Because I Love You

Because I Love You
Harapan


__ADS_3

Terjadi kerusuhan karena saat pembagian hadiah juara tiga dapat lebih sedikit dari pada yang tidak juara. Peserta protes berat, tidak terima merasa dicurangi.


"Keos nih Keos." Larry tertawa geli lihat Billian bungsunya protes berat saat Steve bagikan hadiah. Steve juga jadi bingung kenapa juara tiga lebih kecil dari yang tidak juara.


"Maaf sponsor merangkap panitia salah hitung." jawab Nanta tertawa geli, kemudian tambahkan hadiah untuk juara tiga menjadi tiga juta.


"Nah ini baru adil, Panta." kata Billian bikin Daniel dan yang lainnya terbahak tak henti-henti tertawakan Billian yang protes berat.


"Sudah tua ya maklum, jadi sudah sulit hitung uang." kata Balen menggoda Nanta Abangnya.


"Beda tipis sama suami kamu loh dek." kata Nanta bikin semua tertawa geli. Daniel hanya melirik dikatakan sudah tua.


"Aban Daniel Baen seganteng ini, dibilang sudah tua." protes Balen pada Abangnya.


"Ciee Daniel yang sudah meniduri ada yang bela." bisik Larry bikin Daniel terbahak dan memiting leher abannya, mereka berdua tertawa geli.


"Rese lu Bang, kalau Baen dengar bisa di pukuli bantal lagi gue." bisik Daniel bikin Larry tertawa tak henti-henti.


"Kenapa sih berdua, heboh?" tanya Raymond bikin Larry kembali tertawa.


"Baen KDRT." kata Larry pada Raymond.


"Kenapa?" tanya Raymond.


"Yang waktu aku cium bibir itu habis aku dipukuli bantal." kata Daniel ceritakan kejadian di Ohio, bukan kejadian tadi siang. Raymond dan Steve tertawa mendengarnya.


"Beruntung kan Baen dapat gue." katanya tengil, bikin Nanta menoyor kepalanya.


"Nan, besok ke Malang yuk." ajak Raymond pada Nanta.


"Ada masalah, Bang?" tanya Nanta pada Raymond.


"Bertemu investor, Fero lagi ke Papua." jawab Raymond pada Nanta.


"Mau dong Baen ikut ke Malang." pinta Balen pada Raymond.


"Ayo Niel." ajak Nanta pada Daniel.


"Kata Bang Larry habiskan waktu dengan keluarga saja, tidak usah honeymoon." jawab Daniel melirik Larry.


"Ini kan lu jalan sama gue, Niel. Keluarga lu juga." kata Raymond bikin Larry terkekeh.


"Pergi saja." kata Larry pada Daniel.


"Tapi ndak ada ulan disana, ya Bang." kata Balen lagi.


"Siapa Ulan?" tanya Daniel pada Balen.


"Kakak Baen yang di Malang, anak Mama ai." jawab Balen.

__ADS_1


"Anak nyokap gue Niel. Lebih tua sedikit dari Balen." jawab Nanta jelaskan pada Balen.


"Iya kamu kalau kesana memang hanya honeymoon, karena Mama sekeluarga sedang kunjungi Ulan di Jepang." jawab Nanta pada Balen.


"Ulan sekolah disana?" tanya Daniel pada Nanta.


"Iya Ulan ambil sekolah fashion and Art di Kyoto." jawab Nanta.


"Mau jadi designer." Daniel terkekeh.


"Kisna ikut juga, Ban?" tanya Balen pada Nanta.


"Kisna? siapa?" tanya Daniel lagi mendengar nama baru.


"Krisna, tapi Baen panggil dia Kisna. Iya ikut juga sama Mama dan Om Bagus." jawab Nanta menjawab pertanyaan Balen dan Daniel.


"Jadi bagaimana? ikut ke Malang tidak? tanya terus sih." kata Raymond kesal.


"Hehehe, aku ijin Ayah dulu Bang, boleh tinggalkan Warung Elite tidak." kata Nanta pada Raymond.


"Ini kan urusan kamu juga, dek." kata Raymond pada Nanta.


"Yah, tapi aku kan fokusnya di Warung Elite bukan Syahputra. Bos Warung Elite harus dikasih tahu dulu." Nanta tertawa, Ayah dan sahabatnya sudah serahkan Warung Elite sepenuhnya untuk di kelola Nanta, tapi tetap saja Nanta harus koordinasi jika ada sesuatu.


