Because I Love You

Because I Love You
Kencan


__ADS_3

"Aban aja yang pilihin baju Baen ya." pinta Balen pada Daniel karena besok ia akan serah terima di Balena Hotel bersama Lucky. Tadi baju-baju pilihan Balen di tolak Daniel karena dianggap terlalu seksi.


"Ini saja." tunjuk Daniel pada blazer model jumpsuit dengan pita yang menjuntai di bagian pinggang. Balen langsung mengambil pilihan suaminya, mereka sedang di boutique Mami Regina kini.


"Mana lagi Aban?" tanya Balen karena ia mau ada beberapa baju yang dipakainya untuk bekerja. Daniel mengambil beberapa baju yang sudah pasti tidak seksi, kalaupun rok dia pilihkan yang dibawah lutut, atasannya sudah pasti tertutup.


"Cukup Aban." kata Balen setelah Daniel pilihkan beberapa model yang bisa Balen pakai bergantian selama dua minggu.


"Nanti selanjutnya kita pesan saja, Mami sudah tahu ukuran kamu kan." kata Daniel, mereka hanya berdua saja, anak-anak bersama Papon dan Mamon di rumah.


"Iya, Aban kalau di Jakarta enaknya begini ya, anak bisa kita titip. Banyak tempat titipnya." Balen tertawa.


"Di Ohio saja kamu sering titipkan ke Noah." Daniel terkekeh.


"Itu kan sebelum Noah pulang ke Indonesia, kalau titip Kak Hilma, Baen ndak berani." Daniel langsung nyengir dan mengajak istrinya ke kasir. Setelah lakukan pembayaran, mereka lanjutkan untuk pulang.


"Aban, ajak Noah ketemuan yuk, Baen mau jodohin sama Beyin nih serius." kata Balen pada suaminya saat dalam perjalanan pulang.


"Telepon dulu saja." kata Daniel, Balen langsung hubungi Noah.


"Sorry Balen, aku ada rapat sampai sore hari ini." jawab Noah saat Balen mengajaknya makan siang bersama.


"Ih, Noah sih." kecewa karena di tolak Noah.


"Nanti deh kalau kamu sudah aktif di hotel, aku makan siang di hotelmu." kata Noah lagi, janjikan pada Baen.


"Bayar loh, ndak gratis." jawab Balen bercandai Noah.


"Hahaha iya Baen. Kalau ajak Belin gue bayar deh." jawab Noah tertawa.


"Eh Noah, serius mau sama Belin?" tanya Balen langsung semangat.


"Mau kalau jodoh, kalau tidak jodoh tidak mau." jawab Noah.


"Ah, jodohkan dari Allah, yang penting kalian berdua mau dulu di jodohkan." jiwa mak comblangnya langsung meronta. Noah dan Daniel tertawa ditempat yang berbeda.


"Noah, nanti Baen atur ya, candle light dinner."


"Sama siapa? Belin apa kamu?" tanya Noah tertawa.

__ADS_1


"Belin dong, Balen sudah punya Daniel." jawabnya bikin Noah terbahak, Daniel ikut tertawa, sudah tidak cemburu lagi dengan Noah.


"Oke deh Noah, ndak asik nih ya Bang, ndak mau ketemu kita." Balen sok merajuk gitu.


"Kalian kalau sudah sibuk juga pasti susah diajak bertemu." sungut Noah.


"Balen aku sudah harus masuk ruangan, see you soon." Noah langsung menutup sambungan teleponnya karena sekretarisnya sudah memberi kode, kalau Noah sudah ditunggu didalam.


"Aban kita pulang aja deh, makan siangnya dirumah sama anak-anak." kata Balen langsung ingat ketiga jagoannya.


"Kita makan dulu saja, nanti anak-anak kita bawakan oleh-oleh. Lagian kamu tidak kangen kencan berdua sama suami kamu ya?" tanya Daniel pada istrinya.


"Kangen Aban." Balen langsung senyum-senyum senang diajak kencan oleh suaminya.


"Sekalian nonton ya Aban." minta tambah aktifitas bukan hanya makan tapi juga nonton.


"As you wish, darling." jawab Daniel mengecup punggung tangan istrinya.


"Aban, ndak mau coba kamar di hotel Baen kah?" tanya Balen cengar-cengir.


"Sekarang?" tanya Daniel.


