
"Kamu kemarin pergi sama siapa?" tanya Richie tidak tahan untuk tidak bertanya.
"Bukan urusan kamu." kata Tori mendengus, Tori masih kesal karena Richie bilang tidak siap menikah saat Papanya tanya. Padahal bukan salah Richie juga sih, Tori yang menjebak Richie bilang minta restu sama Papa malam itu.
"Cewek aneh." dengus Richie kemudian pergi tinggalkan Tori bergabung dengan anak-anak yang sedang rusuh foto bersama sambil dorong-dorongan.
"Ish cowok tidak peka, dia tidak tahu aku sangat marah apa?" gumam Tori kesal. Redi yang mendengar terbahak sambil mengacak anak rambut Tori.
"Kalau tidak dikasih tahu, Ichie mana tahu." bisiknya tertawa geli.
"Uncle dengar?" Tori terkekeh, tidak malu karena dia memang sedikit tidak tahu malu.
"Tentu saja dengar. Jadi bagaimana? kamu kemarin jalan sama siapa sih?" tanya Redi kepo, semalam setelah melihat Tori pulang diantar cowok, Richie langsung curhat sama Redi dan Daniel. Mereka bertiga semalaman temani Richie yang sedikit galau.
"Teman." jawabnya singkat.
"Punya teman juga disini?" tanya Redi terkekeh.
"Itu temanku di S'pore kebetulan ke Jakarta, jadi aku temani seharian urus semua keperluan dia." Tori jelaskan sama Redi.
"Dia pacar kamu?" tanya Redi ingin tahu.
"Semua orang juga tahu boyfriend ku hanya Ichie." Tori menarik nafas panjang.
"Kenapa tidak jelaskan begitu sama Ichie?" Redi tertawa geli.
"Kenapa harus dijelaskan uncle, hubunganku sama Ichie juga tidak jelas, aku saja yang terlalu berharap selama ini." Tori monyongkan bibirnya, masih kesal ingat Ichie permalukan dirinya didepan Papa, Uncle Ray dan Uncle Nanta, walaupun Tori tidak tahu malu, tapi ia berharap Ichie tidak seperti malam itu. Tidak tahu, tidak tahu, apa itu ditanya jawabnya tidak tahu, kesal dalam hati.
"Uncle, aku mau bergabung dengan Belin dan Kia, bye uncle." langsung tinggalkan Redi karena merasa bicara terlalu banyak pada Redi yang sangat dekat dengan Ichie.
Sementara Daniel dan Balen sibuk menerima ucapan selamat dari sanak saudara juga kerabat terdekat, ditambah staff dari perusahaan yang kemarin diundang Papanya. Yang tidak pernah terpikir oleh Daniel akan datang adalah Adira, tapi ternyata dia hadir juga siang ini. Adira datang bersama kedua orang tuanya.
"Melarikan diri rupanya dan menikah diam-diam." Adira tersenyum sinis ketika salami keduanya. Balen kesal sekali dengar perkataan Adira, tapi sebelum Adira mendekat, Daniel sudah pesan pada Balen agar tidak tanggapi apa yang Adira ucapkan, cukup tersenyum saja.
"Selamat ya Daniel, Balen." Ibu Rahmat, Mama Adira tersenyum manis dan sepertinya tulus. Bisa menerima jika Daniel lebih memilih Balen dibandingkan anaknya. Balen tersenyum saja menerima ucapan selamat.
"Terima kasih sudah jaga Adira selama ini, Daniel. Apa masih bisa om titip sama kamu Adira walaupun kalian sudah menikah? anggap saudara saja." Pak Rahmat ini apa yang ada dalam pikirannya.
__ADS_1
"Kami akan pindah kota Om dan aku harus jaga Istriku sekarang, tidak mungkin jaga Adira juga." tolak Daniel tegas, apa-apaan mau titip begitu. Kalau Adira bersahabat dengan Balen sih tidak apa.
"Aku bisa jaga diriku sendiri, Papa." kata Adira pada Papanya.
"Baiklah." Pak Rahmat tersenyum dan menepuk bahu Daniel sekali lagi ucapkan selamat atas pernikahannya dengan Balen.
"Beneran gokil, berhasil juga lu." Bram sepupu Daniel terbahak, langsung peluki adik sepupunya. Danel nyengir lebar saja ingat dulu Bram bilang dia gila dan stress.
