
Semua tumpan ruah di Ballroom yang sudah Balen siapkan, sampai bingung Balen harus menyapa yang mana dulu, Noah dan Denis tampak sudah hadir, tapi mereka asik ngobrol dengan Belin, nanti saja Balen hampiri, entah kenapa agak aneh melihat Belin dan Noah begitu dekat, apa Balen ketinggalan informasi, Balen sedikit kerutkan keningnya.
Saatnya Balen naik ke panggung untuk berikan sedikit sambutan sebagai tuan rumah karena Balen yang mengundang mereka semua untuk berkumpul disini.
"Selamat siang, Assalamualaikum." sapa Balen pada semuanya.
"Siang, Waalaikumusalaam." kompak semua menjawab sapaan Balen.
"Acaranya santai aja ya, tapi Baen benar-benar bahagia karena semua menyempatkan hadir disini, ini seperti mimpi tapi nyata ya. Baen juga mau ucapkan terima kasih untuk Oma Nina dan juga Opon karena berhasil mewujudkan mimpi Baen untuk menjadi Bos Oten." katanya semua hadirin terbahak, Balen seperti sedang stand up comedy saja.
"Opon sama Oma Nina bisa naik ndak?" tanya Balen, mereka kibaskan tangan tidak bersedia untuk naik ke atas panggung.
"Baen rasa juga semua sudah kenal sama Oma Nina dan Opon ya, tapi pasti banyak juga yang belum saling kenal karena melihat wajah-wajah baru, ini anak dan cucunya siapa? begitu bukan?" tanya Balen, semua menjawab kompak,
"Betuuulll."
"Nah kejadian tadi pagi saat Baen kehilangan Cadi anak bungsu Baen, ternyata dia ada bersama Kak Jelita dan keluarganya, tapi Kak Jelita tidak tahu kalau Cadi anak Baen." katanya tertawa, semua ikut tertawa.
"Supaya tidak bingung kita panggil per keluarga ya, anak cucu menantu harap naik nanti jadi tau silsilahnya, ndak bosan kan kalau Balen jelasin?" tanya Balen.
"Tidaaak."
"Mau dijelasin apa ndak usah?" tanya Balen.
"Jelasiiiin." jawab mereka kompak, Balen tertawa lalu mulai memanggil keluarganya.
__ADS_1
"Oma Nina beserta anaknya maju dong." pinta Balen, berhubung Om Nina tidak mau naik ke atas panggung hanya Reza dan Kenan saja yang maju.
"Alkisah Ayah Eja menikah dengan Bunda Kiki, yang namanya Baen sebut maju ya." kata Balen, Kiki pun tertawa lalu naik ke atas panggung, lalu berdiri disebelah Reza.
"Lalu lahirlah Bang Raymond." kata Balen, Raymond pun maju sambil tertawa geli ikuti permainan adiknya.
"Kemudian adik Ayah Eja yang bernama Kenan, Paponnya Baen pun menikah sama Mama Ai, lalu lahirlah Nanta." kata Balen, sebut Mama Tari yang berhalangan hadir. Nanta maju ke atas panggung.
"Setelah Nanta besar sedikit, Kenan yang masih sendiri menikah dengan Nona, beruntung sekali Nona bisa menikah dengan Kenan." katanya bikin semua terbahak, Nona yang naik kepanggung ikut terbahak.
"Dari pernikahan Nona dan Kenan lahirlah Balena dan Richie." kata Balen sekarang Richie yang naik ke atas panggung sambil gendong Ailen.
"Nah Ailen ini hasil pernikahan Richie dengan Tori anak Bang Steve, aaah kepanjangan ya, kenalan sendiri aja gimana?" tanya Balen semua langsung terbahak dibuatnya karena Balen bosan sendiri. Reza pun ambil alih,
"Anak cucu menantu juga besan Reza coba naik keatas panggung." kata Reza, Alex, Monica, Roma, Kia dan Lucky berikut sabda naik ke atas panggung. Reza perkenalkan mereka satu persatu.
