Because I Love You

Because I Love You
Mewek


__ADS_3

Akhirnya sampai juga Balen dan rombongan di Jakarta, kedatangan mereka tentu saja sudah di nanti-nanti oleh anak-anak. Begitu turun Mobil, Bima dan Aca langsung sibuk membantu turunkan barang dari van sewaan .


"Duh aku kangen Ante tahu." katanya sambil membopong pempek yang di kardus letakkan di atas meja.


"Itu Pempeknya kamu bagi-bagi aja Bima sama yang lain." kata Balen pada Bima.


"Iya." masih sibuk turunkan barang yang lain, sementara Nanta langsung menyambut Papon dan Mamon.


"Enak disana Papon?" tanya Nanta pada Kenan.


"Enak terus kalau sama keluarga." jawab Kenan tertawa.


"Tidak ada aku kan Papon, tetap enak ya? terlalu." sahut Aca merajuk. Kenan terbahak melihat Aca monyongkan bibirnya.


"Kalian kan sekolah, Papon tidak bisa ajak." jawab Kenan terkekeh.


"Papon pilih kasih." Bima ikut monyongkan bibir.


"Hei, jangan cari gara-gara." Nanta ingatkan duo bujangnya yang sedang salahkan Opa Kenan.


"Habisnya kita tidak di ajak." gerutu Bima masih sibuk turunkan koper Opa dan Omanya.


"Nanti kalau libur di ajak, kalian mau kemana?" tanya Nona pada keduanya.


"Ohio." jawab Aca bikin Balen cengengesan.


"Kalian saja yang berangkat berdua berani tidak?" tanya Kenan bayangkan jauhnya perjalanan, kalau tidak terpaksa pasti tidak mau berangkat.


"Tidak mau, katanya selalu senang sama keluarga." beneran cari gara-gara anaknya si Nanta ini. Kenan tertawa dibuatnya.


"Kalau ke Ohio harus cuti yang lama, Papon tidak bisa tinggalkan kantor segitu lama." jawab Kenan alasan pekerjaan.


"Papon kerja saja terus, lupa senangkan cucu." Balen menoyor kepala Bima.


"Ih Ante..." protes kepalanya di toyor.


"Papon tidak suka di pesawat lama, kalian berangkat saja sama Panta dan Manta kalian." kata Balen.


"Aku ajak Om Winner dan Om Lucky ya?" Aca naikkan alisnya.


"Yah ajak saja mereka."


"Siapa?" tanya Daniel pada Balen.


"Itu adiknya Tania, seumuran Aban juga. Ndak pernah ketemuan ya?" Daniel gelengkan kepalanya.


"Sudah menikah?" tanya Daniel.


"Aban Lucky belum, Aban Winner udah." jawab Balen.


"Dimana mereka?"


"Ada di Jakarta, tapinya sibuk urusin Suryadi Corporation sih." jawab Balen.


"Om Lucky pacaran sama penyanyi RnB itu loh Om Daniel." Bima beritahukan Daniel.


"Tidak tahu penyanyi, tahunya pemain tenis sama model iklan." jawab Daniel merangkul Balen yang tergelak mendengarnya.


"Papon mandi dulu ya." ijin Kenan pada semuanya.


"Papon, mau istirahat kah?" tanya Bima.

__ADS_1


"Tidak, bersihkan diri saja." jawab Kenan.


"Padahal tadi dari Cirebon Papa sudah mandi." kata Richie.


"Iya Tapi rasanya kok lengket." jawab. Kenan.


"Papa, Mamon, Ichie antar Tori pulang dulu ya." ijin Richie pada Kenan dan Nona.


"Ya, Tori Salam buat Papa dan Mama ya." kata Nona pada Tori yang menyalaminya.


"Iya Mamon."


"Nanti kabari Papa hasil pembicaraan kamu dengan Papa Steve, Chie." kata Kenan pada Richie.


"Iya." Richie langsung nyengir lebar.


"Ada cerita baru Pa?" tanya Nanta pada Kenan.


"Ya." Kenan tersenyum memandang Richie.


"Apa Chie?" tanya Nanta.


"Antar Tori dulu ya, nanti baru cerita lengkap." Ijin Richie pada Nanta.


"Aku temani Om?" tanya Bima.


"Tidak usah, nanti rusuh." jawab Richie bikin semua tertawa.


"Tidak asih, Om Ichie." sungut Bima.


"Ish, biarin." jawab Richie tertawa lalu menggandeng Tori dan tinggalkan semuanya.


"Cincin kaki lima itu?" bisik Balen pada Bima.