"Masih juga dibilang gila." Daniel gelengkan kepalanya. Bram terbahak dibuatnya.
"Kamu pakai ilmu apa, Baen? bisa bikin ini orang mau menunggu sekian lama." tanya Bram saat salami Balen.
"Ndak pakai ilmu." jawab Balen polos sambil tersenyum.
"Selamat ya, gue ikut lega deh, selama ini gue yang engap." katanya lagi sambil terbahak menoyor kepala adik sepupunya.
"Ish katain terus gue, mana anak istri lu, Bang?" tanya Daniel pada Abang sepupunya.
"Lagi sama Mama Amel tuh, anak gue naksir salah satu cowok di rombongan itu ya. Jadi minta dikenalkan sama Mama." kata Bram terbahak.
"Siapa? Ichie adiknya Baen? Billian tidak mungkin." Daniel menebak-nebak.
"Kesana yuk." ajak Daniel pada Balen. Dari tadi mereka berkeliling saja.
"Gabung sama anak-anak?" tanya Balen.
"Iya."
"Aban sudah semua tamunya?" tanya Balen lagi, karena kalau sudah bergabung sama anak-anak Balen suka lupa yang lain.
"Sepertinya sudah." Daniel tersenyum menggandeng Balen hampiri anak-anak mereka.
Malam pertama kan kuserahkan hanya pada cintaku yang hanyalah untukmu...
langsung rusuh semuanya menyambut Balen dan Daniel dengan lagu yang diiringi ketukan botol mineral water dan juga dentingan sendok dan piring, ada juga yang pakai tepukan tangan serta siulan. Daniel terbahak mendengarnya, para bocah malah bahas malam pertama.
"Heh rusuh betul sih." Balen ikut terbahak. Mereka tidak pedulikan ocehan Balen terus saja bernyanyi dan menggoda pengantin baru.
__ADS_1
Bulan madu di awan biru, tiada yang mengganggu...
lagu yang satu belum selesai dilanjut dengan lirik lagu lain, benar-benar rusuh.
Honeymoon avenue... honeymoon avenue...
lanjut lagi lagu berikut semakin rusuh dan tidak jelas tapi benar-benar bikin semua tertawa geli dibuatnya. Ada saja kelakuan anak-anak Baen ini.
"Om berenang hari ini dong." pinta Bima pada Daniel setelah mereka capek menggoda pengantin baru.
"Setelah acara?" tanya Daniel pada Bima.
"Yah, disini saja kan kita semua menginap, nanti sore Om, lima juta ditambah lah, sudah lewat waktu ini." pinta Aca pada Daniel.
"Ada tambahan dari Papanya Kia kok untuk juara dua dan tiga." jawab Daniel beritahukan semua.
"Huraaaiiii..." Belin bergaya Elvis Presley seperti Tori.
"Huraaaiiii..." yang lain mengikuti bergaya seperti Elvis Presley juga, semua tamu yang lewat pasti terbahak melihat kelakuan mereka.
"Sore ini berenangnya ya uncle?" tanya Tori pada Daniel.
"Kalian mengganggu yang mau malam pertama dong." kata Richie terkikik geli menggoda Daniel dan Balen.
"Belum malam kali." kata Shaka ngotot ingin sore ini juga lomba berenang.
"Boleh." jawab Daniel ikuti kemauan anak-anak.
"Huraaaiiii..." kali ini kompak semua bergaya Elvis Presley naikan tangan keatas dan kaki sedikit menekuk. Daniel tertawa geli dibuatnya.
"Kenapa?" tanya Redi yang baru bergabung karena tadi sibuk diajak ngobrol sama saudara yang lain.
"Lomba berenang sore ini." kata Daniel pada Redi.
"Disini?" tanya Redi, semua anggukan kepalanya, entah kenapa mereka kompak sekali.
"Jadi sponsor dong Om, untuk yang tidak juara." pinta Bari pada Redi.
__ADS_1
"Oke." Redi langsung oke saja ikuti kemauan Bari.
"Huraaaiiii..." kembali semua anak-anak berikut Tori bergaya Elvis Presley membuat semua tertawa geli, entah virus dari mana huraaaiiii ini.