Because I Love You

Because I Love You
Cowok Ganteng


__ADS_3

"Cie Ulan, aku saja yang sebentar lagi menikah dengan Ichie tidak pernah dibilang future wife loh kalau bertemu temannya." Tori menggoda Ulan setelah Azura berlalu tinggalkan mereka. Benar adanya Richie yang acuh tidak pernah mengatakan itu saat mengenalkan Tori dengan temannya, entah pria atau wanita.


"Apa sih Tori." Ulan terkekeh, tidak mau terlalu pikirkan ucapan Redi walaupun sempat membuat Ulan bengong dan sedikit shock. Redi tertawa saja tanpa beban karena ucapannya barusan, padahal Balen dan Kia sudah heboh dan terbawa perasaan.


"Kamu mau kukenalkan sebagai future wife juga, Wot?" tanya Richie pada Tori.


"Terserah..." jawab Tori tidak berharap banyak yang ada nanti Richie malah membuatnya kesal lagi.


"Nanti ya." Richie terkekeh.


"Victory." gumam Redi bikin Richie mendelik. Bukan apa-apa, Richie tidak pernah ceritakan soal Victory pada Tori. Karena memang bukan pacarnya juga sih, salahnya Richie waktu itu ajak Victory mampir ke rumah, jadi semua mengira mereka ada something.


"Mau disini sampai jam berapa?" tanya Daniel pada semuanya.


"Yuk pulang." ajak Balen karena sudah tidak ada lagi yang mau dipesannya.


"Putri!" Ish Achara sahabat Balen muncul lagi, langsung saja hampiri Balen, saat ini ia sendiri tidak bersama pasangannya, mungkin Achara ada kelas hari ini, apartment Achara ada disekitaran sini juga.


"Princess madam, not Putri." jawab Balen menjulurkan lidahnya. Achara terbahak melihat sahabatnya kesal bukan main.


"Apa tidak ada cafe yang lebih keren, semua keluargamu diajak kesini." Achara tertawakan Balen.


"Makanan disini yang paling enak, kebetulan tadi juga ada perlu sama Noah." jawab Balen jelaskan pada Achara.


"Mana pacar baru?" tanya Balen.


"Masih yang minggu lalu belum ganti." jawabnya bikin Nanta dan Larry gelengkan kepalanya, ngeri betul temannya Balen. Untung saja Balen dikawal ketat oleh Daniel.


"Achara, ini Kia nanti mau kuliah disini juga." Balen kenalkan Achara pada Kia.


"Ini sahabat Ante, dia tiap sebentar ganti pacar dan ndak pernah patah hati." kata Balen pada Kia.


"Wow keren, bagaimana bisa pacaran putus tapi tidak patah hati?" tanya Kia penasaran.


"Jangan pakai hati, pakai body saja." jawabnya terkekeh, Kia menutup mulutnya sambil tertawa geli.


"Duh gue takut lepas Kia kuliah disini." bisik Nanta pada Larry.


"Iya, Redi di California lagi. Daniel pasti tidak akan fokus awasi Kia." Larry balas berbisik.


"Nanti kalau kamu sudah kuliah disini, ikut Balen kalau bertemu kita. Biar pintar kamu, kalau Balen susah mau dibikin pintar ada pawangnya." bisik Achara pada Kia sambil melirik pada Daniel. Kia kembali terkikik geli.


"Sudah berapa kali pacaran?" tanya Kia penasaran.


"Waduh, aku juga lupa berapa kali. Balena kamu hitung jumlah pacarku kan?" tanya Achara.


"Ndak bawa buku catatannya." jawab Balen bikin Kia kembali tertawa geli.

__ADS_1


"Balena itu ada yang belum dikenalkan sama aku sepertinya, yang duduk dekat Redi dan Richie." bisik Achara menunjuk Lucky.


"Oh tidak bisa, ada future wife nya." jawab Balen melirik Kia yang menghela nafas.


"Taken." Achara ikut menghela nafas.


"Mau ganti pacar lagi?" tanya Balen.


"Belum sih, kecuali yang itu mau." masih saja menunjuk Lucky.


"Dia sudah mau menikah." Kia buka suara.


"Kalau mau ganti pacar jangan sama keluarga aku." desis Balen bikin Achara tertawa.


"Iya Balena, tapi jujur, saudaramu itu type ku. Kalau dia mau serius aku mau deh."


