
Sesudahnya Tori senyum-senyum sendiri pandangi cincin imitasi yang disematkan Richie di jarinya tadi.
"Kalau mandi dilepas nanti warnanya berubah." pesan Bima pada Tori.
"Kalau keringatan buru-buru di lap." kata Aca lagi. Semua tertawakan Tori yang tampak bahagia meskipun yang melingkar di jarinya bukan barang mewah. Tidak pedulikan celotehan yang keluar dari mulut geng rusuh.
"Om Ichie, punya Lima juta padahal, tapi malah kasih cincin imitasi." Kia mencibir.
"Bukan masalah Kia, yang penting Ichie sudah usaha." jawab Tori senyum bahagia.
"Beneran usaha Om, bukannya..." Shaka cari gara-gara mau buka rahasia kalau yang beli cincin tadi pagi Bima sedangkan Richie tidak ikut bergabung bersama yang lain tadi pagi karena sedang atasi jet lag nya.
"Kami ikut bahagia, Tori. Kapan Ichie mau ditemani cari cincin yang kamu mau?" Daniel langsung saja menengahi, jangan sampai kena jewer lagi Richie, yang tadi saja masih bikin kupingnya berwarna pink.
"Nanti saja kalau sudah dekat waktunya." jawab Tori masih saja tersenyum.
"Nanti keburu luntur itu cincin." kata Richie terkekeh. Senang juga lihat Tori senyum terus walaupun kupingnya terasa masih panas.
"Ichie ayo foto." ajak Tori pada Richie.
"Ih mau masuk ke medsos, tidak mau." Richie menolak.
"Baen, adikmu kenapa selalu menyebalkan sih?" dengus Tori mengadu pada Balen.
"Ichie, jangan nakal. Sana foto sama Tori." Balen langsung menatap Richie sambil komat-komat belakangi Tori entah bicara apa. Richie pun akhirnya dekati Tori dan mereka berdua pun foto bersama sambil Tori pamerkan cincinnya seakan dapat sebongkah berlian dari Richie.
"Jangan dipajang di medsos, kalau tidak jadi malu." bisik Richie pada Tori.
"Eh memangnya bisa tidak jadi?" tanya Tori.
"Bisa saja, namanya jalan hidup siapa yang tahu." jawab Richie bikin Tori melengos.
"Aku jadikan wallpaper tidak apa kan?" ijinnya pada Richie.
"Tidak apa kalau itu." jawab Richie mengacak anak rambut Tori.
"Baen..." Tori memeluk Balen seperti mau curhat.
"Kenapa nih?" tanya Daniel terkekeh melihat keakraban mereka.
"Uncle kapan aku bisa quality time bersama Baen?" Tori pandangi Daniel dengan wajah memelas.
"Sekarang kita sudah quality time." jawab Daniel.
"Aku mau women's talk." katanya lagi.
"Kamu masih girl not women." sahut Redi bikin semua tertawa.
"Uncle Redi is not funny." sungut Tori kesal.
__ADS_1
"Tapi mereka tertawa." jawab Redi terbahak.
"Oke jadi anak-anak kalian lanjut menginap disini atau kembali ke rumah?" tanya Balen pada anak-anaknya.
"Aku tergantung Ante." jawab Bima senyum jahil.
"Aban..." Balen menatap Daniel.
"Kami masih disini sampai lusa." jawab Daniel tersenyum, tidak masalah jika anak-anak masih mau menemani di hotel.
"Oke kita juga sampai lusa." jawab Shaka sambil berjoget putarkan jarinya dengan tangan diatas.
"Aku check out siang ini, aku kangen kamarku." kata Richie pada semuanya.
"Ah Om tidak seru, kalau begitu kita tidur di rumah Opa Kenan bersama Om Ichie." jawab Shaka kembali gaya putar jari.
"Labil!" Redi terkekeh gelengkan kepalanya.
"Yang mau menginap sama Ante angkat tangan." kata Balen terkekeh. Hanya Kia dan Belin yang angkat tangan.
"Tori, Selin kalian tidak mau lanjut disini?" tanya Balen pada keduanya.
"Aku harus kembali Ke S'pore besok pagi." jawab Selin tersenyum.
"Cepat sekali." Balen pasang wajah sedih.
"Ishak menunggu." jawab Selin sebut nama tunangannya.
"Kasihan dong Kia sama Belin tidak ada kalian." kata Daniel.
