
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
Biar lebih asik. Ini aku berikan visual di awal ya! enjoy this story!
_____________________________________
Saat tengah malam, Ivanna terbangun karna terdengar suara yang mengganggunya. Dan ternyata Max terjatuh dilantai.
"Ya Tuhan! Max? Kamu bisa bangunkan aku saat butuh apapun."
"No, aku ga mau menganggu tidurmu ditengah malam."
"Kamu mau ke kamar mandi?" tanya Ivanna yang di jawab anggukkan oleh Max.
"Ayo biar aku bantu."
"Ga papa aku bisa sendiri."
"Sudahlah. Kamu itu terluka karna aku. Biar aku bantu kamu kali ini."
Akhirnya, Max menyerah dan membiarkan Vanna membawanya ke dalam kamar mandi.
"Aku tunggu di luar. Kalau sudah selesai, panggil saja aku." ucap Ivanna.
Dan tak lama, Max sudah selesai. Ivanna membantu Max untuk tidur kembali. Max menutup matanya dan Ivanna berada disampingnya.
"Aku juga menyukaimu, Max! Bahkan saat aku masih anak anakpun, aku sudah menyukaimu. Selama ini aku sadar bahwa aku menyukai dan mencintaimu bukan sebagai kakak, tetapi sebagai seorang laki laki. Maafkan aku yang ga bisa jujur sama kamu, Max." ujar Ivanna ketika mengetahui Max sudah tertidur.
"Selamat tidur, Maximillian! Aku mencintaimu, selalu." ucap Ivanna yang mencium kening Max.
Ivanna tidak mengetahui bahwa saat itu Max belum tertidur sama sekali. Dia hanya tidak mau membuat Ivanna menjadi tidak nyaman dengannya.
__ADS_1
######################################
Sinar mentari pagi memenuhi kamar inap Max. Ivanna pun mulai mengejapkan matanya.
"Good morning, sayang!" ucap Max yang sedang diperiksa oleh dokter.
Ivanna terkejut dengan sapaan Max.
"Dok, kekasih saya cantik ga?" tanya Max pada dokter yang memeriksanya.
"Kalian cocok bersama. Max tampan, dan pacarnya cantik." saut dokter.
"Saya bukan pacarnya dia, dok." aku Vanna.
"Ah, maksud saya calon istrinya Max." jawab dokter untuk membenarkan perkataannya tadi.
"Hah?"
"Kamu beruntung nona, memiliki kekasih seperti Max yang bahkan rela mengorbankan nyawanya sendiri demi kamu."
"Sepertinya dokter tidak tau apa apa akan hal ini." ucap Ivanna.
"Baiklah. Max kamu boleh pulang besok. Tapi ingat, dirumah, kamu harus beristirahat agar lukamu itu pulih lagi."
"Ok, saya permisi dulu."
*
Saat siang hari, Ivanna mulai merasa lapar.
"Max, aku ke kantin yah, lapar...." ucap Ivanna.
"Kamu makan saja makananku, itu."
"Makananmu itu untuk orang sakit, Max. Dan aku orang sehat. Aku akan cepat kembali."
"Baiklah. Jangan lama lama. Dan belikan aku makanan yang lain juga. Bosan aku makan makanan dari rumah sakit yang hambar ini." kata Max.
"Okay tuan muda."
__ADS_1
Ivanna pun berjalan menyusuri lorong rumah sakit untuk sampai ke kantin. Namun, Ivanna malah bertemu dengan sosok yang sangat tidak ingin ia lihat untuk saat ini, yaitu Reiner.
"Vanna!" panggil Reiner.
Ivanna bertingkah seolah olah tidak terjadi apapun juga.
"Hey! Van, kenapa kamu disini?"
What? Suara ini? Suara ini mengingatkan Vanka akan kejadian terkelam dalam hidupnya yaitu penculikan yang terjadi beberapa hari yang lalu. Namun, dengan sangat kuat, Ivanna menahan semua perasaannya saat ini.
"Pak Reiner? Bagaimana bapak bisa disini?" tanya Ivanna.
"Kamu itu menggemaskan sekali sih. Aku bertanya dan kamu jawab dengan pertanyaan lagi."
"Oh, maaf pak. Saya kurang fokus."
"Wajahmu kelihatan kelelahan, Van. Kamu kenapa disini? Sakit?" tanya Reiner.
"Bukan saya pak yang sakit, tapi Max."
"Oh ya? Max kenapa? Sakit apa?" tanya Reiner yang berpura pura.
"Max tertembak pak."
"Ko bisa?"
"Maaf saya lagi tidak mau membahas itu sekarang. Bapak sendiri dirawat disini?" tanya Ivanna.
"Yah aku sudah beberapa hari disini karna kecelakaan. Dan sekarang aku sedang melakukan fisioterapi."
"Maaf saya tidak tau, pak. Semoga pak Reiner cepat pulih yah. Maaf saya tidak bisa berlama lama karna Max juga menunggu saya diatas."
"Baiklah, aku dirawat di ruang Lily 2. Bila kamu ada waktu, kunjungilah aku."
"Ah baik terimakasih atas tawarannya." jawab Ivanna yang segera pergi menuju kantin untuk membeli makanannya.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
__ADS_1
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