
"Jangan punya pikiran macam-macam, Bey, tadi hanya tidak sengaja bertemu teman lama Om, thanks handphonenya." kata Lucky serahkan handphone pada Belin.
"Ok, Om Lucky DAR-LING." Belin pasang wajah jahil menekankan kata darling. Lucky terkekeh sambil mengacak anak rambut Belin.
"Cemburuan kamu ternyata ya, Kia saja santai tidak pernah cemburu, kasihan Noah kalau kamu cemburuan begini." katanya menggoda Belin.
"Pokoknya kalau senyum-senyum tebar pesona aku pasti marah." jawab Belin. "Om Lucky belum tahu saja kalau Kak Kia sudah cemburu." sungut Belin, "Lagian om tadi tebar pesona aku lihat, kasihan Kak Kia." panjang ya Belin, Lucky langsung mencebik sambil tersenyum.
"Sama siapa Kia pernah cemburu?" tanya Lucky sok santai, padahal sekarang malah dia yang mulai sedikit panas hati bayangkan istrinya pernah cemburui pria lain, pasti orang yang special kalau begitu, batin Lucky.
"Malas ah bahasnya." jawab Belin tersenyum jahil lalu kembali sok sibuk bersama sahabatnya dan juga Billian.
"Bil, Om balik ya. Sudah kangen berat sama istri." kata Lucky sambil melirik Belin, spontan Billian menggelengkan kepalanya cepat.
"Beyin sana bahas sama Om Lucky dan Om Daniel masalah rumput laut." Billian mengusir Belin.
"Ada yang mau dampingi aku?" tanya Belin pada teman-temannya.
"Vina saja." jawab Billian cepat, Belin kernyitkan dahinya.
"Bang Michael sama Kak Pingkan ada urusan sama aku." kata Billian nyengir, cari alasan sengaja biar kedua Om nya bisa lebih mudah mengamati Vina.
"Yuk Vin." Vina segera beranjak ikuti Belin setelah berpamitan kepada teman-temannya.
"Kita balik ke ruangan deh." ajak Pingkan, "Billi mau bahas sesuatu ikut ke ruangan saja ya, tidak enak terlalu lama disini."
"Oke." jawab Billian cepat, ikuti Pingkan dan Michael beranjak perlahan.
"Lain kali saja deh, tidak penting juga yang mau aku bahas." kata Billian kemudian, ia menolak diajak ke ruangan, lebih baik bersama Belin dan Vina saja.
"Oke lah, kita duluan kalau begitu." kata Michael lambaikan tangan pada Billian lalu menunduk hormat pada Lucky dan Daniel.
"Gue disini dulu, nanti nyusul." Belin katakan pada kedua temannya, lalu ia dan Vina hampiri kedua Om nya itu.
"Apa yang bisa dibantu Om?" tanya Belin pada Lucky dan Daniel.
"Hari minggu kita sekeluarga akan ke Bandung naik kereta wisata, apa kamu dan Noah bisa bergabung?" tanya Daniel.
"Nanti aku tanya Noah, aku sih free." jawab Belin.
"Nah untuk ke Bandung kita perlu snack sehat, yang aman buat anak-anak dan orang hamil juga lansia." lanjut Daniel.
"Ada kripik rumput laut original, dijamin ketagihan dan tidak mengandung msg." Belin mulai promosi.
"Ok, selain itu?" Daniel terkekeh.
"Manisan rumput laut low carbo." jawab Vina.
"Sudah ready minggu?" tanya Belin, itu produk baru perusahaan mereka.
__ADS_1
"Ready, perlu berapa?" Vina sat set sekali, Billian senyum-senyum kagumi teman kantor Kakaknya itu.
"Atur saja Bey, perkiraan yang berangkat 28 orang sesuai kapasitas gerbong."
"Oke nanti Beyin atur, keduanya cukup ya mewakili manis dan gurih." Lucky menganggukkan kepalanya.
"Sebenarnya kalau hanya itu tinggal telepon aku Om jadi tidak usah repot kemari." kata Belin pada kedua Om nya.
"Kita sekalian mau lihat anak dan menantu memang tidak boleh?" tanya Daniel.
"Boleh dong Pap." Belin terkekeh langsung panggil Daniel Pap seperti C's memanggilnya.