"Aban Ledi kalau ketemu Ulan natsi deh natsi." kata Balen tiba-tiba tersenyum pada Redi.


"Sok tahu ah." Redi terkekeh.


"Ish, tahu dari mana cewek Malaysia, Ichie ember nih." dengus Redi memandang Richie yang sibuk dengan peserta lomba wanita. Karena Richie sudah menang sekarang Richie yang gantikan Balen dan Billian yang gantikan Redi.


"Dari Mama dong, Ichie mana mau cerita sih yang begitu." Balen terkekeh.


"Ih Mama ember juga." dengus Redi.


"Jadi kamu serius sama cewek Malaysia itu?" tanya Daniel pada Redi.


"Memangnya tahu yang mana?" tanya Redi pada Daniel.


"Tidak tahu, kan tahu juga dari Mama waktu kita di mobil." jawab Daniel tertawa.


"Kalau memang jodohnya ya diseriusi, kalau tidak jodoh cari yang lain saja." jawab Redi santai pada Abangnya.


"Kalau jodoh pasti ada jalannya, Redi." kata Steve pada Redi.


"Iya Bang." jawab Redi tersenyum.


"Ulan sudah punya pacar Bang?" tanya Redi pada Nanta.


"Maksud lu apa nih?" tanya Nanta mendelik.

__ADS_1


"Ya kali gue jadi adik ipar lu juga Bang." jawab Redi bikin semua terbahak.


"Fokus saja sama yang di Malaysia, adik gue jangan jadikan pelarian." kata Nanta lagi sambil terbahak.


"Nih Baen sih bilang natsi, gue kan jadi penasaran." kata Redi salahkan Balen.


"Adik gue sih memang banyak yang natsi." jawab Nanta terkikik geli.


"Jadi setuju nih Bang?" tanya Redi menggoda Nanta.


"Gue dekati Abangnya dulu deh, baru adiknya." kata Redi bercandai Nanta.


"Ban Redi, kapan yuk kita ke Jepang, suruh Ulan jadi guide kita deh." kata Balen cengengesan.


"Kamu ajaknya Redi, bukan aku?" protes Daniel pura-pura merajuk.


"Yah kalau kita kan satu paket Aban, Baen kesana berarti Aban juga." jawab Balen bikin semuanya siul-siul. Para Bapak tidak kalah rusuh sama anaknya.


"Abang sudah mau pesan tiket nih, Abang telepon Ayah ya, supaya kamu besok ikut ke Malang." kata Raymond pada Nanta.


"Coba saja." kata Nanta, ikuti apa rencana Abangnya.


"Ban kita ikut, ndak?" tanya Balen pada Daniel.


"Di Jakarta dulu saja ya, kita belum banyak waktu dengan Papa dan Mama, juga Papon, Mamon dan Oma." kata Daniel pada Balen, ingat pesan Larry agar habiskan waktu dengan keluarga disini.


"Nanti saja Baen kalau ada Ulan, biar Abang ikut juga." kata Redi pada Balen.


"Hmm... Aban sih sudah punya pacar, jangan ganggu kakak Baen ah." kata Balen pada Redi sambil tertawa.


"Penasaran sih gara-gara kamu bilang Natsi gitu." jawab Redi.


"Dasarnya saja mata keranjang." jawab Balen mendengus kesal, Daniel terkikik geli, bukan Daniel saja yang dibilang mata keranjang, Redi juga rupanya.


"Kamu cemburu ya? kalau natsi aku dari dulu bilang dong natsi, kalau sekarang kan sudah terlambat, kamu sudah jadi kakak iparku." Refi menggoda Balen.


"Ih..." Balen bergidik lalu hampiri Daniel dan memeluknya.


"Hmm, sekarang peluk-peluk terus." Larry tertawa pandangi Balen.


"Dulu kan peluk Aban Leyi, sekarang Aban Daniel dong." Balen terkekeh.


"Ih dasar mata keranjang." kata Redi membalas Balen.


"Enak aja, Aban. Masa Baen dibilang mata keranjang." mengadu pada semua Abangnya.


"Iya juga sih, dulu maunya sama Larry, eh terus pindah sama Daniel." goda Steve sambil terbahak.


"Ih..." Balen tidak bisa menjawab hanya tertawa saja jadinya.

__ADS_1


"Aban Leyi sih." Balen salahkan Larry yang terus saja tertawa pandangi Balen. Ingat Balen kecil yang sekarang sudah menjadi adik iparnya, harapan Larry terkabul, Balen tidak jatuh ke orang lain.


__ADS_2