
"Cha Cha Ca..." kembali nyanyian itu muncul sudah pasti sambil berjoget-joget. Kali ini Aca dan Bima yang datang, Cadi tambah senang saja. Semakin hilang fokus makannya, sibuk menyambut abang-abangnya.
"Abaaang aku rindu." teriak Cadi melompat-lompat, sekarang tidak boleh berlari hampiri keduanya, mata Balen sudah seperti mau lepas pelototi Cadi.
"Mata Mamamu seram." bisik Billian yang sedang suapi Cadi.
"Ng..." susah ngomong karena mulutnya penuh dengan makanan, terapi kepalanya mengangguk sambil bergidik ngeri.
"Peluk, peluk, peluk." Aca hampiri Cadi dan memeluknya lalu goyang-goyangkan tubuh Cadi.
"Abang, aku lagi makaaaan." teriaknya sambil tertawa senang dipeluk Aca.
"Biar saja, katanya rindu." jawab Aca ikut tertawa, kelitiki perut Cadi setelah mulutnya kosong.
"Aku nanti saja peluknya, kata Mam kalau lagi makan tidak boleh diganggu." Charlie segera kasih syarat saat Bima dekati Charlie.
"Aku juga Abang." jawab Chandra sambil tersenyum.
"Sini Abang yang suapi, biar Papon bisa makan." kata Bima siap mengambil alih piring dan sendok ditangan Kenan.
"Papon aku suapi." Cadi sok iye tawarkan diri suapi Papon, padahal dia saja masih disuapi Billian saat ini.
"Tidak usah Papon makan sendiri saja." jawab Kenan.
"Kalau begitu kita berdua disuapi Abang Bima saja, kasihan Papon kan sudah tua." kata Charlie dengan wajah prihatin.
"Enak saja, Papon masih kuat gendong kalian bertiga tahu." kata Kenan tidak mau dibilang tua.
"Uncle Ray tidak kuat." kata Charlie tertawakan Ray.
"Iya Uncle Ray olah raga ya malam terus sih." jawab Ray jahil, semua yang dewasa tentu saja mengerti, cengar-cengir dengar jawaban Ray.
"Pantas saja jadi rebutan oksigen kalau olah Raga malam." kata Chandra serius.
"Pffft..." Larry dan Nanta menahan tawa, sedangkan Raymond garuk kepalanya sambil nyengir.
"Padahal uncle Ray masih muda loh, tapi kurang oksigen." kata Charlie pada Kakaknya, mereka seperti membahas sesuatu yang serius. Chandra mengangguk tanggapi ucapan Charlie.
"Aku makannya sudah." kata Cadi pada Billian, dia sudah tidak sabar mau hampiri Bima yang asik suapi Charlie.
"Belum habis masa sudah." protes Billian tunjuk piring Cadi.
"Mamon ambilkan terlalu banyak, aku makannya sedikit." jawab Cadi.
"Terus siapa yang habiskan kalau begini?" tanya Billian.
"Kasih cat saja." jawab Cadi.
"Oh disini tidak ada cat, Mamon tidak suka binatang." jawab Nona cepat.
"Di rumah kalian pelihara cat?" tanya Aca.
"Mam tidak ijinkan, padahal aku mau seperti temanku, mereka tidur sama dog." jawab Chandra.
__ADS_1
"Dog tidak boleh, air liurnya najis." kata Aca.
"Iya makanya aku minta cat, tapi Mam tidak boleh." mengadu pada Aca.
"Itu jorok, siapa yang mau bersihkan kotorannya kalau kalian pelihara dirumah, pasti Mama kan? Big No!!! walaupun di Jakarta tetap tidak boleh pelihara, nanti Mamon dan Oma tidak mau datang kerumah kita loh, karena bau." kata Balen pada Chandra.
"Ok Mam, aku hanya cerita." jawabnya tenang sambil tersenyum manis tentu saja langsung membuat Balen berhenti mengoceh, bagaimana mau ngomel kalau punya anak-anak yang sangat manis seperti ini.
"Bari sama Shaka kesini tidak?" tanya Balen pada anak-anaknya.
"Mereka lembur, tidak bisa datang. Tapi nanti minta atur waktu supaya kita bisa kumpul semua." jawab Bima pada Balen.
"Sudah pada kerja semua ya, tadi kata Cadi Abang Bima make money." Balen menggoda Bima.
"Abang Bima banyak uangnya loh sekarang, bisa traktir kalian makan." jawab Bima bangga.
"Abang, aku bulan lalu juara tennis, kata Panta minta hadiah sama Abang Bima." kata Chandra pada Bima.
