
Aca menyebarkan foto bayi Balen dan Daniel ke group keluarga.
Alhamdulillah Papon punya cucu perempuan.
itu yang Aca tulis, Billian pun lakukan hal yang sama dengan Aca. Mereka hanya kirimkan foto salah satu dari bayi yang ada, karena baru satu bayi yang terdekat dengan mereka.
Kenapa cuma satu? jadi lahir kembar kan? *Raymond.
Yang baru ready satu. *Aca
Yang lain masih di perut atau bagaimana? *Lucky
Ada deh. *Bima
Kesini dong Om, jadi tahu baby ada berapa. *Bima
Nanti agak sore kesana, kerja dulu, Bang Daniel kan libur. *Lucky
Oke Om. *Aca
Mirip siapa baby twin? *Mamon
Tidak tahu, lihat sendiri ke sini Mamon, aku tidak mengerti mirip siapa, pengennya sih mirip aku. *Aca
Alhamdulillah, setelah C's bangun, Papon dan Mamon segera kesana, masih bobo ini mereka, Chandra bagaimana? *Papon
Aku sekeluarga ke Jakarta pagi ini, sama Opon dan Oma Mitha. *Richie
Chandra aman Papon, tidak mau pulang padahal sudah aku ajak. *Bima
Om Ichie di tunggu, kejutan nih kejutan. *Aca
Kejutan kenapa? *Richie.
Kalau dikasih tahu bukan kejutan dong, ish. *Bima
Anak siapa sih nih berdua, pada Rese? *Richie
Anak akuuuu dong. *Nanta
Seperti anak Papa Lemon. *Richie
Kutukan menyilang memang begitu. *Raymond
Papa Lemon please deh, tidak mau kena kutuk ish. *Aca
Maksudnya tingkah pola keturunan Dwi Nina itu selalu menyilang, anak Reza kelakuan kaya Kenan, anak Nanta kelakuan kaya Raymond, Anak Kenan kalem seperti Reza, Anak Raymond jumpalitan seperti Balen, jangan heran deh. *Roma
Mama Yom, bawakan makanan dong, lapar. *Aca
Memang tidak ada kantin disana? *Roma
Mau masakan Mama Yom. *Bima
Anak Dania sukanya masakan Roma, anak Roma suka masakan Mamon๐ *Roma
Anak Kenan suka masakan Bunda Kiki. *Kiki
Kalau itu sih istri Kenan juga suka๐๐ *Nona
Mau bikin kuis nih yang jawabannya salah kasih aku hadiah ya, aku mau jam tangan yang kemarin aku share gambarnya. Berapa kah jumlah anak Daniel dan Balen. *Bima
Mulai deh Bima kelakuan ๐ *Roma
__ADS_1
Ayo Mama Yom, jawab. *Bima
Gue jawab ya. *Aca
Aca gue slept nih. *Bima
๐๐๐๐ *Aca
Lima lah *Roma
Empat *Raymond
Asik dapat dua jam *Bima
Teeeet... waktu habis, hadiah ditunggu hari ini juga. *Bima
Cucu om Kenan nih kelakuan๐คฃ๐คฃ๐คฃ *Raymond
Kalau Lima saja Salah, anaknya berapa Bimaa??? *Roma
Enam. *Bima
Jangan bercanda Bima. *Dania
Beneran Manta.
Handphone Bima dan Aca berdering bersamaan, group keluarga lakukan sambungan video.
"Yang benar cucu Mamon berapa yang keluar?" tanya Nona langsung pada Bima.
"Iya Bima kamu jangan bercanda terus." Kenan ikutan penasaran.
"Kembar tiga Papon." Aca menjelaskan.
"MasyaaAllah, Allah kasih bonus banyak betul, Alhamdulillah." Kenan langsung berkaca-kaca.
"Alhamdulillah sehat Oma, komplit. Perempuan semua." Bima ikutan berkaca-kaca, semua jadi mengharu biru, apalagi Roma yang tiba-tiba sesenggukan.
"Mama Yom kenapa?" tanya Aca.
"Mama Yom bahagia." jawab Roma sambil menangis.
"Harusnya tertawa bukan menangis." Nanta menggoda Roma.
"Kamu juga nangis Nanta, mata kamu merah tuh, dasar tidak jujur." tunjuk Roma pada Nanta.
"Mana ada, aku sama Dania mau ke rumah sakit pagi ini, sudah pindah ke ruang rawat belum?" tanya Nanta.
"Sudah Panta, Ante lagi bobo."