"Oke keluarga Reza selesai silahkan keluarga Kenan beserta anak cucu mantu dan besan." pinta Reza, Micko dan Lulu tetap diam ditempat. Steve, Ayu, Selin, Tori, Mario dan Regina ikut naik keatas panggung berikut C's, Galen dan Maureen. mereka mulai perkenalkan diri dan sebutkan silsilah keluarga mereka. Bima dan Aca berlarian ikut naik keatas panggung karena keasikan bercanda di belakang. Micko dan Lulu kembali ikut naik.
"Oke keluarga Mario, Kenan dan Micko sudah ya, sekarang keluarga Erwin silahkan." panggil Reza karena Balen sudah pusing duluan. Erwin, Enji naik keatas panggung bersama ketiga anak kembarnya berikut menantu kesayangan. Jelita beserta keluarga juga ikut naik.
"Sayang sekali cucu kami banyak yang berhalangan hadir karena sekolah diluar negeri, tapi ada perwakilan Jelita, Smith dan Kate." Ame Enji menjelaskan.
"Oh iya Intan dan Anto maju dong, jadi kami ini berbesan karena Sosa menikah dengan Naka anak kami." katanya menjelaskan.
"Sudah tahuuuu." teriak Reza semua terbahak, Enji ikut tertawa geli.
__ADS_1
"Intan dan Anto juga berbesan dengan sepupuku Liana. Ayo maju Liana dan Leo, Anggita, Wilma, Ando dan Romi naik ya. Romi ini Kakaknya Sosa." Enji menjelaskan. Nah Romi dan Anggita menikah, lalu lahirlah Ben, Ben sayang ayo maju." pinta Enji pada Ben, mereka semua maju. Leo menepuk bahu cucu kesayangannya yang tampak bersinar.
"Ada gadis single boleh daftar jadi menantu Romi ya." kata Intan bikin Ben mendesis kesal."
"Banyak cowok single disini Ameee." teriak Bima semua langsung terbahak, dipikir-pikir keturunan mereka kebanyakan laki-laki.
"Nah cowok single boleh dekati Sisca anaknya Wilma sama Ando, Bima sama Aca tidak usah deh, nanti jodohnya lu lagi lu lagi." Enji membuat semua terbahak.
"Kalau begini terus lama-lama kita bisa bikin negara sendiri." celutuk Erwin Dan semua kembali tertawa.
"Apakah ada yang belum dikenalkan?" tanya Enji.
"Ada Papa James dan Mama Amelia mertua Baen yang sudah seperti orangtua Baen sendiri." Balen kemudian panggil mertuanya, Aban Leyi, Kakak Yumi juga Belin dan Billian.
"Hampir aja Baen menikah sama Aban Leyi, dia cowok pertama yang Baen Lamar waktu usia Baen masih balita." cerita Balen, semua kembali tertawa.
"Tapi Aban Leyi diselamatkan oleh Kakak Yumi, bayangkan kalau Aban Leyi menunggu Baen." katanya bikin Larry terbahak dan mengacak anak rambut Balen, meskipun sudah punya anak tiga tetap saja Balen seperti adik kecilnya.
"Sayang sekali anak Papa James yang bungsu tidak hadir karena tinggal di Jepang." kata Balen sedikit sedih karena tidak komplit yang hadir.
"Hadiiir." teriak seseorang yang tampak lambaikan tangannya lalu berjalan bersama pasangan dan anaknya.
"Aaah Mora I miss you." teriak Cadi berlonjak senang karena Om Redi, Ante Ulan dan Mora hadir bersama mereka.
"Ini kejutan buat kami karena Redi anak kami beserta menantu dan cucu kami bisa hadir." kata Mama Amelia tersenyum bahagia, Redi sempatkan pulang ke Jakarta bersama keluarganya.
__ADS_1
"Alhamdulillah, keluarga Papa James bisa hadir semua. Baen benar-benar bahagia saat ini.
"Oh iya istri Redi ini namanya Ulan masih adik Aban Nanta dari Mama Ai. Benar yang Popo Erwin bilang jodohnya kok lu lagi lu lagi." Balen terkekeh lalu peluki Ulan dengan erat karena mereka sudah lama tidak bertemu.