Because I Love You

Because I Love You
EP 77 - Regret


__ADS_3

Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.


Happy reading! ^^


_____________________________________


Saat hendak berjalan menuju lobby pengadilan, Ivanna dan yang lainnya terkejut dengan kemunculan banyak wartawan yang menunggunya disana.


Ivanna enggan untuk menangapi pertanyaan dari media dan orang lain. Saat ini, dia masih tidak mau mengingat ulang apa yang terjadi kepada dirinya hari itu. Karna hal itu sangat membuatnya menderita. Ia kehilangan Max karna hal tersebut. Chandra dan Memet dengan segera menghadang para media tersebut.


"Ikut aku aja." ajak Max.


"Ayo, kita pergi." ajak Evan.


Ajak kedua pria itu pada Ivanna dengan mengulurkan tangannya. Dengan segera, Ivanna meraih tangan Evan dan pulang bersama Evan lewat pintu belakang.


Evan mengantarkan Ivanna kembali ke rumahnya dan menenangkannya. Ivanna memang berhasil membuat Reiner mendapatkan hukumannya, namun disatu sisi, ia juga merasakan sakitnya menerima ini semua. Ivanna menangis dihadapan Evan.


"Nangis aja, ga masalah, Van. Lo akan tenang." ucap Evan memeluk Ivanna yang baru turun dari mobilnya.


"Gue kehilangan Max karna hal ini, Van. Nyokap dia ga setuju sama gue karna menganggap gue ancaman untuk Max dan membawa pengaruh buruk." kata Ivanna mengungkapkan masalahnya.

__ADS_1


"It's okay, Van. Mungkin nyokap Max belum paham situasinya saat itu. Lo ga membahayakan Max ko." jawab Evan.


"Semuanya udah selesai."


"No, semuanya baru akan dimulai. Dengar, Van, lo itu gadis terkuat yang pernah gue temui. Gue yakin suatu saat nanti lo akan mendapatkan kebahagiaan lo kembali. Lo pasti bisa melewati semua ini." ujar Evan menenangkan Ivanna.


"Thanks, Van. Lo berbeda dari Memet dan Chandra." ucap Ivanna.


Memang Evan berbeda dari Memet dan Chandra yang menganggap Ivanna hanya seorang sahabat ataupun rekan kerja. Tidak seperti Evan yang menaruh hati pada Ivanna sejak dahulu. Hanya saja, Evan tidak berani mengungkapkan perasaannya karena ia tidak mau persahabatan mereka menjadi rusak. Evan sangat peduli jika menyangkut Ivanna.


"Sudah masuk sana, istirahat. Hari esok pasti akan lebih baik." kata Evan.


Saat Ivanna hendak berjalan masuk ke dalam rumahnya dan Evan masuk ke dalam mobilnya, Vanessa datang menghampiri Ivanna. Sontak dengan segera Evan turun kembali dan melindungi Ivanna.


"Ini nyokapnya Max, Van." jawab Ivanna.


"Mau perlu apa tante ke rumah Vanna?"


"Bisa tolong tinggalkan kami berdua?" tanya Vanessa pada Evan.


"Ga bisa! Ivanna adalah tanggung jawab saya!" saut Evan.

__ADS_1


"Evan, ga papa. Lo pulang aja. Gue baik baik aja." suruh Ivanna.


"Yakin lo ga papa?" tanya Evan lagi.


"Yakin, Van. Sudah sana. Take care! Jangan ngebut!" ucap Ivanna.


Akhirnya Evan meninggalkan mereka berdua disana dan pulang ke rumahnya.


"Ivanna, tante ke sini mau minta maaf pada kamu." ucap Vanessa.


"Minta maaf untuk apa ya, tante?


"Tante minta maaf kalau selama ini tante salah paham dan menilai kamu salah. Kamu tau? Tante sangat terpukul melihat keadaan Max seperti sekarang. Memang dulu tante yang menyuruh Max untuk menjauhi kamu, tapi sekarang tante sadar kalau tante salah, Van."


"Tante, Vanna paham perasaan tante. Dan Vanna juga sudah memaafkan tante. Aku juga mau minta maaf sudah membuat tante khawatir pada Max yang terluka saat itu bahkan hampir membuatnya terbunuh."


"Max bisa bertahan dalam kondisi itu karna adanya kamu, Van. Tante merestui hubungan kalian."


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?

__ADS_1


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2