Because I Love You

Because I Love You
Ribet


__ADS_3

"Om Ichie and Auntie Tori's coming." Chandra beritahukan semuanya saat membuka pintu untuk Richie dan Tori. Charlie dan Cadi langsung berlari datangi keduanya, padahal Richie dan keluarganya sudah datang kemarin bersama Nanta, hanya saja tidak bisa ikut bergabung makan malam bersama keluarganya menyambut Balen.


"Assalamualaikum..." Richie berjalan dibelakang Chandra, hampiri Balen dan memeluk kakaknya yang manja itu. Sementara Tori tertahan di ruang keluarga bersama Charlie dan Cadi hingga Chandra menyusul untuk bergabung, karena adik-adiknya terlihat seru bersama Auntie Tori.


"Waalaikumusalaam, kok baru muncul sih?" tanya Balen setengah protes pada adiknya.


"Kemarin ada acara keluarga Tori juga. Maklum jarang ke Jakarta." jawab Richie.


"Sekarang mana Anak-anak Baen, ndak mau ketemu Ante ya?" tanya Balen.


"Sama Papi Mario, kalau sudah masuk sana mana bisa keluar, Baen." Richie terkekeh, Mario dan Regina selalu manjakan cicitnya, Richie dan Tori saja kalah kalau sudah ada Mario dan Regina. Balen monyongkan bibirnya, rindu sama duo anaknya Ailen dan Galen.


"Tori mana, Chie?" tanya Nona pada Richie.


"Tuh lagi diserbu C's." jawab Balen tunjuk ke tiga anaknya yang heboh bersama Tori.


"Dibawakan apa sama Tori?" tanya Kenan lihat mereka rebutan sesuatu.


"Blangkon, Chandra pernah minta waktu itu." jawab Richie tertawa.


"Aban anaknya minta blangkon ih?" Balen tertawa mengadu pada suaminya. Daniel ikut tertawa saat ketiga jagoannya kenakan blangkon dari Tori.


"Anak Indonesia cinta Indonesia." Richie ikut tertawa lalu hampiri Kenan dan Daniel.


"Ailen sama Galen mana Chie?" tanya Kenan pada Richie, baru sebentar bertemu cucunya kemarin, sudah pasti rindu ingin mengajak bermain.


"Sama saingan Papa tuh si Papi." jawab Richie nyengir, Kenan tertawa karena tidak bisa menang jika cucu sudah dikuasai Mario.


"Cucu Papon ternyata laki-laki semua ya." Daniel terkekeh.


"Dulu pusing cari penerus perusahaan, sekarang Allah kasih berkelimpahan, semuanya laki-laki, Dari Nanta, Balen, Ichie, Alhamdulillah." jawab Kenan tersenyum, ia sangat bersyukur, sebenarnya mau laki-laki atau perempuan Kenan tidak masalah.


"Anak Kia juga laki-laki." Richie terbahak generasi penerus laki-laki semua. Opa Dwi kalau masih ada pasti senang, pikir Ichie.


"Tambah lagi Chie, siapa tahu dapat perempuan." kata Daniel pada Richie.


"Dua saja Tori sudah kalang kabut, Bang, jumpalitan anak-anakku." jawab Richie tertawa.


"Tapi kalau Allah kasih rejeki lagi anak perempuan sih aku Alhamdulillah." sambung Richie.


"Kamu tidak mau tambah juga Niel? siapa tahu yang ke empat perempuan." Kenan tanyakan menantunya.


"Tiga cukup Pa. Itu saja Cadi bilang dia kurang perhatian, Papon tadi tidak dengar sih ocehan cucu Papon karena masih diluar." Daniel ceritakan ocehan Cadi, Kenan terbahak dibuatnya.

__ADS_1


"Kapan kita kumpul di Malang nih, Bang?" tanya Richie.


"Bereskan disini dulu ya, nanti kalau sudah santai, saat anak-anak liburan sekolah pasti kita ajak ke Malang. Opon apa kabar? kangen juga aku." tanya Daniel.


"Masih asik." jawab Richie tertawa, ingat Opa Baron yang konyolnya luar biasa.


"Ajak ke Cirebon juga tuh anak-anak nanti." kata Nona pada Daniel.


"Rencananya begitu Mamon." jawab Daniel.


"Abang kok belum sampai ya?" tanya Richie sambil membelah telur rebus dengan pisau, Nanta belum juga tiba.


"Iya, padahal bilang mau sarapan disini." jawab Nona.


"Bima sama Aca nih Mamon, bikin Nanta terlambat kesini." Nanta tiba-tiba saja sudah ada diruang makan.


