Because I Love You

Because I Love You
EP 40 - Accusations


__ADS_3

Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.


Happy reading! ^^


_____________________________________


"Max, Vanna. Kasus kalian ini ke kepolisian, dan kalian harus memberikan keterangan di depan pengadilan nantinya." ucap William.


"Apa saat memberikan keterangan di depan pengadilan, status kita adalah sebagai saksi?" tanya Ivanna.


"Untuk sementara kalian akan sebagai saksi. Max, kamu tertuduh mencelakai orang yang menembakmu dengan sepotong kayu besar hingga membuat ia dirawat intensif di rumah sakit."


"What? Pah, Max bahkan melawan mereka hanya menggunakan sepotong dahan pohon kecil untuk membela diri."


"Keluarga tersangka mengajukan tuntutan juga untukmu, Max."


"WTF! Pah, papa percaya kan sama Max?"


"Uncle, saat Max membawa Vanna keluar, para preman yang Max pukul itu hanya luka memar saja di wajah. Tidak ada yang sampai luka serius seperti itu." jelas Ivanna.


"Papa percaya sama kalian, sangat percaya. Tapi kita bisa apa tanpa bukti? Bahkan teman pelaku pun menuduhkan hal yang sama kepadamu, Max."


"****!" umpat Max.


"Max, tenang, kita tidak bersalah. Aku disisimu." ucap Ivanna.


"Ayo bersama sama kita buktikan kalau kita tidak bersalah, Van. Aku juga berdiri disampingmu." saut Max yang saling menguati satu sama lain.


"Ivanna, 2 hari lagi kamu diminta datang ke pengadilan untuk menghadiri sidang kasus penembakan Max yang pertama sebagai saksi."

__ADS_1


"Vanna akan hadir, uncle." saut Ivanna.


"Baiklah, papa hanya ingin menyampaikan itu saja pada kalian. Dan, malam ini, Vanna yang akan menginap untuk menjagamu disini, Max." ucap William.


"Papa mau kemana?" tanya Max.


"Pulang lah, sayang. Papa harus pulang. Mama kamu itu mencari papa."


"Astaga! Pah, apa mama tau keadaan Max?"


"Papa ga menceritakannya pada mama. Papa takut dia akan syok mendengar ini karna kamu adalah anak tunggal dikeluarga kita."


"Tolong jangan beritahu mama dulu yah pah." pinta Max.


"Papa ga bisa menyimpan dan menutupinya terlalu lama, Max. Suatu saat nanti, mama juga akan tau hal yang sebenarnya." kata William.


"Biar nanti Max sendiri yang akan bicara sama mama."


"Ok uncle. Hati hati." kata Vanna.


"Hati hati pah."


"Kalian juga hati hati ya. Jangan bertengkar terus!"


"Kita sudah damai kok, uncle." ucap Ivanna dengan senyuman diwajahnya.


"Baguslah kalau begitu. Uncle pergi dulu yah! Bye sayang!" pamit William.


William pun pergi dari kamar itu. Yah, dia harus ke Jakarta untuk mengalihkan perhatian Vanessa kepada Max agar tidak mengetahui hal ini.

__ADS_1


"Kamu yakin kita sudah berdamai sekarang?" tanya Max.


"Hanya di depan uncle saja." jawab Ivanna.


"Parah!"


"Iyah kita berdamai, Max."


"Aku lebih tua dari kamu! Panggil aku sayang!"


"Eh? Itu mah maunya kamu! Enak saja! Kita hanya kakak beradik, Max."


"Apa kamu hanya memandangku sebagai kakak saja, Van?" tanya Max.


"Dari kecil aku selalu menganggapmu itu kakak bagiku, Max. Kamu yang selalu ada untukku."


"Kamu ga punya sedikitpun perasaan suka kepadaku?"


Ivanna terdiam atas pertanyaan Max.


"Sudahlah lupakan saja pertanyaanku! Cintamu itu untuk pria lain, bukan aku!" kata Max yang segera berbaring untuk tidur.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰

__ADS_1




__ADS_2