
Setelah angkatan Raymond diwakilkan oleh istrinya, Roma berkolaburasi dengan Nona bermain piano dengan atraksi yang sangat menghibur, selanjutnya generasi Nanta, oh ini sih jangan khawatir, geng kwartet mengandalkan Doni pastinya. Doni bernyanyi di iringi oleh geng ganteng, pokoknya kalau butuh musisi hari ini geng ganteng siap melayani.
"Bokap gue memang keren." teriak Bari, ia berjoget sepanjang Padonnya bernyanyi. Yang lain mengikuti, tentu saja sambil ngoceh.
"Bokap kita kenapa pada keren? karena anaknya juga keren." Billian tidak mau dibilang tidak keren. Bima bisikkan sesuatu pada Aca.
"Ah ngaco..." Aca keberatan dan gelengkan kepalanya. Entah apa yang dibisikkan Bima.
"Ayolah, kita mesti kreatif." bujuk Bima pada adiknya.
"Gue coba ya, kalau tidak bisa jangan kecewa." kata Aca keluarkan handphonenya dan mulai berkoordinasi sesuai arahan Bima. Sementara Bima kembali joget-joget nikmati aksi panggung Padon. Bahkan jejingkrakan bersama yang lain sambil ikut bernyanyi. Ya kalau bernyanyi dibawah panggung tidak masalah mau bagus atau tidak.
"Oke, lima belas menit lagi." kata Aca satukan ujung jempol dan telunjuknya sambil kedipkan mata. Sambil mengulur waktu tentu saja geng rusuh berteriak minta tambah lagu, bikin Padon samangat saja, kembali bernyanyi ikuti kemauan anak-anaknya.
"Okee, lumayan enam lagu ya, seperti sedang konser saja." kata Doni yang selalu mendapatkan tepuk tangan dari semua generasi, mereka semua terhibur, bahkan bocah-bocah generasi yang akan datang pun ikut jejingkrakan seperti C's, Sinna, Maureen, Kate, Ailen dan Galen. Semua terhibur dan berkeringat.
"Selanjutnya generasi berikut, Baen dan anak-anaknya silahkan naik ke atas panggung." kata Doni sambil cengengesan, Bima, Billian, Aca, Shaka dan Bari langsung saja satukan tangan mereka, membentuk lingkaran dan,
Huh! mereka seperti atlet yang mau bertanding saja, kemudian berjalan keatas panggung dengan percaya diri.
"Beyin mana?" tanya Balen sambil celingukan, menghilang terus hari ini dia.
"Pacaran." jawab Billian santai.
"Sama Noah?" tanya Balen.
"Sepertinya." jawab Billian lagi sambil menggandeng Ante, mereka berjalan menuju kepanggung. Balen bergaya ala Putri Indonesia yang lambaikan tangan kesana kemari sambil tersenyum.
"Kalau semua acara diisi siang sampai sore, nanti malam kita acaranya apa?" tanya Bima pada Balen.
"Istirahat lah, memang tidak capek aktifitas dari pagi." kata Balen.
__ADS_1
"Ante, besok ngapain?" tanya Bima lagi.
"Olah raga bersama, jalan santai keliling hotel. Kaosnya sudah siap kan Bari?" tanya Balen, masih saja bahas rundown acara.
"Sudah, besok pertandingan di lapangan juga Ante, Tim building." kata Bari ikutan menggandeng Balen dari sisi lainnya. Perlahan ketiganya naik keatas panggung, yang lain mengikuti. Daniel tidak ikut naik ia lebih senang jadi penonton saksikan kekonyolan istrinya bersama geng rusuh.
Lucky berjalan paling belakang bersama istrinya, jadi anaknya Baen juga dia hari ini. Tampak Belin berlari menyusul karena tertinggal jauh, baru sadar kalau rombongannya yang harus naik ke atas panggung saat ini. Aca menyusul dibelakang Belin tapi santai saja tidak berlari seperti Belin, tampak cengengesan, entah ada apa dikepalanya.
Semua ambil posisi, maksudnya Lucky yang ambil posisi siap mainkan organ.
"Selamat soreeee." teriak Bima seperti MC professional.
"Soreeee." semua menjawab sapaan Bima.
"Ben tidak mau ikut naik panggung?" Bima memanggil Ben yang langsung didorong oleh Papanya. Romi mau juga lihat anaknya tampil di panggung, mau tidak mau Ben berjalan menyusul yang lainnya.
