Because I Love You

Because I Love You
Keren


__ADS_3

"Hua pedes betul, Aban." Balen langsung kepedasan saat mencoba racikan sop ikan milik Daniel.


"Kan sudah lihat banyak rawitnya, kamu mau coba juga." Daniel terkekeh pandangi istrinya.


"Racikan Baen ndak enak soalnya." katanya sedikit mengeluh, tidak bisa nikmati sop ikan karena bumbu-bumbu tersedia untuk diracik sendiri.


"Sini, Mama yang raciki." Mama Amel tersenyum langsung mengambil mangkok sop ikan milik Balen.


"Istri lu apa anak lu sih, Bang?" tanya Redi menggoda Balen.


"Ih Ledi, menyebalkan." dengus Balen bikin semua tertawa.


"Ante, punya Kia enak nih." Kia sodorkan mangkok miliknya untuk Balen coba.


"Aah banyak kecap begitu sampai hitam." Balen langsung gelengkan kepalanya.


"Oma, Beyin punya raciki juga ya." pinta Belin pada Mama Amelia.


"Tenang, nanti Oma raciki." Mama Amelia sibuk ladeni menantu dan cucunya yang kelakuannya setali tiga uang.


"Anak-anak Leyi manja semua, tidak ada yang mandiri." Redi gelengkan kepalanya.


"Siapa yang anaknya Ban Leyi sih, Baen adiknya tahu." bersungut kesal, Daniel tertawa saja dibuatnya.


"Redi, kamu terus saja menggoda Balen. Papa kira kalian disana sudah akur." Papa James tertawa.


"Akur sih Pa, tapi ya tetap seperti Tom and Jerry." kata Daniel sambil tertawa.


"Seru pasti disana ya Om?" tanya Alex pada Redi.


"Seru lah, ada mainan kita disana." jawab Redi tertawa memandang Balen.


"Enak aja Baen dibilang mainan." mendengus monyongkan bibirnya, mulai nikmati sop ikan yang diracik oleh Mama Amelia.


"Mama ini enak betul, Baen mau nambah." katanya padahal baru juga makan satu dua sendok.


"Iya habiskan dulu nanti boleh tambah." jawab Mama tertawa.


"Beyin juga mau nambah, Oma." bocah yang satu ikut-ikutan, semua tertawa saja jadinya.


"Benar kan Lex, Beyin kembaran Baen." kata Daniel tertawakan keduanya.


"Iya betul Om." Alex jadi tertawa geli melihatnya.


"Mama, ini resepnya apa sih, Mama tahu ndak? Baen mau belajar." Balen pikir siapa tahu di Ohio bisa masak saat di Ohio nanti.


"Mama sih bisa bikin, tapi mungkin tidak semirip ini. Nanti Mama ajari." jawab Mama Amelia sambil nikmati sop ikan miliknya.

__ADS_1


"Di Ohio bikin sop jengkol dong, Ante." kata Billian sambil tertawa.


"Ih siapa yang makan, Aban Daniel sama Ledi ndak suka jengkol, Baen ndak bisa masaknya ah, bau. Tapi Baen pernah makan sih cobain tester rendang jengkol waktu itu." jawab Balen tertawa.


"Bagaimana rasanya?" tanya Daniel ingin tahu.


"Kaya kentang aja." jawabnya santai.


"Agak mirip." Mama jadi tertawa.


"Tapi mana ada sih sop jengkol, Billian ngaco deh." kata Balen lagi setelah pikirkan sop jengkol


"Ya kali inovasi, produk baru." jawab Billian terkekeh.


"Yang laku itu kerupuk jengkol, rendang jengkol. Awet dan tahan lama soalnya. Malah ada pelanggan yang nekat makan saat sudah berjamur, Om sudah panik saja takut mereka keracunan, walaupun bukan salah kita kalau mereka kenapa-napa." kata Daniel ceritakan pengalamannya di Ohio.


"Wah nekat betul, kenapa mereka makan yang sudah berjamur Om?" tanya Panji penasaran.


"Karena barang baru belum datang, ada keterlambatan kapal merapat, nah stok dia dikulkas itu sudah terlalu lama, sudah muncul jamurnya, dia bersihkan dan dimakan loh." Daniel gelengkan kepalanya.


"Segitunya suka jengkol." Seto tertawa.