"Jangan macam-macam deh, pacar kamu sudah seratus lebih." Balen mulai galak.


"Oh my god, pakai body dengan seratus pria? beneran?" Kia tidak percaya.


"Enak saja seratus, tidak sebanyak itu juga pria yang tidur denganku, bisa dol dong Balena." Achara mendengus. Balen terbahak dibuatnya.


"Kamu ada kelas hari ini?" tanya Balen.


"Tidak, aku menunggu Steve." jawab Achara sebut nama kekasihnya. Tidak lama pria yang disebutnya pun muncul.


"Yakin mau kuliah disini Kia?" tanya Nanta pada Kia.


"Yakin Panta." jawab Kia mantap.


"Panta khawatir kamu salah pergaulan."Nanta mendesah.


"Ante Baen bisa jaga diri, Kia juga pasti bisa." jawab Kia meyakinkan.


"Baen ada Daniel, Redi dan Richie. Kamu nanti siapa yang awasi. Baen sibuk dengan perutnya, lalu nanti pasti lebih sibuk dengan anak-anaknya, Daniel pun begitu. Redi sudah di California, tidak bisa ikut awasi kamu."


"Ada Kak Noah." jawab Kia terkekeh.


"Baru juga kenal, mau mengandalkan Noah saja." Dania gelengkan kepalanya.


"Kia juga kan belum bahas sama Papa dan Mama. Semoga diijinkan." jawab Kia tersenyum.


"Kuliah di Malang saja." Nanta memberikan alternative. Ada Krisna disana bisa bantu awasi Kia. Bima dan Aca juga bisa Nanta Kirim ke Malang nanti. Kalau ke Ohio terlalu jauh, tidak bisa dua minggu sekali dikunjungi.


"Kak Tori juga bilang begitu."


"Ya sudah di Malang saja." Nanta semangat.

__ADS_1


"Tapi disini kan sudah kenalan sama cowok ganteng, di Malang belum." jawabnya konyol bikin semua terbahak.


"Nanti Panta kenalkan, Staff dikantor Papa kamu dan staff dikantor Om Vicky banyak yang ganteng." Nanta janjikan cowok ganteng supaya Kia tertarik kuliah di Malang.


"Tapi ngomongnya jowo, kalau disini kan English." jawab Kia lagi.


"Disana ada yang lulusan luar juga, nanti Panta suruh ngomong English terus sama kamu." Nanta terkekeh.


"Aduh lihat Kia gue jadi ingat Belin." Larry menghela nafas. Daniel terkekeh melihat Larry tampak resah.


"Belin jadi dijodohkan sama Alex?" tanya Kia pada Larry.


"Tidak ada rencana perjodohan sih " jawab Rumi cepat. Tidak mau anaknya dijodoh-jodohkan.


"Tapi Beyin suka sama Alex." Kia bocorkan pada Rumi.


"Masa?" Rumi tidak percaya.


"Tapi Alex sih sukanya sama Ante." Kia mendengus.


"Tidak begitu." jawab Daniel cepat.


"Ih Om tidak tahu sih, Alex bahas Ante terus sama temannya." dengus Kia.


"Kamu cemburu?" tanya Balen santai.


"Enak saja." Kia menolak dibilang cemburu.


"Jadi Kia lebih cemburu mana, Alex bahas Ante atau Lucky menikah sama wanita lain?" tanya Dania jahil.


"Pertanyaan tidak bermutu." Kia mengedikkan bahunya.


"Yang bermutu yang bagaimana?" tanya Rumi.


"Yang bermutu itu..." Kia hentikan kalimatnya saat ada yang menepuk bahu Lucky. Duh kenapa ditempat ini banyak sekali orang-orang mampir dan kenal dengan salah satu dari mereka.


"Itu Kakaknya Noah, kok ada disini." Balen baru tahu kalau Kakaknya Noah lagi di Ohio.


"Hilma?" desis Dania.


"Duh Kia ngumpet dimana nih, Hilma itu cemburu kalau lihat Kia sama Om Lucky." Kia ketakutan.


"Mereka sudah putus kok kenapa harus sembunyi?" tanya Dania terkekeh.


"Eh serius dia Kakaknya Kak Noah?" tanya Kia, Balen anggukkan kepalanya.


"Eh serius Kak Hilma mantannya Bang Lucky?" sekarang gantian Balen yang bertanya. Dunia terasa sempit sekali kalau lagi begini.

__ADS_1


__ADS_2