Because I Love You

Because I Love You
EP 92 - Missing


__ADS_3

Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.


Happy reading! ^^


_____________________________________


Hari ini, Ivanna secara tiba tiba pergi ke Nevada seorang diri tanpa diketahui siapapun. Ia hanya membawa sebuah tas kecil yang isinya ponsel, paspor, dan juga dompetnya saja.


Sebelum ke bandara, Ivanna menukarkan uangnya dulu di tempat penukaran uang asing. Ia tak mau jika nantinya ia tak membawa uang cash sama sekali. Walaupun ia lahir disini, namun nyatanya ia juga sudah lupa dengan jalan di Nevada. Sehari sebelumnya juga ia sudah memesan tiket secara mendadak lewat online.


Di bandara, Ivanna mengaktifkan mode pesawat di ponselnya dan segera check in untuk penerbangannya.


Disisi lain, ketiga sahabatnya ingin mengajak Ivanna untuk nongski nongski karna hari ini adalah sabtu. Biasanya, mereka sering kumpul pada hari hari weekend. Namun, hal itu berubah setelah Ivanna pergi ke perkebunan.


"Nomor Vanna ga aktif, Met." ucap Evan.


"Tumben sekali dia ga aktif." jawab Memet.


"Bukankah ponsel menjadi barang utamanya yang tidak pernah lepas dengannya? Kecuali saat di charger ataupun saat ia mandi!" kata Chandra.


"Betul tuh! Kemana ya dia? Apa lowbatt?" tanya Memet.


"Entahlah." saut Chandra.


"Langsung kita datangi saja kali ya ke rumahnya?" tanya Evan.


"Sepertinya dia lagi ada masalah dengan cowonya." ucap Memet.


"What? Kenapa lo bisa tau?" tanya Evan lagi.

__ADS_1


"Kemarin dia datang ke kantor dengan mata bengkak dan saat gue tanya kemana Max, dia jawab asal." jelas Memet.


"Lo juga ngapain tanya pak Max tiba tiba?" tanya Chandra.


"Sehari sebelumnya, Max datang ke kantor dengan pakaian santai sama si Frozen. Dia minjam baju kemeja dan celana bahan gue yang dikantor." saut Memet.


"What?" Evan dan Chandra tertawa mendengar cerita Memet.


"Ayo kita ke rumah Vanna."


###################################


Ben dan Max kembali ke perkebunan. Max tidak punya alasan untuk stay di Jakarta lagi. Ditambah, mamanya juga tidak ada dirumah.


"Max, kamu di tanyakan oleh mama. Kenapa ponselmu mati?" tanya William pada anaknya.


"Claudya masuk rumah sakit." saut William.


"Terus?" tanya Max tak peduli.


"Mama mau kamu jengukin dia. Papa kira tadi kamu sekalian ke sana, Max."


"Aku ga punya waktu untuk jenguk orang sakit, pah." saut Max lagi dengan ketus.


Max meninggalkan William dan Ben yang berada dirumahnya.


"Kenapa dia, Ben?" tanya William.


"Ditolak sama Ivanna, om." saut Ben.

__ADS_1


"Ha? Bagaimana maksudnya? Ivanna kemarin ke sini!"


"Max bertanya pada Ivanna untuk lamaran nantinya, dan sepertinya jawaban Ivanna menolaknya. Karna Max bilang padaku kalau Ivanna belum siap untuk menikah, om." jelas Ben.


"Baiklah nanti biar om yang akan bilang ke Max dan Ivanna."


*


Evan, Chandra, dan Memet sampai dirumah Ivanna, namun tak ada jawaban dari sang penghuninya.


"Mobil dia ga ada, bro." ucap Chandra.


"Bisa jadi dimasukan ke garasi, Chan." saut Evan.


"Coba gue hubungi dia lagi deh." kata Memet.


Memet menghubungi Ivanna, namun hasilnya sama saja. Nihil, tidak dapat terhubung pada Ivanna.


"Si Frozen betul betul buat orang khawatir!" ucap Evan.


Akhirnya mereka kembali ke rumah mereka masing masing. Dan tentunya tetap saja menghubungi Ivanna secara terus menerus.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰

__ADS_1


__ADS_2