"Iya Panta?" tanya Bima pada Nanta.
"Panta yang mau belikan hadiahnya." jawab Nanta.
"Abang Bima saja Panta, dia uangnya banyak." jawab Chandra.
"Chandra, uang Panta jauh lebih banyak dari Panta, jadi kalaupun Abang belikan kami hadiah, kamu juga minta hadiahmu sama Panta." jawab Bima jahil.
"Yeaaaiii aku dapat dua hadiah." sorak Chandra langsung senang bisa dapat dua hadiah.
"Aku mau ke Taman Mini Indonesi Indah." jawab Chandra sebut lengkap minta diajak ke Taman Mini.
"Eh buset, gue terakhir ke Taman Mini waktu tour TK." jawab Bima sambil tertawa.
"Ajaklah." jawab Nanta terkikik geli bayangkan Bima mengajak keponakannya liburan ke Taman Mini.
"Gantian ya, ngasuh adik." jawab Daniel terkekeh.
"Oke, minggu depan kita ke Taman Mini." jawab Bima tertawa.
"Ajak Syabda juga nih, biar Papa sama Mamanya quality time." kata Lucky yang baru saja tiba.
"Bukannya bilang Assalamualaikum..." kata Daniel berdiri memeluk Lucky.
"Sudah bilang, tapi disini terlalu seru
jadi yang jawab Bibi deh tuh." jawab Lucky balas memeluk Daniel.
"Syabda gantengnya Ante Baen." Balen yang ikut berdiri menggoda Syabda yang sedang dalam gendongan baby sitter.
"Oma Baen dong." kata Kia terkikik geli karena Balen menolak dipanggil Oma.
"Ante ya sayang, itu Omanya." Balen menunjuk Roma.
"Curang Ante, masa Mamanya panggil Ante anaknya juga." protes Bima mendukung Balen di panggil Oma.
__ADS_1
"Oh tidak bisa, Kia ini istrinya siapa?" tanya Balen.
"Om Lucky." jawab Bima.
"Nah jadi anak Om Lucky panggil Ante apa?" tanya Balen nyengir.
"Ini kan anak Kia." jawab Kia.
"Yang bikin Aban Lucky." jawab Balen konyol.
"Oma Baen..." kata Kia goyangkan tangan Syabda seakan sedang lambaikan tangan pada Balen.
"Ante ya Syabda." kata Balen pada Syabda.
"Nte..." Syabda tertawa geli dengar Mamanya dan Balen ributkan Oma Dan Ante.
"Oma kan?" kata Kia pada Syabda.
"Tuh Oma." jawab Syabda tunjuk Roma sambil terkekeh.
"Eh anak ini tidak kompak sama Mama ya." gemas Kia mencubit pipi Syabda pelan.
"Jadi Syabda dukung Ante kan." Balen langsung majukan tangannya, Syabda membalas jadilah mereka berdua tos. Semua tertawa melihatnya.
"Wah wah wah, Syabda kamu lebih pilih Ante Baen dari pada Mama." Kia tidak terima dan gelengkan kepalanya pura-pura merajuk, rusuh mereka kembali tertawa.
"Assalamualaikum..." Belin menyolek Balen sambil tersenyum.
"Nah ini yang Ante tunggu-tunggu." Balen langsung memeluk Belin senang.
"Miss you Ante." kata Belin tersenyum.
"Aaah aku sangat-sangat rindu, senang rasanya bisa disini lagi." kata Balen dengan ekspresi bahagia. Belin tersenyum lebar, matanya tampak berkaca-kaca.
"Eh kamu begitu saja terharu." kata Balen menepuk bahu Belin.
"Ish sakit Ante." Belin meringis.
"Ih baju kamu Kotor, kenapa jatuh?" tanya Balen.
"Iya tadi aku jatuh pas turun Mobil." jawab Belin terkekeh mengusap bahunya.
"Sorry darling, ante ndak sengaja. Maaf ya." Balen memeluk Belin tidak sengaja matanya menangkap Noah yang sedang termenung pandangi Belin dan Balen.
"Ya ampun Noah, dari tadi?" Balen tentu saja surprise karena Noah sudah datang.
"Baru." jawab Noah tersenyum berjalan hampiri Balen.
"Aban ada Noah nih." teriak Balen panggil Daniel.
"Tadi sudah say hello kok." jawab Noah lalu salami Balen.
"Sudah kenal sama Kia kan sekarang kenalan sama Belin nih anak Aban Leyi." kata Balen tunjuk Belin yang tampak canggung melihat Noah, tapi kemudian anggukan kepalanya pada Noah, mereka tidak salaman hanya saling tersenyum canggung.
__ADS_1