
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
Ivanna yang sudah berada di tempat parkir menjadi ragu untuk menemui Reiner seorang diri. Tekadnya adalah untuk membalaskan perbuatannya yang sudah membuat Max terbaring di ruang operasi. Demi keadilan bagi dirinya dan Max, Ivanna rela mencari bukti lain untuk menjerat dan menjebloskan Reiner langsung ke penjara.
Akhirnya, Ivanna memutuskan untuk menelepon Ben dan memberitahunya bahwa ia ada di apartment KyleSky.
"Halo kak."
("Em, ada apa, dek?")
"Kak, aku tadi siang menghubungi Reiner dan kita sudah janjian akan bertemu sore ini."
("Bagaimana bisa? Sekarang sudah sore kan?")
"Sekarang aku ada di depan apartment KyleSky, kak untuk menemui Reiner. Aku sendiri yang akan membuat Reiner masuk ke penjara, kak."
("Hei hei, Van! Kamu jangan macam macam dengan Reiner! Dia berbahaya, Van! Lebih baik kamu pulang dan kita sama sama kesana yah?")
"Aku ga bisa terus menunggu polisi menangkapnya, kak. Aku ga mau baj*ngan seperti dia bisa hidup bebas berkeliaran tanpa dihukum!"
__ADS_1
("Aku paham, dek! Tapi sekarang kamu sendirian, lebih baik kamu tunggu yah, kita masuk bersama sama.")
"Maaf kak Ben, aku ga mau membebani kakak dan yang lainnya lagi mengenai kasus ini."
("Jangan pernah kamu berpikir seperti itu! Kamu itu udah aku anggap seperti adikku sendiri, Van! Sekarang pulang yah?")
"Maaf kak." ucap Ivanna memutuskan panggilannya dengan Ben.
("What the f*ck! Ivanna! Oh gosh! Ngapain dia ke sana?")
Akhirnya Ben yang lagi berada diluar (bukan dirumahnya Max yah) segera memutar untuk menuju ke sana.
Ivanna menelepon Reiner untuk mengabari bahwa ia sudah sampai di depan KyleSky.
"Halo, pak Reiner? Saya sudah di depan KyleSky, pak."
"Ga masalah, pak. Kamar bapak nomor berapa?"
("Nomor 1112, Van. Kenapa?")
"Boleh saya tunggu di dalam saja? Disini ga nyaman, pak."
("Ah baiklah, tadi aku sudah meminta pelayan sana untuk mengantarkan makanan untuk kita di kamar apartmentku. Kamu bisa minta kartu aksesnya saja di resepsionis.")
__ADS_1
"Baiklah, pak. Saya akan tunggu di dalam."
("Aku akan segera sampai, Van. Maaf ya aku telat.")
"Ga masalah, pak. Bapak menyetirlah dengan hati hati, dan jangan mengebut pak. Ini Jakarta. Padat." ucap Ivanna.
*
Ivanna menuju resepsionis untuk meminta kartu akses kamar 1112. Namun, resepsionis tidak bisa menyerahkan kartu akses itu pada orang asing manapun. Ivanna sudah mengaku sebagai kekasih yang akan memberikan kejutan pun tidak bisa. Hingga akhirnya resepsionis itu menghubungi Reiner untuk meminta izinnya.
Tak lama, resepsionis memberikan kartu akses itu pada Ivanna karna Reiner mungkin sudah menyetujuinya. Setelah menerima kartu akses itu, Ivanna yang diantarkan oleh petugas sana pun segera masuk ke dalam kamar Reiner.
Reiner POV
"Sial! Kenapa jalanan sangat macet sekali sih? Gue jadi telat kan bertemu dengan pujaan hati gue!" oceh Reiner yang tengah menyetir.
Entah ada pikiran dari mana, Reiner mampir ke sebuah apotik untuk membeli sebuah obat tidur yang pernah diresepkan oleh seorang dokter kepadanya. Tak lupa. ia pun juga membeli alat kontrasepsi. Entahlah apa yang dia rencanakan kali ini.
Reiner POV OFF
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
__ADS_1
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