
"Aban, Baen ke depan ya?" teriak Balen, ingin ikut Ichie keluar dari kamar.
"Ya." Daniel balas berteriak, lalu Balen dan Ichie keluar kamar bergabung bersama yang lain.
"Tori, kamu udah mandi?" tanya Balen pada Tori.
"Sudah." jawab Tori tersenyum, ia asik bersama Ante Dini, walau baru kenal mereka berdua cocok. Balen bergabung dengan keduanya, istri Om Samuel lebih senang bergabung dengan Oma Mita. Tapi tetap ramah pada Tori.
"Daniel mana, Baen?" tanya Ante Dini pada Balen.
"Lagi mandi." jawab Balen santai.
"Wah kok tidak ditemani?" di kamar maksudnya siapkan baju dan segala kebutuhan Daniel.
"Tadi Baen ajak mandi sama-sama, ndak mau." salah pengertian dan menjawab dengan polos. Dini terbahak sementara Tori menutup wajahnya jadi malu sendiri.
"Eh, Baen lupa. Tori belum punya suami ya." kata Balen lagi bangga.
"Ish nanti di dengar Opon kamu di jahili lagi loh." Dini masih saja tertawa, Balen langsung celingak-celinguk cari Opa Baron, untung saja Opon jauh jadi tidak mendengarnya.
"Ndak boleh bilang-bilang ya Ante?" tanya Balen pada Dini.
"Yah itu rahasia kalian berdua saja." jawab Dini terkikik.
"Ante rahasianya sama ndak kaya Baen?" mulai Kepo.
"Namanya saja rahasia, masa Ante kasih tahu sih." Dini kembali terbahak.
"Ah Ante curang, tadi aja Baen kasih tahu." protes Balen bikin Dini dan Tori terbahak.
"Baen, how stupid you are." Tori tertawakan Balen.
"Ih Tori, Baen dibilang stupid lagi." protes tidak terima dibilang begitu.
"Habisnya kamu bilang-bilang mandi bersama, itu rahasia. Nanti aku dan Ichie sih tidak akan kasih tahu yang lain kalau kami mandi bersama, karena itu rahasia." kata Tori sama saja polosnya dengan Balen.
"Ih belum nikah sudah bahas mau mandi bersama." Balen menoyor kepala Tori sambil tertawa geli.
"Ah Baen, kenapa toyor aku?" protes Tori tapi ikut tertawa sadari kemesuman otaknya barusan.
"Aku kasih tahu Ichie loh kamu mau mandi bersama dia kalau sudah nikah nanti." ancam Balen pada Tori mereka langsung heboh berdua sementara Dini ikutan rusuh diantara keduanya. Bertiga tertawa geli jadinya.
Daniel keluar kamar hampiri Kenan mertuanya yang sedang ngobrol dengan Richie, Om Samuel, Opon dan Om Deni, tapi pandangannya tak lepas dari kerusuhan tiga orang yang lumayan jauh dari rombongan lelaki.
"Istri kamu tuh rusuh sekali." Om Deni tunjuk Balen sambil tertawa.
"Hiburan buat Ante Dini, Om." kata Daniel ikut tertawa.
"Abaaan, nih pada jahili Baen." teriaknya mengadu pada Daniel yang masih tertawa lihat kelakuan ketiganya, penasaran jahili apa tapi malas menyusul kesana. Pasti obrolan para senior lebih menarik, pikir Daniel.
__ADS_1
"Abaaaan, sini." panggil Balen minta suaminya mendekat.
"Baen, biar saja Daniel ngobrol sama kita." Om Samuel menahan Daniel yang hendak hampiri Balen.
"Ah, Om Muel sih, ya udah Aban ngobrol aja deh." teriaknya lagi heboh sendiri.
"Baen, kita hanya disini saja ya?" tanya Tori pada Balen.
"Ndak dong, kita harus jalan-jalan ke Batu, dingin deh enak, kalau Jakarta kan panas." promosi Balen pada Tori yang baru pertama kali ke Malang.
"Baen, disini kotanya enak tidak?" belum begitu paham karena begitu sampai langsung ke rumah Opa.
"Enak sih, kalau disini ada Kisna loh, nanti kenalan ya. Kisna adik Baen juga, adiknya Ulan." lapor Balen pada Tori.
"Yang seumuran Bima ya?"
"Iya, eh kita harus mampir ke rumah pempek Papa Bagus deh, kan Bima titip." Balen baru ingat pesan Bima. Mereka berencana hanya dua malam di Kota Malang. Jadi harus cepat kesana, hari ini kesana, besok kesana lagi. Biar bisa sering-sering makan pempek bikinkan Papa Bagus."
