
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^^
_____________________________________
"Ivanna, mom sama dad minggu depan sudah harus ke Nevada lagi lho! Mana janjimu?" tanya mommy Ellen.
"Janji apaan lagi sih mom?" saut Ivanna yang tak mengerti maksud sang mommy.
"Kamu lupa atau berpura pura lupa?"
"Apa wajahku terlihat seperti orang berbohong, mom?" tanya Ivanna yang dijawab gelengan kepala.
"Janjimu membawa pacar ke rumah ini untuk diperkenalkan pada kami." ucap Ellen.
"Come on, mom! Aku masih ingin sendirian, aku belum mau menikah!"
"Kamu bilang sudah punya pacar dan akan dibawa kesini! Jadi apa itu maksudmu?"
"Aku hanya bercanda aja saat itu, mom."
"Baiklah kalau begitu kamu ikut kami ke Nevada! Ga ada penolakan! Mom sama daddy ga mungkin membiarkan kamu terlantar sendiri disini. Ayo kita kembali seperti awal." ajak mommy Ellen.
"No, mom. Please.... Aku masih ingin berkarir disini."
__ADS_1
"Ivanna, dengar mommy. Kamu sudah dewasa, sayang, dan mommy mau kamu menikah lalu punya keluarga sendiri. Kamu butuh orang yang selalu ada untukmu dan selalu merangkulmu disegala keadaan, nak. Carilah laki laki yang seperti itu. Bilang mommy jika kamu ga bisa memilih, biar mom yang akan mencarikan kamu pria yang seperti itu!" ucap Ellen memberikan wejangan kepada anak satu satunya ini.
"Aku bisa sendiri, mom. Jika waktunya tepat nanti."
"Pilih saja dari salah satu temanmu, mommy juga setuju kalau kamu sama Evan."
"Uehek! What? Evan mom?" Ivanna yang tersedak salivanya sendiri saat mendengar omongan mommy yang menyuruhnya memilih Evan.
"Mommy lihat Evan anaknya baik, nak."
Ellen terus saja memaksa Ivanna untuk memilih salah satu temannya itu kecuali Chandra. Karna ia tau bahwa Chandra sedikit belok dari Evan dan juga Memet.
"Mom, ayolah. Mereka itu hanya sahabat mom. Aku suka sama orang lain, bukan salah satu dari mereka."
"Tunggu tunggu! Teman mom? What the f*ck! Mom! Seriously? Om om?" umpat Ivanna.
"Dasar anak nakal! Bicara kamu itu ga sopan! Ini Indonesia, nak!"
"Maaf mom. Tapi asli aku mau dijodohkan sama teman mommy?" ucap Ivanna.
"Serius. Anak teman mommy juga sudah pasti banyak yang mapan dan bisa membuat kamu bahagia."
"Bahagia itu bukan karna pasangan, mom. Tapi karna pilihan kita ingin bahagia." jawab Ivanna.
"Sudahlah pokoknya besok kamu bawa dia kesini. Kenalkan pada mom dan juga daddy. Paham?"
__ADS_1
"Paham, mom."
#######################################
"Pagi mom, dad." sapa Ivanna.
"Pagi sayang. Jadi kan kamu mengundang orang yang kamu suka ke sini?" tanya Ellen.
"Tentu, mom. Aku bukan orang yang ingkar janji."
"Baguslah. Penasaran mommy tuh, seperti apa pria idaman kamu selama ini."
"Tunggu aja mom. Dia pasti datang."
"Kami menunggunya, sayang......"
Siang hari terdengar suara ketukan pintu di rumah keluarga Ivanna, ternyata Ivanna benar benar mendatangkan seorang laki laki untuk diperkenalkan kepada kedua orang tuanya ini.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰
__ADS_1