"Aku bisa guitar." kata Ben pada Lucky saat mendekati geng rusuh.
Sementara Balen dan yang lainnya berembuk, Lucky dan Ben satukan suara.
"Om, Kia sama Ante yang nyanyi." kata Bima.
"Serius?" tanya Lucky tidak percaya. Bima bisikkan sesuatu pada Lucky yang membuatnya langsung tertawa dan anggukan kepala.
"Mau lagu apa? penyanyinya professional nih." kata Bima kepada Audience.
"Adele..." teriak Arkana, yo yang lain ikutan berteriak sebut nama-nama penyanyi.
"Selena Gomez." teriak Nanta ikutan rusuh, sementara geng ganteng tertawa saja tidak ikut pilih lagu.
"Oke, Selena Gomez I love you like a love song yaaa." kata Bima.
__ADS_1
"Okeeee..." geng kwartet yang sekarang berteriak.
"Adele nanti ya." kata Bima, Lucky langsung mainkan organnya, Ben juga mengikuti.
"Kia, Belin dan Balen bernyanyi sambil berjoget ala-ala black pink, mereka bernyanyi bikin semua tidak percaya karena suaranya begitu Bagus, malah pakai pecah suara.
"Sejak kapan mereka punya suara sebagus ini?" tanya Raymond tidak percaya.
"Mungkin sering latihan." Naka berpikiran positif.
"Mungkin juga ya." kata Raymond sambil ikut bersenandung karena lagunya dia tahu.
Daniel yang sedang menemani C's cengar cengir lihat aksi panggung istrinya, apalagi yang cowok-cowok ikutan berjoget ala boyband meskipun tidak ikut bernyanyi. Jogetnya sudah pasti berantakan ya, mereka kan tidak pernah latihan menarik seperti para boyband. Semua menikmati sambil tertawa geli lihat aksi panggung yang kocak sementara pemain gitarnya pasang wajah datar, tambah bikin tertawa saja.
"Terima kasih..." teriak Balen saat mereka selesaikan satu lagu, kemudian segera minggir mendekati Lucky, Kia dan Belin mengikuti.
"Oke selanjutnya lagu Easy dari Adele. Cukup dua lagu ya, karena bayarnya mahal nih." kata Bima lagi semua kembali tertawa. Kia bergaya ala penyanyi yang berdiri disamping suaminya, romantis kan kalau lihat begitu, suami main musik istri bernyanyi.
Tapi mereka dikejutkan oleh seseorang yang juga ikut bernyanyi sambil memegang mic, ini sih penyanyi professional, semua juga tahu siapa dia. Risa yang bernyanyi, langsung saja semua terbahak, padahal lagunya bukan lagu lucu-lucuan. Tapi kemudian menikmati aksi panggung Risa yang sepertinya sudah menjadi pengisi acara langganan keluarga mereka.
"Apa kabar Bapak Ibu semua." sapa Risa sambil lambaikan tangannya ke hadirin.
"Senang sekali saya Risa bisa ikut mengisi acara pada sore hari ini." katanya kemudian kembali bernyanyi hingga lagu easy selesai dinyanyikan. Balen segera menyapa Risa lalu ambil mic siap bikin pengakuan.
"Don't try this at home." kata Balen sambil tertawa geli.
"Pasti tadi pada kagum karena kita bertiga nyanyi dan suaranya bagus banget." kata Balen sambil tertawa.
"Pembohongan publik." teriak Romi sambil tertawa geli baru sadar kalau Balen dan anak-anaknya lakukan lipsync. Hanya pemain musik yang benar-benar bermain.
"Kan Baen sudah bilang don't try this at home, tapi jangan Salah, lipsync juga perlu extra usaha kalau gerakan bibir tidak sama Maka sudah ketahuan dari awal." kata Balen semua jadi tertawa.
__ADS_1
"Oke sampai jumpa nanti makan malam kita akan dihibur oleh Risa and friends, sore ini cukup dua lagu dulu, anggap saja Risa tadi latihan. Baen ucapkan terimakasih untuk siang dan sore ini, sekarang semua boleh beristirahat dulu di kamar yang sudah disediakan, sampai jumpa nanti malam." kata Balen menutup acara, semua bertepuk tangan karena bagaimanapun aksi panggung Baen dan anak-anaknya tadi sangat menghibur, bikin tertawa sampai keluarkan air mata, begitulah anak-anak Baen ada saja idenya sehingga berhasil membuat audience tidak jadi mules dengar suara mereka.