"Kan ada Om Daniel." jawab Belin tersenyum.
"Kalian dari pada mengganggu pengantin baru lebih baik pulang." kata Redi pada Belin dan Kia.
"Om Daniel mengusir aku lagi?" Belin menatap Daniel.
"Apa ada Om suruh kamu pulang? menginaplah disini, lusa baru kita checkout. Tapi tidak boleh tidur di kamar Om." tegas Daniel pada Belin.
"Iya aku tidur bersama Kia. Oke Kak Kia kita senang-senang berdua." langsung joget-joget sambil tersenyum pada Kia.
"Curiga gue kenapa mereka berdua mau tetap menginap disini padahal kita semua menginap di rumah Opa Kenan." Billian pandangi kakaknya.
"I know..." Tori langsung nyengir lebar.
"Kakak Tori..." Kia langsung mengintimidasi Tori.
"Oke keep silent." jawab Tori terkikik geli.
"Kia macam-macam om lapor Opa ya." ancam Richie pada Kia.
__ADS_1
"Hanya satu macam Om, jangan khawatir." jawab Kia terkekeh ikutan Belin joget-joget.
"Om Redi menginap disini kan?" tanya Belin pada Om nya.
"Pulang ah, bosan di hotel." jawab Redi.
"Om, aku sudah bilang Ayah, Om masih menginap disini temani aku dan Kia." Belin tersenyum.
"Eh kenapa kamu bikin berita palsu?" tanya Redi mendelik.
"Kalau tidak ada Om dan Billian kita disuruh pulang." jawab Kia tersenyum tanpa dosa.
"Ya sudah pulang saja, Om kangen Opa sama Oma." kata Redi lagi.
"Opa dan Oma masih menginap disini kok, tadi aku sudah minta mereka disini juga." jawab Belin terkekeh.
"Kenapa bukan Ayah dan Namimu saja yang kamu suruh menginap disini?" Redi gelengkan kepalanya.
"Ayah harus bekerja, Nami juga ada urusan, waktunya kita temani Opa dan Oma bersantai." jawab Belin sok bijaksana.
"Terus gue juga masih menginap disini?" tanya Billian.
"Iya aku sudah bilang Ayah begitu dek." jawab Belin terkikik geli, tekankan kata dek biar Billian tahu ini permintaan Kakaknya. Belin suka meniru Balen yang sok senior. Daniel menyimak saja percakapan Belin dengan Redi dan Billian.
"Kak Kia kamu dimanfaatkan Belin loh." kata Billian pada Kia.
"Aku tidak merasa dimanfaatkan." jawab Kia tertawa.
"Kalian punya rencana apa sih?" tanya Balen curiga.
"Tidak ada, hanya ingin kumpul keluarga, karena anak Om Bram juga akan menginap disini nanti malam." jawab Belin tersenyum.
"Oh Om mengerti, jadi yang Bram maksud kemarin itu Kia ya?" Daniel terkekeh. Pikirnya anak Bram yang perempuan minta dikenalkan dengan boys, ternyata anak Bram yang lelaki yang ingin berkenalan dengan Kia.
"Maksudnya apa Om?" Kia tidak mengerti, Belin pasti kasih alasan lain sama Kia.
"Tidak usah dipikirkan." Belin sok bijaksana, benar rupanya belum jujur dengan Kia kalau mau kenalkan Kia dengan sepupunya. Hanya bilang di hotel sini ada pria yang Belin suka, jadi minta Kia temani untuk pedekate.
"Baiklah kalau begitu aku harus ke kamar ambil koperku." kata Selin kemudian.
"Kapan kenalkan Ishak sama kita?" tanya Daniel tersenyum pada Selin.
"Kak Ishak ada di Jakarta sih, tapi banyak urusan jadi baru nanti malam menginap dirumah, besok pagi kami berangkat ke S'pore bersama." Selin sampaikan pada Daniel.
"Kak Selin tunangannya Om-Om." celutuk Shaka sambil tertawa.
"Hei, jangan bicara begitu!" omel Balen pada Shaka.
"Oh iya aku lupa kalau Ante juga suaminya Om-Om." Shaka dan yang lainnya terbahak.
__ADS_1
"Kalian juga akan jadi Om-Om woi." sahut Redi terkekeh, ingin sekali cubiti bocah-bocah jahil ini satu persatu. Daniel hanya tertawa saja tanpa merasa tersinggung.