"Yoi, kalau tidak pakai cincin mana tersentuh Kak Tori, Om Ichie datar tengil begitu." Bima banggakan diri.


"Kamu tuh lebih tengil dari Ichie loh." kata Nanta pada anaknya.


"Ih Panta, sama anak sendiri begitu." Bima kembali bersungut.


"Memang kenyataannya begitu, Bima." jawab Daniel ikutan.


"Om Daniel jangan begitulah." langsung dekati Daniel dan menggandeng tangannya.


"Ada maunya tuh Niel." kata Dania pada Daniel.


"Manta ih."


"Om," kembali pandangi Daniel.


"Apa?" tanya Daniel nyengir lebar.


"Aca saja yang dibelikan handphone." bersungut menunjuk Aca. Tawa Nanta langsung meledak.


"Jangan peras Om kalian terus." kata Nanta pada Bima.


"Iya Bima pakai hadiah berenang dong." kata Aca bersungut.


"Loh kamu?"


"Gue kasih tiga juta ke Om Daniel, sisanya Om tambahin." jawab Aca naikkan alis pada Daniel, rencananya memang begitu, tapi Daniel menolak uang Aca kemarin.

__ADS_1


"Bohong kan Om?" tanya Bima.


"Bohong itu dosa." jawab Daniel terkekeh.


"Sudah ya Bima, handphone kamu masih baru, jangan iri lihat Aca dibelikan handphone." tegur Dania pada sulungnya.


"Bukan iri sayangku, ini soal keadilan. Dimana letak adiknya anak yang satu dibelikan, yang lain tidak." langsung serukan keadilan, seperti lagi demo saja.


"Kamu handphonenya masih bagus kan? baru beli dua bulan lalu loh." Dania ingatkan Bima.


"Tapi Bima mau yang seperti Aca, dulu belum keluarkan Manta, yang model begitu." langsung merengek, keluar bocahnya.


"Gue mintain sama Om Lucky, bagaimana?" Aca langsung saja merayu Bima.


"Jangan, gue lagi minta PS seri terbaru sama Om Lucky." langsung menolak.


"Dasar ya anaknya Nanta, cari peluang terus." Nanta gelengkan kepalanya, bingung kedua anaknya ikuti siapa, sepertinya Nanta kecil tidak seperti ini.


"Kita minta sama Om Winner kalau begitu." kata Aca lagi.


"Tidak mau istrinya galak." jawab Bima bikin semua terbahak.


"Minta sama Opa Micko, pasti langsung dibelikan." kata Balen.


"Tidak usah deh." langsung cemberut, minta sama Opa Micko bisa di blokir sama Manta langsung. Apalagi Manta sudah dengar rencana keduanya.


"Ante Baen aja deh belikan Bima." langsung dekati Balen.


"Apa sih?" tanya Balen bikin Bima menghela nafas.


"Ante dari tadi pikirkan apa sih? tidak menyimak." sungut Bima.


"Oh handphone yang seperti Aca kan?" Balen tertawa senang berhasil menggoda Bima.


"Bodo ah."


"Ngambek ndak dibelikan loh." ancam Balen.


"Eh Ante sayang, beneran mau belikan." langsung panggil sayang.


"Oke." jawab Balen tersenyum lebar.


"Huraaaiiii." langsung bergaya Elvis Presley.


"Jangan rusuh tapi." pesan Balen, bisa ada lagi yang merayu kalau semua tahu.


"Iya." jawab Bima senang. Nanta dan Dania gelengkan kepalanya.


"Dasar kalian ini, Baen, Daniel jangan terlalu diikuti deh kemauan ini anak dua. Handphone masih bagus loh yang punya Bima, mubazir kalau dibelikan lagi." kata Dania pada Balen.


"Tuh kan Manta selalu begitu." Bima merajuk.


"Baru loh handphone kamu, kalau Aca memang sudah buluk handphonenya, tidak mendidik kalau Baen ikuti kamu, Manta bisa marah sama Baen." kata Dania pada Bima dengan wajah serius.


"Iya, iya, tidak usah ante. Tahun depan saja belikan aku handphone." kata Bima pada Balen.


"Oke." jawab Balen terkekeh, kalau Ibunya tidak ijinkan mana berani Balen belikan Bima, bisa marah beneran Tania nanti.


"Ante..." Bima pasang wajah mewek bikin semua terbahak melihatnya.


Selamat menjalankan ibadah puasa kk Love, semoga ibadah lancar Dan maksimal, doa-doa dikabulkan, dosa-dosa diampuni. Maafkan seminggu ini belum bisa upload banyak karena kesibukan di dunia nyata. Love you All.

__ADS_1


__ADS_2