"Mungkin lagi pengen karena ya bisa juga makan daging terus kan. Jadi masakan Indonesia sih paling kita rindukan disana. Restaurant halal banyak tapi kebanyakan timur tengah gitu, Turki dan India punya." kata Kenan lagi.


"Pantas saja sampai belai-belain makan yang ada dikulkas." kata Kia, semua jadi tertawa.


"Tidak ah, kalau makannya susah lebih baik di Indonesia." jawab Kia tertawa.


"Tidak susah kalau bisa masak, kalau beli ya harus terima dengan menu yang tersedia." jawab Daniel tertawa.


"Aban, Baen kan mau belajar masak." kata Balen pada suaminya.


"Yah, tidak usah dipaksakan, sebisanya saja." jawab Daniel tersenyum.


"Yah Bang Daniel takut juga makan masakan kamu yang belum jelas rasanya itu Baen." Redi terkikik geli.


"Ck, Ledi kita ndak usah ke Jepang deh." ancam Balen bikin semua tertawa.


"Iya, aku sendiri saja yang ke Jepang, nanti aku minta alamat Ulan sama Bang Nanta." jawab Redi bercandai Balen.


"Eh Ledi, ndak bisa gitu dong, itu curang namanya. Baen kan mau bertemu Ulan juga." protes tidak merasa dikerjai Redi. Semua kembali tertawa lihat kepolosan Balen.


"Ante ini seumuran kita loh." kata Alex pada sahabatnya.


"Tapi dipanggilnya Ante?" Panji tertawa.


"Eh iya dong, kan Baen istrinya Aban Daniel." jawabnya, padahal dari dulu memang maunya menjadi Ante.

__ADS_1


"Ante, besok Tenis yuk." ajak Billian pada Balen.


"Eh Billian, Ante memang rencana begitu sama Om Daniel. Kamu juga mau, yuk. Lomba kita?" tantang Balen pada Billian.


"Yah tapi tidak usah pakai hadiah ya, masa mau cari sponsor lagi." Billian tertawa.


"Pakai hadiah dong, Beyin ikutan, Kak Kia juga kan? kita pakai coklat aja hadiahnya." kata Belin lagi mau ikut tapi pakai hadiah.


"Iya mau coklat import ya, yang topless besar." kata Billian pada adiknya.


"Oke." Balen setuju.


"Om ikut lomba, kalau menang tetap dapat coklat kan?" tanya Redi pada Billian.


"Hadiah berlaku untuk semua pemenang, tanpa terkecuali." jawab Billian semangat.


"Oke Opa ikutan?" tanya Belin pada Opa James.


"Tidak, Opa penonton saja." jawab Opa James tertawa. Ada saja ide mereka untuk seru-seruan.


"Oke siapa saja yang ikut nih? sementara baru aku, Om Daniel, Om Redi, Ante Baen, Kia, Beyin." kata Billian pandangi Alex dan sahabatnya.


"Kami nonton saja." jawab Alex tertawa, ia dan sahabatnya tidak terlalu kuasai Tenis.


"Dukung aku ya Bang Alex, Kak Seto dan Kak Panji." kata Belin pada ketiganya.


"Iya dong, Abang dukung kamu sama Kia." jawab Alex.


"Kalau lomba taekwondo tidak ada lawannya disini, kita tidak ada yang bisa." kata Balen tertawa pandangi Alex dan sahabatnya.


"Kata siapa tidak ada yang bisa, Om Daniel sudah sabuk hitam loh." Alex beritahukan Balen.


"Iya, Ban?" bertanya karena memang tidak pernah lihat Daniel latihan taekwondo.


"Iya." Daniel tertawa.


"Duh tambah keren aja suami Baen." langsung memeluk suaminya bangga. semua tertawakan Balen.


"Ichie ndak bisa taekwondo, berarti lebih keren suami Baen dari suami Tori nanti." kata Balen tertawa senang.


"Ichie bisa basket kan, Abang tidak bisa." jawab Daniel tertawa.


"Iya Om Ichie juga bisa Volleyball, Ante." Kia ingatkan Balen.


"Oh iya, tetap sama-sama keren kalau begitu." Balen kembali tertawa.


"Berarti kita kurang keren ya, cuma bisa taekwondo." kata Alex sambil tertawa pada sahabatnya.

__ADS_1


"Ih Baen ndak bilang begitu." Balen jadi tidak enak hati, semua pun kembali tertawakan Balen.


__ADS_2