"Ayo ikut Vin." ajak Billian.
"Ajak Vina berarti ajak Pingkan sama Michael." jawab Belin cepat.
"Iya ajak saja sekalian, gampang aku booking dua gerbong kok."
"Tuh vina lumayan liburan." kata Belin.
"Kamu saja belum pasti ikut, lagipula aku ada acara sama anak panti, rencana ajak mereka jalan juga tapi dalam kota." Vina menjelaskan.
"Ajak saja ke bandung anak pantinya, ada berapa orang?" tanya Daniel.
"Sekitar lima belas orang Om."
"Beneran Om?" tanya Billian senang, Daniel anggukan kepalanya.
"Yuh beres ya Vin, gue list nih." kata Billian.
"Ok." Vina tersenyum.
"Kalau begitu kami pamit ya, terima kasih." Daniel segera beranjak.
"Sorry terlambat." Daniel kembali duduk saat Noah datang dengan nafas tersengal.
"Wah hampir lupa kalau kamu kita undang kesini." kata Daniel tertawa sendiri karena lupakan Noah. Inginnya cepat pulang saja karena ingat istri dan anaknya.
"Kalau begitu aku ijin kembali keruangan ya." kata Vina pada Belin.
"Ya lo sendiri dong Vin?"
"Sini gue antar ke lift." Billian tawarkan diri.
"Ya sudah sana Bil, biar tidak diambil orang." Lucky menggoda Billian yang delikkan matanya, takut ketahuan kalau dia suka Vina, sekali lagi Belin kerutkan dahinya, Billian agak aneh menurut Belin, biasanya dia mana pernah peduli, tapi tidak berani ambil kesimpulan juga kalau Billian suka Vina.
"Kamu ada acara weekend ini, Noah? Balen ngidam naik kereta dan kulineran di Bandung, kita sewa kereta wisata." tanya Daniel pada Noah.
"Sebenarnya aku mau ke Singapore, tapi belum beli tiket juga, ya sudah ikut ke bandung saja, minggu depan baru ke Singapore." jawab Noah.
__ADS_1
Tak lama Billian yang sudah selesai antarkan Vina ke lobby pun kembali bergabung.
"Beyin sama Noah ikut Bil, ayolah kita pulang, urusan kamu sudah selesai kan?" tanya Daniel.
"Sudah Om, ayo." Billian tidak duduk lagi.
"Urusan apa? naksir Vina lo ya?" tembak Belin pada adiknya.
"Menurut lo, gue cocok sama Vina tidak?"
"Cocok." jawab Noah mewakili Billian sambil tertawa.
"Main cocok saja." protes Belin.
"Ayo lah sudah sore, kita sepakat cocok." kata Lucky tidak sabar ingin segera pulang.
"Ya boleh di proses dari sekarang." sahut Daniel, Billian cengar-cengir.
"Beneran Billian naksir Vina?" tanya Belin tidak percaya.
"Sepertinya begitu." jawab Daniel yang sudah berdiri.
"Billi?" tanya Belin.
"Gue sih tergantung senior, kalau mereka setuju gue maju." jawab Billian sok iye.
"Adik perlu bantuan kakak?" tanya Belin terkikik geli.
"Bagaimana Om?" minta pendapat Om, Noah jadi ikut terkikik geli.
"Maju sendiri dulu lah, kalau mentok baru minta bantuan." jawab Lucky.
"Baiklah, nanti dikereta jangan ada yang ganggu aku sama Vina ya, kita mau fokus sama anak panti." kata Billian pada semuanya.
"Oke." jawab Noah, Daniel dan Lucky bersamaan, semua mendukung Billian.
"Paling C's yang ganggu." jawab Noah terkekeh.
"C's membantu, tidak akan ganggu." jawab Daniel yakin.
"Apaan tuh dekati cewek minta bantuan." Belin mencibir.
"Maaf ya lagi tidak mau berdebat." jawab Billian.
"Memang tidak bisa usaha sendiri sampai harus bawa dua Om?" tanya Belin jahil.
"Cuma minta penilaian ya, sejak jadi istri Bang Noah jadi bawel deh, Bang." adu Billian semua jadi tertawakan Belin.
"Baiklah sampai bertemu weekend." kata Daniel menutup pertemuan hari ini.
__ADS_1