"Kenapa mereka?" tanya Kenan.


"Kunci mobil Nanta ke bawa di tas Aca karena semalam Aca pinjam, nah tas Aca ternyata lupa dibawa turun dari mobil Bima, sementara Bima pagi sekali sudah ke kantor, ribet jadinya." kata Nanta gelengkan kepalanya.


"Jadi kamu kesini naik apa?" tanya Kenan.


"Naik mobil Nanta, makanya terlambat karena tunggu supir kantor antarkan kunci mobil ke rumah." jawab Nanta terkekeh.


"Ada-ada saja." Kenan tertawa sambil gelengkan kepalanya.


"Ada kemajuan kamu dek, bisa bikin sarapan sekarang." Nanta tertawa mengambil telur rebus yang Balen bikin. Ini sudah kemajuan menurut Nanta.


"Enak dek masakan kamu." kata Nanta bikin Balen terkikik geli, telur rebus rasanya dimana-mana sama, tapi Abangnya senangkan Balen bilang masakannya enak.


"Boleh tambah kan dek?" tanya Nanta lagi pada Balen yang menganggukkan kepalanya masih cekikikan.


"Tuh apa Mamon bilang, pasti habis Baen." jawab Nona tertawa.


"Iya, Mamon tahu aja deh. Tania, Tori ayo sarapan dulu." teriak Balen ajak kedua Iparnya. Mereka masih asik bersama C's.


"Iya cepat sarapan, Siang ini kita ke rumah Ayah Eja, makan siang disana." kata Kenan ajak anak-anaknya ke rumah Abangnya.


"Baen belum bongkar koper, oleh-oleh untuk Ayah Bunda disana." kata Balen.


"Menyusul saja, yang penting bertemu dulu." Kenan menatap Balen.


"Iya. Baen kangen Ayah Bunda juga." jawab Balen karena belum sempat bertemu Ayah Eja dan Bunda Kiki.

__ADS_1


"Aban, anak-anak kapan mulai sekolah?" tanya Balen pada Nanta.


"Minggu depan dek." jawab Nanta masih asik dengan telur rebusnya.


"Terus Baen mulai kerjanya kapan?" tanya Balen.


"Lebih cepat lebih baik." jawab Nanta pikirkan Lucky yang agak keteteran.


"Besok saja." kata Kenan pada Balen.


"Lusa deh ya." Balen nego, pikirkan masih mau istirahat dulu sehari.


"Ya sudah nanti Abang bilang Lucky supaya kalian bisa serah terima lusa." jawab Nanta.


"Langsung serah terima, Ban?" tanya Balen.


"Lah iya dong, memang kamu mau datang cuma lihat kondisi hotelmu saja." Nanta tertawa.


"Gimana kira-kira, anak-anak senang ndak ya kalau Baen gantikan Aban Lucky." tanya Balen.


"Senang tidak senang harus senang dek, karena kamu pemiliknya." Nanta tertawa.


"Kia masih boleh bantu Baen ndak ya?" tanya Balen ingat Kia yang agak repot dengan Syabda.


"Tanyakan saja, nanti kan bertemu di rumah Ayah, Lucky dan Kia ikut makan siang disana." jawab Nanta.


"Kalau Kia ndak bantu Baen bingung deh." Balen menghela nafas.


"Ada Aca. Dia handal kok." jawab Nanta bikin Balen tersenyum senang.


"Bari sama Shaka ikut bantu Baen dong." pinta Balen, tidak sebut nama Bima dan Billian karena mereka sudah dikaryakan.


"Shaka sibuk bantu Mike, paling Bari Abang kasih deh, walaupun Warung Elite cabang Utara butuh Bari, tapi masih bisa diatasi kalau dia ikut bantu kamu di hotel." jawab Nanta mengatur siapa saja yang bisa bantu Balen di hotel jika Kia dan Lucky tidak lagi disana.


"Ijin sama Aban Doni dulu dong Aban." kata Nanta.


"Nah itu kamu belum sowan sama Mike dan Doni loh Baen." Nanta ingatkan Balen.


"Tuh kan, ajak mereka makan di rumah Ayah dong Aban." kata Balen pada Nanta.


"Tidak bisa mereka lagi diluar kota." jawab Nanta.


"Kalau begitu Baen mulai kerjanya setelah mereka dari luar kota aja ya." modus kan Balen.

__ADS_1


"Weekend kan bisa sayang, kunjungi mereka." kata Daniel.


"Ah Aban ndak kompak nih." dengus Balen, Nanta langsung mencubit gemas pipi adiknya yang suka modus.


__ADS_2