Because I Love You

Because I Love You
Abang


__ADS_3

"Ledi Dei." Balen langsung lambaikan tangan pada Redi yang sedang bersama Amora anak semata wayangnya, menunggu Ulan yang ambilkan makanan untuk mereka. Redi hampiri Balen dan yang lainnya.


"Ante Baen." panggil Amora pada Balen, langsung ulurkan tangannya minta dipangku oleh Ante kesayangannya.


"Ante sini ya?" tanya Amora.


"Di sini?" tanya Balen, Amora anggukan kepalanya.


"Maksudnya kamu sekarang tinggalnya disini Baen, di Jakarta." Redi terjemahkan maksud Amora.


"Oh iya, Ante sama Om Daniel dan Abang C's tinggal di Jakarta loh." kata Balen pada Amora.


"Moa dong Jepang." katanya bikin Daniel yang duduk disebelah Balen terkekeh.


"Siapa bilang di Korea?" Daniel menggoda Amora.


"Om..." panggil Amora.


"Iya sayang."


"Om Jepang dong?" katanya, Balen tertawa, bingung sendiri maksud Amora.


"Om tinggal di Jepang dong." Redi kembali terjemahkan maksud anaknya.


"Om mau dekat Mamon, Papon, Oma D


Dan Opa." jawab Daniel.


"Mamon." Amora tersenyum senang pandangi Nona.


"Cantik kamu ya kaya boneka." Nona mengusap bahu Amora sambil tersenyum.


"Amora kamu tidak rindu Cayi?" tanya Balen tunjuk Charlie di kolam berenang, Amora anggukan kepalanya, lalu menepuk bahu Cadi sambil nyengir.


"Rindu aku juga ya?" tanya Cadi sambil minum temulawak, tadi sudah dijelaskan kalau itu bukan untuk bikin tertawa sendiri dan minuman itu bukan bagian dari pelawak.


"Iya, Cadi minum apa?" tanya Amora.


"Vitamin temulawak, mau?" tanya Cadi, Amora gelengkan kepalanya.


"Abang dong Moa, jangan biasakan panggil nama saja." Redi ingatkan Amora.


"Umur mereka hanya selisih sedikit." Balen membela Amora


"Tetap saja harus panggil Abang." tegas Redi.


"Baiklah." Balen terkekeh.


"Abang?" tanya Amora.


"Ya, kamu harus panggil C's Abang ya, jangan hanya nama." tegas Redi.


"Oke, Abang Cadi." Amora tersenyum.


"Ih kok aku jadi Abang." Cadi tertawa geli.


"Memang kamu kan lebih tua." jawab Redi.


"Uncle aku saja panggil Chandra dan Cayi tidak pakai Abang."


"Seharusnya Abang lah." jawab Redi.


"Tidak usah deh, kan kembar tiga." jawabnya bikin semua tertawa.


"Abang, scramble..." rengek Cadi pada Billian.


"Ok, tunggu ya." Billian terbahak segera berdiri.


"Abang ikut." pinta Amora pada Billian.

__ADS_1


"Aku juga ikut deh." Cadi tidak mau kalah, segera beranjak dan ulurkan tangan pada Amora.


"Moa, di Jakarta lama kan?" tanya Cadi pada Redi.


"Satu bulan." jawab Redi.


"Asik."


"Tapi tiga hari kedepan kami ke Malang." Redi menjelaskan.


"Pap, kita juga dong." pinta Cadi.


"Opon saja ada disini." kata Daniel tunjuk Opa Baron yang baru saja muncul bersama Oma Mita.


"Kita antarkan Opon pulang, iya kan Mamon." Cadi tersenyum pada Nona.


"Kita lihat nanti ya." jawab Nona.


"Mana Kenan?" tanya Baron pada Nona, lebih rindu menantu dari pada anaknya.


"Tadi sih masih di kamar, sebentar lagi juga turun." jawab Nona.


"Nah itu Papon." tunjuk Balen pada Kenan yang baru saja datang sambil mengelap keringatnya, sepertinya habis jalan pagi.


"Dari mana?" tanya Baron.


"Jalan pagi sama Nanta, Bima dan Aca." jawab Kenan, salami mertuanya.


"Nah Cadi, Papon saja..." Opa Baron tidak jadi bicara karena Cadi ternyata sudah tidak ada ditempat.


"Lagi ambil makan dia, Opon mau bilang apa?" tanya Balen ikut salami Opa Baron, Daniel mengikuti.


"Mau bilang, Papon saja Salam, malah sudah pergi dia." Opa Baron terkekeh.


