
"Mamon kok disini?" tanya Cadi bingung saat melihat Nona sedang duduk manis di kursi malas pinggir kolam berenang, saksikan cucunya yang lain sedang melatih Kate.
"Mamon mau lihat kamu ajari Kate, eh ternyata Mamon salah panggil." cerita Nona sambil lambaikan tangan pada Balen, Daniel dan Billian.
"Mamon kira Chandra tuh aku ya?" tebak Cadi.
"Iya kalian mirip sekali kalau diam, kalau sudah bicara baru Mamon tahu." Nona terkekeh.
"Semua pada bilang mirip, padahal beda." jawab Cadi, "Mamon tapi aku bisa loh jadi Chandra." katanya cengar cengir.
"Bagaimana?" tanya Nona, Billian mulai tertawa bayangkan Cadi meniru gaya Abangnya.
"Chandra tuh kalau baru datang begini." Cadi langsung berdiri ulurkan tangan pada Nona, mencium tangannya tanpa bicara, lalu tersenyum tipis.
"Eh beneran mirip." Nona terkikik geli.
"Kok Mamon tidak sapa Chandra?" tanya Cadi.
"Oh iya, Chandra kamu baru pulang? kamu sudah makan sayang?" Nona bertanya seakan pada Chandra.
"Belum." Cadi duduk dimeja sambil menoleh Kiri dan kanan sambil mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya. "Begitu kan Chandra?" tanyanya sambil nyengir.
"Hahaha iya." Billian terbahak.
"Kalau begitu dia itu lagi menunggu makanan di meja makan." kata Cadi bocorkan rahasia abangnya.
"Kalau dimeja makan ada makanan bagaimana?" tanya Billian.
"Dia pasti cari piring, lalu tanya, Mamon aku makan nasi atau baked potato?" pasang ekspresi seperti Chandra, semua jadi tertawa geli dibuatnya.
"Terus..." Billian menunggu.
"Sudah ah aku lapar." tinggalkan Nona dan Billian, lalu "Pak, Pak, tadi makanan yang saya pesan sudah ada belum?" Cadi langsung hampiri salah satu pegawai restaurant.
"Sebentar ya, adik duduk dimana?" tanya pegawai tersebut ramah.
"Disitu, sudah dimasak kan? saya lapar loh dari tadi." katanya jujur, pegawai restaurant langsung tertawa geli lalu anggukan kepalanya, tinggalkan Cadi menuju ke restaurant. Cadi kembali bergabung dengan keluarganya, lalu sesekali berteriak tertawakan Chandra dan Cadi.
"Pretty, ikuti arahan Chandra saja jangan Cayi, hahaha." teriaknya sambil tertawa geli.
"Pretty..." Billian kembali terkikik geli.
"Kate, really pretty kan Pap?" minta pendapat Papanya. Daniel tertawa sambil anggukan kepalanya.
"Aku mau pesan minuman herbal dong Pak." katanya lagi saat pelayan restaurant antarkan pesanan Cadi juga untuk Chandra, Charlie dan Kate, karena Cadi juga pesankan untuk mereka.
"Kaya orang tua kamu minum-minuman herbal." Billian menggoda Cadi.
"Enak saja Abang, bilang aku kaya orang tua, itu sehat tahu." sungutnya tapi tetap saja terlihat lucu dimata Billian.
"Oh Iya Mamon, masa Cadi katanya tadi mau menikah." lapor Billian pada Nona.
"Eh Cadi Nak..." Nona langsung panik.
"Ih Mamon mana mungkin, aku saja masih belum sekolah dasar." Cadi kibaskan tangannya tenangkan Nona.
__ADS_1
"Tadi bilangnya begitu." masih saja Billian menggoda adiknya.
"Itu salah mengerti Abang. Bukan seperti itu yang aku bilang tadi." jawabnya sok tua, lalu mengunyah kentang dan burger yang ada dihadapannya.
"Ini buat siapa?" tanya Balen.
"Mereka." tunjuknya pada ketiga orang di kolam berenang.
"Mamon dan kita semua kok tidak dipesankan?" tanya Balen.
"Mam kan Bos nya, Mam saja yang pesan ya." katanya tersenyum manis.
"Enak saja Bos." protes Balen.
"Habis apa dong?" tanya Cadi sambil memegang kentang gorengnya lalu suapi Balen.
"So sweet, Mamon tidak disuapi?" tanya Billian.
"Gantian." jawabnya, lalu suapi Nona pakai kentang goreng.
