
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
Claudya pergi dari rumahnya setelah menerima penolakan dari "keluarga". Claudya sangat benci terhadap ibu tirinya itu. Dan bahkan, sebelumnya ia mendengar bahwa kakak tiri pertamanya yaitu Hana Tanner ingin segera melakukan pernikahan. Saat ini saja bahkan Claudya sudah menerima sanksi sosial yang diterimanya akibat dari memfitnah bos MX Ent..
Dan kebetulan saja saat Claudya masih berada di halaman rumah Tanner, Hana sang kakak tirinya itu baru saja kembali ke rumahnya.
"Eh ada gembel datang dirumah gue!" ucap Hana.
"Lo bisa jaga mulut lo ga sih Han?" tanya Claudya.
"Gue lebih tua dari pada lo, jadi bebas gue mau bicara apapun sama lo!" saut Hana.
"Gue ga pernah anggap lo itu kakak gue." bentak Claudya.
"Idih siapa juga yang mau dianggap kakak sama gembel obralan kaya lo gitu? Sorry sih!"
"Lo juga kalau ga ada papa bakalan jadi gembel!"
"What? Papa? Gue ga salah dengar? Lo masih panggil bokap gue papa? OMG!"
__ADS_1
"Benar benar ga tau malu lo!" kata Hana.
Claudya memesan taksi dan juga dengan segera dia meninggalkan rumah yang baginya adalah neraka.
"Gue harus kemana lagi? Di tambah pula kondisi gue yang lagi hamil seperti ini. Anak yang gue kandung adalah anak Jason. Gue harus ke sana untuk meminta pertanggungjawaban." ucap Claudya di dalam taksi.
*
Sesampainya di rumah besar milik Jason, Claudya segera mendekati rumah tersebut yang secara kebetulan sedang terbuka karna Jason ingin keluar rumah.
"Jas!"
Jason yang hendak masuk ke dalam mobil, melihat kehadiran Claudya. Ia pun menghampiri wanita itu dengan segera.
"Ngapain kamu ke sini?" tanya Jason yang menengok ke dalam rumahnya terus.
"Ya terus kamu pikir rumahku adalah tempat penampungan?"
"Kok kamu ngomongnya gitu sih, Jas? Aku ini sedang mengandung anakmu lho!"
"Sssttttt!!! Jangan pernah kamu pikir itu adalah anakku! Berapa pria yang sudah tidur denganmu?"
"Jas! Aku melakukannya hanya sama kamu. Aku ga pernah tidur dengan laki laki lain, bahkan dengan Ku mohon, Jas. Biarkan aku tinggal dirumahmu sampai aku melahirkan saja."
__ADS_1
"Aku akan membiayai kontrakanmu, tapi kita tidak bisa tinggal bersama, Dy. Orangtuaku ga boleh mengetahui hal ini."
Claudya berpikir sejenak. Ia saat ini tidak punya uang, dirinya hanya memiliki pakaiannya yang di koper dan juga ponsel yang ia bawa.
"Baik. Tolonglah aku saat ini, Jas."
Jason pun membawa Claudya ke dalam mobilnya. Hal itu tidak diketahui oleh orang rumahnya. Dan satpam yang mengetahui hal itu pun sudah dibungkam oleh Jason agar tidak membocorkan hal itu kepada orang rumahnya. Diperjalanan, Jason mengantarkan Claudya ke sebuah hotel milik temannya, dan ia pun pergi meninggalkan wanita itu.
"Jas, kenapa lo bisa bawa wanita itu ke sini?" tanya sang pemilik hotel.
"Udah lo ga usah banyak tanya! Gue lagi pusing banget karna wanita itu! Dia menuntut gue untuk bertanggungjawab atas anak yang dikandungnya. Sedangkan gue yakin itu bukan anak gue."
"Lo sudah dijebak oleh wanita ular itu, Jas."
"Gue harap setelah ini dia bisa sadar deh atas perbuatan dia. Sebenarnya gue kasihan sama dia karna ulah bodohnya menjebak Pak Max, berujung jadi seperti ini."
**TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰**
__ADS_1
Visual Claudya