapi mengapa sekarang Ivanna mundur untuk memperjuangkan Max kembali dihidupnya? Apa karna Ivanna merasa bahwa ia hanya membawa masalah dan mengancam nyawa Max saja? Atau karna rasa bersalahnya sehingga ia meninggalkan semua perasaannya pada Max? Entahlah, hanya Ivanna saja yang mengerti.


"Aku mohon jangan berkata seperti itu..... Perasaanku ini bukan perasaan seorang anak kecil lagi, Vanna. Aku tulus mencintai kamu. Kamu tau? Bahkan aku rela minta pada papa untuk kembali lagi ke Indonesia dan tinggal di depan rumahmu? Karna aku sangat merindukanmu. Tapi, kita dipertemukan kembali dengan timing yang tidak pas. Aku benar benar cinta sama kamu, Ivanna Arabelle." ucap Max.


"Aku ga bisa membohongi perasaanku sendiri! Aku juga cinta sama kamu, Max. Bahkan sejak dulu, never change. Hingga aku merasa bahwa kamu sangat sulit untuk aku gapai, *I let you go."


"My love is here for you, never gone*." Max memegang tangannya di dada.


(Cintaku ada disini untuk kamu, tidak pernah pergi.)


Max membawa Ivanna ke dalam pelukannya. Saat hendak membalas pelukan Max, Ivanna menyentuh luka Max yang membuat Max meringis kesakitan.


"Auh!" rintih Max.


"Kenapa?" tanya Ivanna.


"Kamu memegang lukaku, Van." jawab Max.


"Ah maaf maaf...... Aku lupa kalau lukamu itu di jantung. Ayo kita ke dalam, biar aku bantu."


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰

__ADS_1


__ADS_2