
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
"Thanks!" ucap Ivanna pada Max.
"Tadi mau bicara apa? Ayo ikut!" ajak Max ke Ivanna.
"Tunggu!"
"Pelan pelan aja!" suruh Max kepada Ivanna yang menyusul Max berjalan.
Tibalah mereka di kantor perkebunan yang menjadi ruang kerja Max.
"Duduklah." ucap Max.
"Max, aku mau nanya, kamu ini kenapa?"
"Kenapa gimana?"
"Kamu berubah!"
"Ivanna Arabelle! Gue bukan power ranger yang bisa berubah!" saut Max.
"Kak Nat dan kak Ben bilang lo berubah, Max! Gue mau tau kenapa lo sekarang menjadi diktaktor dan workaholic?"
"Mungkin gue lagi puber kali!"
"Lo sudah terlalu tua untuk puber!" sinis Ivanna pada Max.
__ADS_1
"Lo mau tau alasan gue berubah?" tanya Max.
"Ya!" jawab Ivanna.
"Gue berubah itu karna lo! Lo yang awalnya merupakan sumber semangat gue, tiba tiba pergi disaat gue butuh lo, Van! Dan saat gue bilang cinta ke elo, lo lari!" jelas Max.
"Gue bukan bermaksud untuk lari ataupun pergi dari lo, Max. Gue melakukan ini juga karna gue punya alasan."
"Apa alasan lo?" Max mempertanyakan ucapan Ivanna.
"Hoekkk hoekkk!"
Secara tiba tiba, Ivanna menjadi sangat mual dan pusing. Ia segera beranjak ke toilet yang ada diruangan Max.
"Hey, lo kenapa?" tanya Max.
Ivanna terus menerus memuntahkan isi perutnya yang bahkan kosong.
Ivanna pun kebingungan karna ia baru kali ini merasakan mual yang amat sangat mengusiknya dan pusing pada kepalanya ini.
"Bukan." jawab Ivanna.
"Bukan apanya? Lo pergi dan lari dari gue karna lo sangka lo itu lagi hamil?"
"Bukan itu Max!" jawab Ivanna.
"Lo sendiri yang minta ke gue untuk tanggung jawab kalau lo hamil, Van!" teriak Max.
"Bukan ini alasan gue!" bentak Ivanna pada Max.
Ivanna mengeluarkan air matanya ketika harus berurusan dengan Max. Ia merasa sangat tidak berdaya untuk menjelaskan semuanya pada Max.
__ADS_1
Secara tiba tiba pintu ruangan Max terbuka dan muncullah sosok William.
"Ivanna hamil? Anak kamu, Max?" tanya William yang ternyata mendengar dari balik pintu ruangan Max.
"Uncle?" Ivanna terkaget karna tiba tiba William datang dan juga mendengar percakapan mereka.
"Pah, aku bisa jelasin semuanya...." ucap Max.
"Max! Papa ga mengajarkan kamu untuk menjadi liar seperti ini, Max! Apa yang harus papa bilang ke mama? Papa bisa menutupi kecelakaanmu waktu itu, sedangkan ini? Apa ini?"
"Pah, Max dan Ivanna ga ada hubungan apa apa...."
"Ga ada hubungan apa apa kamu bilang? Ivanna hamil, Max! Jika itu bukan anakmu anak siapa?"
"Uncle, Ivanna ga hamil." ucap Ivanna.
"Berhenti berbohong padaku, Ivanna! Jawab dengan jujur, anak siapa yang ada dikandunganmu?" tanya William pada Ivanna.
"Uncle, aku bilang aku ga hamil."
"Apa kamu pernah melakukannya dengan Max? Kamu pernah tidur dengan Max?"
Ivanna terdiam mendengar pertanyaan William. Ivanna memang merasa bahwa ia pernah tidur bersama dengan Max. Namun ia sendiri bahkan tidak tau apakah sekarang ia sedang hamil atau tidak. Sedangkan Max, dia tau betul bahwa tidak ada hal apapun yang terjadi pada malam itu.
"Sekarang juga kita ke rumah sakit!" ucap William.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