"Telepon Lucky deh." kata Daniel pada Balen yang langsung menuruti kemauan suaminya yang sudah berbalik arah menuju Balena Hotel.


"Yes Boss." suara Lucky terdengar Dari seberang.


"Baen sama Aban Daniel mau makan siang di hotel, tapi ndak usah kasih tahu karyawan kalau ada Baen ya Aban, biar ndak kaku."


"Oke waiting." jawab Lucky.


"Aban, sama minta kunci kamar Baen." langsung saja kasih tahu Lucky.


"Uhuk." Lucky pura-pura batuk, kemudian tidak lama tertawa jahil.


"Ish Aban. Mumpung Aban Daniel antar Baen jadi dia tahu kondisinya." jawab Balen.


"Siap Boss." Lucky terkekeh.


Setibanya di Hotel Balen sudah disambut Lucky dan Kia di lobby. Meskipun tidak bilang kalau Balen mau datang, tetap saja para Karyawan tahu kalau yang datang adalah pemilik hotel yang nantinya akan menjadi Bos mereka langsung.

__ADS_1


"Duh Aban, kenapa jadi pada baris begitu, Baen kan ndak enak." katanya pada Lucky saat turun dari mobil, Daniel tidak perlu repot cari parkir karena sudah ada tempat parkir khusus untuk Mobil Balen, sudah sedekat itu pun tetap saja pegawai hotel yang mengambil alih mobil Daniel untuk diparkir ditempatnya.


Balen menganggukkan kepalanya sopan kepada seluruh karyawan yang ikut menyambutnya didepan hotel, bahkan saat melewati lobby pun karyawan yang sedang lewat langsung membungkukkan badannya menyambut Balen.


Sampai di restaurant, makanan sudah tersaji rapi dimeja saat mereka masuki ruangan VIP. Balen menikmati menu yang sudah Lucky pesankan dengan tidak bisa diam, sebentar naikkan bahunya sambil tersenyum, sebentar acungkan jempol, sebentar gelengkan kepala dengan mata membesar.


"Keren Aban Lucky, enak semua makanannya." kata Balen pada Lucky.


"Nyonya Lucky yang seleksi cheft nya." kata Lucky menepuk bahu istrinya.


"Aban, Baen ndak tahu apa Baen bisa seperti Aban mimpin hotelnya." mulai minder karena jam terbang Lucky sudah pasti beda dengan Balen.


"Bisa lah, Kia kan masih membantu kamu." jawab Lucky tersenyum.


"Beneran Aban?" Balen langsung senang karena Lucky ijinkan Kia untuk tetap membantu Balen.


"Hanya sampai kamu bisa." jawab Lucky.


"Oh jangan Aban, Kia seterusnya bantu Baen." pinta Balen pada Lucky.


"Gue rencana nambah anak nih Baen, lihat C's sudah besar-besar kemarin gue jadi mau kejar setoran." kata Lucky melirik Kia, sementara Daniel cengar-cengir.


"Iya nanti kalau sudah hamil besar boleh deh cutinya setahun, habis itu masuk lagi." jawab Balen nyengir.


"Ante, kata Panta Ante mau ajak Bari sama Aca?" tanya Kia pada Balen.


"Iya biar banyak yang bantu, Baen kan pasti nih ya harus ijin ke sekolah anak-anak, pasti ada aja deh kalau urusan anak-anak. Kalau Bari sama Aca bisa kita karyakan kan ndak sibuk terus-terusan kita, menurut Aban bagaimana?" minta pendapat Lucky.


"Setuju, biar urusan luar kota mereka yang turun langsung." jawab Lucky.


"Memang ada urusan luar kota juga?" tanya Balen.


"Pasti ada sekali waktu." jawab Lucky.


"Tidak sekali waktu ya, dalam sebulan ada saja urusan luar kotanya." Kia sampaikan pada Balen.


"Wah Baen ndak bisa kalau harus jauh dari anak-anak dan suami Baen. Aban suruh Aca sama Bari kesini sekarang dong, langsung proses aja, jadi besok mereka juga hadir saat perkenalan dengan staff."


"Oke boss."Lucky langsung hubungi keduanya.

__ADS_1


"Aban panggil Baen aja sih jangan bas bos bas bos." sungutnya bikin Lucky dan yang lainnya terbahak.


__ADS_2