"Abaaaan! ke rumah pempek Papa Bagus yuk." kembali berteriak mengajak Daniel pergi.
"Ikut." Richie langsung daftar.
"Ayo Ante." Balen mengajak Dini.
"Kalian saja, Ante mau ngobrol sama emak-emak." jawab Ante Dini beranjak bergabung dengan Oma Mita dan istri Om Samuel.
"Pa, ijin dulu." Daniel salami Kenan ikuti kemauan istrinya.
"Ya pakai saja Mobil om, itu kan pegangan kalian." Deni tertawa.
"Om ndak bilang sih tadi, kan kita malu." Balen basa-basi bikin Opon memoles kepalanya.
"Ah Opon nakal, poles pala Balen lagi." rusuh bilang Oponnya nakal, semua tertawakan keduanya.
"Opon, aku pamit." Tori salami Opon.
"Cie yang direstui Opon, langsung mendekat." Richie menggoda Tori.
"Chie, Opon lebih romantis dari Papamu, tapi kamu lebih parah dari Kenan. meniru siapa sih kamu?" tanya Opon para Ichie.
"Meniru Papa muda lah." jawab Richie terkekeh.
"Benar Ken, kamu muda seperti ini?" tanya Opon memastikan.
"Yah, bagaimana menurut Abang? kan sudah tahu saya dari masih belajar dikantor." Kenan terkekeh.
"Hmm... ya... hmm... sudahlah Chie tidak usah cari persamaan." kata Opa Baron bikin semua tertawa.
"Yang penting menikah tiga bulan lagi." celutuk Om Samuel bikin Tori pandangi Richie.
__ADS_1
"Tanya Papa Steve dulu dong Om, main tiga bulan lagi saja. Kakaknya Tori bulan depan loh menikah." kata Richie lagi.
"Nanta sama Deni beda berapa bulan ya?" tanya Nona pada Kenan.
"Lupa saya, beda sedikit juga mungkin." jawab Kenan terkekeh.
"Ichie jalan dulu, Assalamualaikum." pamit Richie pada semuanya.
"Waalaikumusalaam..." kompak menjawab Salaam.
"Ada yang mau titip ndak?" tanya Balen pada semuanya.
"Tidak usah titip, bawakan saja." kata Opa Baron kembali semua tertawa.
"Titip pakai duit kalau bawakan kan tidak." kata Opa Baron lagi.
"Ih Opon tahu aja Baen banyak duit." muncul lagi sombongnya, Nona tertawa memandang Balen, rasanya Nona tidak sekonyol Balen deh waktu kecil dulu. Cuma suka bikin pusing Samuel, Deni dan Papanya saja.
"Sudah cepat jalan, ngomong terus sih." kata Opa Baron lagi.
"Opon sama cucunya begitu." masih saja menjawab, kembali semua tertawa.
"Lama-lama Opon ikut juga nih." ancam Opa Baron.
"Oh ndak usah, Opon dirumah aja." langsung ditolak Balen.
"Dasar cucu..."
"Kesayangan." jawab Balen cepat sebelum Opon ucapkan durhaka, durjana dan yang lainnya. Semua kembali tertawa.
"Eh Baen udah ditinggal nih gara-gara Opon." Balen langsung berlari saat Richie menekan klakson, semua sudah menunggu di mobil.
"Aban ih ndak tungguin Baen." Omel Balen saat masuki mobil.
"Abang kan ngobrol sama Ichie dan Tori, Abang kira kamu ikuti kita." jawab Daniel apa adanya.
"Ih Aban lupain istri." cerocosnya bikin Daniel tertawa dan merangkul istrinya gemas.
"Tadi dijahili apa sama Ante?" tanya Daniel penasaran tanyakan kehebohan mereka bertiga tadi.
"Tidak untuk dibahas Uncle." Tori langsung saja menahan Balen agar tidak cerita.
"Oh yang tadi itu ya, lucu sih, tapi kata Ante rahasia kita berdua." jawab Balen pada Daniel.
"Berarti Abang boleh tahu dong kalau rahasia kita." tanya Daniel.
"Iya tapi Ichie ndak boleh tahu, tadi yang Tori sama Ante tahu karena Baen keceplosan." jawabnya bikin Daniel tunjuk telinganya agar Balen bisikkan apa rahasianya
"Itu yang kita mandi berdua." bisik Balen bikin Daniel terdiam sesaat, duh mesti berlagak acuh sepertinya karena harus jaga image di depan Tori yang seharusnya tidak tahu.
__ADS_1
"Uncle, aku keep silent." kata Tori sambil membuat gerakan seakan sedang mengunci mulutnya.
"Iya lah kan ada rahasia Tori juga." Balen terkekeh, bikin Tori panik saja Baen nih.