"Yah Cadi pasti nanti salam, konsentrasi sama makanan dulu dia." Daniel terkekeh.


"Tiga hari lagi." jawab Redi.


"Mama dan Papamu ikut?" tanya Opa Baron.


"Ikut dong, manfaatkan waktu bersama, Redi hanya sebulan di Indonesia." jawab Redi.


"Iya ya, kapan lagi bisa bersama orang tua." Opa Baron tersenyum.


"Papon mau makan apa, Baen ambilkan."


"Tidak usah tuh pegawai kamu tadi sudah tanyakan mau apa, nanti mereka antar." jawab Opa Baron.


"Papon?" tanya Balen pada Kenan.


"Papon sudah pesan jus." jawab Kenan, seperti biasa pagi perutnya hanya diisi buah potong atau jus murni.


"Mamon pindah kesana ya." kata Nona pada Balen dan Daniel, ajak suami dan Papa juga Mama sambungnya ke meja sebelah.


"Mam, Pap." Chandra yang sudah selesai berenang langsung memeluk Daniel dan Balen bergantian.


"Dingin sekali, sudah pakai cajuput?" tanya Balen.


"Belum." jawabnya.


"Ini punyaku?" tanya Chandra.


"Iya." jawab Balen.


"Uncle." Chandra hampiri Redi lalu salami adik Papanya itu.


"Kamu tambah handsome boy." Cadi menepuk bahu Chandra.


"Pap's face." jawabnya tunjuk wajahnya.

__ADS_1


"Ya seperti kembar kalian." Redi terbahak.


"Curang ya." sungut Balen, Daniel jadi ikut terbahak.


"Mana Cayi?" tanya Balen.


"Masih mandi, itu Kate." tunjuk Chandra.


"Kate, come here." panggil Balen, Kate hampiri Balen sambil tersenyum.


"Bagaimana? sudah bisa berenangnya?" tanya Balen.


"Sedikit saja, lumayan lah." jawab Kate nyengir. "Kapan latihan lagi?" tanya Kate pada Chandra.


"Nanti tanya Cadi saja ya, tadi aku hanya gantikan Cadi karena dia kedinginan." jawab Chandra.


"Tumben kedinginan." Redi terkekeh.


"Kelaparan dia." jawab Daniel nyengir.


"Kalian makan ya, sana bawa makanannya pindah ke meja itu, disini tidak muat." kata Balen pada Chandra.


"Masih muat Mam." Chandra tunjuk bangku kosong.


"Nanti ada Ante Ulan sama Moa." jawab Balen.


"Moa duduk di sini juga ya." pinta Chandra pada Redi.


"Iya nanti duduk sama kalian saja." jawab Redi. Ulan pun datang bawakan makanan yang dimau Redi.


"Kok lama?" tanya Balen.


"Antri scramble eggs nya." jawab Ulan.


"Seperti Cadi saja." Balen tertawa lihat menu yang dimakan Redi.


"Sudah tahu kan kelakuan Cadi menurun dari mana?" tanya Daniel.


"Ledi Dei ya?" Balen terbahak.


"Iya kombinasi antara Redi sama kamu." jawab Daniel, Balen langsung tos sama Redi.


"Duh Baen, kelakuan anakmu seperti kita, apa tidak memukau ya, perpaduan yang sempurna." komentar Redi bikin mereka terbahak.


"Manis-manis hancur gitu." jawab Balen.


"Enak saja hancur, menggemaskan." jawab Redi tidak mau dibilang hancur.


"Ledi, Cadi genit loh, nanti lihat deh." kata Balen pada Redi.


"Genit bagaimana?" tanya Ulan.


"Nanti saja kamu lihat." jawab Balen.


"Uncle, Ante." Charlie yang sudah mandi dan berganti pakaian hampiri Om dan Tantenya.


"Miss you so much." kata Cayi bikin Ulan meleleh.


"Cayi, Ante miss you too." jawab Ulan tersenyum manis.


"Aku makan dulu ya, duduk disana boleh kan." ijin Charlie pada Mama dan Papa.


"Iya, sapa dulu Opon tuh." tunjuk Daniel.


"Oh iya tidak lihat." Charlie terkekeh.


"Chandra sudah Salam Opon?" tanya Charlie.


"Sudah." jawab Chandra, Charlie segera menuju meja Opon, salami semua yang ada disitu. Bahkan sempat duduk dipangkuan Kenan sebentar, dasar saja Papon yang selalu merindukan cucunya, terus saja memeluk erat Charlie sambil asik ngobrol, sampai cucunya bilang lapar dan minta ijin makan dulu baru dilepaskannya.

__ADS_1


__ADS_2