"Abang juga mau sisuapi tapi Burger." pinta Billian.
"Wait..." Cadi segera memotong burger lalu menusuknya dengan garpu arahkan kemulut Billian.
"Enak kan?" tanya Cadi pada Billian.
"Enak, pesankan buat Abang dong." pinta Billian. Cadi menghela nafas panjang, ia sangat lapar tapi tetap mau kasih perhatian untuk keluarganya.
"Boleh tidak aku makan dulu sebentar?" tanya Cadi pada Billian.
"Oke, setelah makan aku pesankan untuk Mam, Pap, Mamon dan Abang." janji Cadi.
"Hahaha tidak usah, tuh sebentar lagi prasmanannya buka." tunjuk Billian pada meja prasmanan.
"Abang, aku nanti mau scramble eggs katanya.
"Lapar berat memangnya?" tanya Daniel.
"Tidak, cuma buat kunyah-kunyah saja." jawabnya.
"Itu sih rakus, kalau sudah kenyang jangan nanti kamu mual." Balen ingatkan Cadi.
"Ini tuh Mam, cuma sedikit, tadi kan suapi Mam, Mamon dan Abang." Cadi merasa jatah makannya berkurang.
"Suapi juga hanya sekali, kecil lagi." protes Billian.
"Tetap saja jadi tidak utuh, boleh kan tambah scramble eggs?" minta ijin pada Balen.
"Tanya Papa." Balen tunjuk Daniel.
"Pap, boleh?" minta ijin Daniel.
"Kalau tidak habis bagaimana?" tanya Daniel.
"Nanti aku suapi Pap." jawabnya tersenyum manis, Billian dan yang lain kembali terkikik geli.
__ADS_1
"Iya nanti Abang pesankan, kalau tidak habis suapi Abang juga boleh." kata Billian.
"Pap juga." jawabnya senyum-senyum.
"Iya pesan saja." Daniel ijinkan Cadi.
"Thanks Pap, I love you so much." katanya Manis.
"Papa love you more." jawab Daniel tersenyum, mengacak anak rambut Cadi.
"Makanannya sudah datang nih..." teriak Cadi sambil tepukkan tangannya ke kolam berenang, kolam masih tampak sepi karena baru mereka bertiga saja yang berenang.
"Tanggung, sebentar lagi kita selesai." jawab Charlie.
"Nanti dingin loh."
"Five minutes." jawab Chandra.
"Ya sudah, kalian mau scramble eggs juga tidak?" kembali berteriak.
"Aku mau." Kate langsung angkat tangannya.
"Oke Pretty." jawabnya, Billian gelengkan kepalanya, centil sekali adiknya ini.
"Genitnya cucu Mamon." Nona terkikik geli.
"Papon seperti aku waktu muda tidak?" tanyanya.
"Seperti kamu waktu muda? kamu saja masih kecil." Billian terbahak, padahal tahu maksud Cadi tapi senang saja menggodanya.
"Maksud aku tuh dulu Papon seperti aku pasti." Cadi menjelaskan.
"Idih, Papon sih tidak genit." jawab Billian.
"Loh jadi aku seperti siapa? aku tanya Pap, katanya tidak seperti aku. Aku tanya Opa juga tidak." jawab Cadi.
"Kamu sudah tanya Ayah Leyi sama Uncle Redi belum?" tanya Daniel nyengir.
"Tidak aku tanya karena kan sudah diwakili Opa and Pap." jawabnya.
"Tanya dulu." kata Billian. "Ayah dan Uncle waktu muda punya banyak pacar loh." Billian beritahukan Cadi.
"Eh anak Baen jangan diajari yang ndak-ndak." protes Balen.
"Hahaha ante, dari kemarin juga Cadi yang ajari aku dan yang lainnya. Kita sampai bilang kalah kita sama Cadi nih." Billian terbahak.
"Memang aku ajari apa?" tanya Cadi bingung, semua kembali tertawa.
"Malah tertawa." sungutnya, kemudian tersenyum karena minuman herbal yang dimintanya datang.
"Ini apa Pak? jangan yang buat langsing loh." kata Nona pada pegawai yang antarkan minuman Cadi.
"Temulawak kok bu." jawabnya.
"Apa itu temu lawak? nanti aku tertawa-tawa sendiri lagi habis minum ini." katanya khawatir jauhkan minuman itu dari hadapannya. Semua kembali tertawakan Cadi termasuk pegawai restaurant.
__ADS_1