"Baby sudah diruangan?"
"Aku belum cek lagi, Om Daniel juga bobo."
"Ya sudah Panta jalan sekarang."
"Nanta jemput Abang sekalian." pinta Raymond.
"Ok Bang."
"Aku sama Kia nanti sore ya." Lucky buka suara.
"Iya sayang." jawab Raymond, langsung semua bersorak.
__ADS_1
"Segitu sayangnya sama menantu." goda Dania sambil terbahak.
"Dari dia bocah juga sudah gue sayang-sayang." jawab Raymond terbahak.
"Iya aku suka diajak Bang, eh Papa nonton dulu." jawab Lucky terkekeh.
"Jadi Bang apa Papa nih?" tanya Nanta terbahak.
"What ever, cepat jalan Nanta, gue mau peluk Baen." Raymond tidak sabaran sementara Nona dan Kenan sudah matikan sambungan telepon tanpa ucapkan satu katapun, mungkin begitu mendengar dapat cucu tiga langsung tidak sabaran ingin segera sampai diruangan Balen di rawat.
"Tidur?" tanya Papa James pada Billian saat melihat Balen yang pulas dikasurnya, sementara Daniel pun pas sambil memeluk Chandra di kasur yang tersedia untuk keluarga pasien.
"Pada capek Opa, barusan Ante kebingungan mau kasih asi." bisik Billian yang dari tadi menemani baby triplets berbaring di ranjang bayi.
"Kasihan Baen." Mama Amelia mengusap lembut dahi menantunya.
"Jadi bagaimana kalau tiga begini kasih asinya?" tanya Papa James.
"Dibantu perawat tadi." jawab Billian seperti yang paling paham saja.
"Ayah sudah tahu?" tanya Papa James.
"Ayah sama Nami sarapan dikantin, di temani Om Redi."
"Kamu tidak ikut sarapan, sana susul mereka jangan sampai kamu telat makan."
"Aku mau ke kantor Oma, sudah ada Opa dan Oma disini, aku berangkat ya?" ijin Billian pada Opa dan Omanya.
"Hati-hati Billian, cepat cari pasangan biar bisa menyusul Om kamu nih, Daniel bisa dapat enam anak, kamu harus tujuh loh nanti." Papa James bikin Billian kerutkan keningnya samb nyengir lebar.
"Bisa lah." Mama Amelia malah tambah-tambahi bikin Billian bergidik.
"Menyalahk aturan Pemerintah kalau begitu Oma." jawab Billian.
"Loh dari awal sudah salah kok, Oma sama Opa saja dapat tiga padahal saat bikin di biayai negara." jawab Mama Amelia terkikik geli.
"Idih Oma aku dibawah umur loh." Billian ikut terbahak dengar ocehan Oma nya.
"Tapi benar itu, Opa sama Oma kan sering tugas keluar kota." jawab Papa James.
"Satu anak tidak ditanggung negara ya." Billian tertawa.
"Makanya tidak masalah mau dua, tiga, enam, sebelas pun Opa terima dengan bahagia."
"Ampuun Opa, aku tidak mau bersaing dengan Om Daniel." Billian gelengkan kepalanya.
"Papa, Mama sudah lama?" Daniel terbangun karena dengar ocehan-ocehan berseliweran ditelinganya.
"Baru, kamu tidur lagi saja." Daniel malah perlahan beranjak, tidak ingin bangunkan Chandra, sekalian mau lihat istrinya.
"Om nih baby udah lihat?" Bima tunjuk baby triplets yang tampak anteng di box bayi.
"Ya ampun kapan diantar kesini? kenapa tidak kasih tahu Om." Daniel tidak jadi hampiri Balen, malah dekati anaknya.
"Mirip siapa ini Ma?" tanya Daniel pada Mamanya.
"Sepertinya mirip kamu?" jawab Mama Amelia perhatikan cucunya.
"Hiks..." semua terkejut dengar Balen menangis.
"Kenapa sayang?" Daniel segera dekati istrinya.
"Masa ndak ada satupun yang mirip Baen?" lagi-lagi Balen menangis karena anaknya tidak ada yang mirip dengan Balen, padahal sudah tiga yang keluar.
__ADS_1
"Sayang, masih berubah kan mukanya kita belum tahu " Daniel tenangkan Balen.
"Mama... emang iya nanti berubah, dulu C's juga Aban bilang begitu, sampe besar mirip Aban semua." Balen merengek, Billian cekikikan Ibu enam anak masih saja merengek seperti bocah.