Because I Love You

Because I Love You
Kesal


__ADS_3

"Bicara sama siapa?" tanya Daniel saat papasan dengan istrinya begitu selesai mandi.


"Bima, Ichie sama anak-anak yang lain. Aban ke Mesjid?" tanya Balen.


"Iya." jawab Daniel anggukan kepala.


"Baen mandi ya, Aban kalau keluar kamar pintunya tutup yang benar." pesan Balen pada istrinya.


"Abang tunggu kamu selesai mandi." jawab Daniel.


"Baen mau rendam air hangat, badan Baen rentek rasanya." kata Balen apa adanya.


"Jangan lama-lama nanti habis waktu shubuhnya." Daniel ingatkan Balen.


"Eh iya, gimana dong Aban, ndak usah rendaman aja ya?" tanya pendapat Daniel.


"Mandi dulu saja, setelah sholat shubuh baru berendam, Abang temani." jawab Daniel jahil.


"Ah ndak usah, nanti kita ndak main tenis lagi." Balen langsung menolak ide Daniel.


"Hahaha ya sudah kalau tidak mau, Abang tidak memaksa." Daniel terbahak.


"Ya sudah sana mandi, bicara terus nanti habis waktu." kata Daniel segera ambil pakaian yang sudah disiapkan Balen.


"Aban yang ajak Baen ngomong terus Ih." mendengus kesal merasa disalahkan.


"Pagi-pagi tidak boleh kesal." goda Daniel pada istrinya.


"Iya kesalnya nanti aja Baen tahan dulu." jawabnya bikin Daniel terbahak.


"Tidak boleh kesal sama suami, nanti dosa." Daniel ingatkan Balen.


"Bodo ah, Baen aja yang dosa, aban ndak." gerutu Balen masih saja sempat jawabi setiap perkataan suaminya, Daniel lagi-lagi tertawa.


"Aban... Baen lupa bawa handuk." teriak Balen setelah sekian lama berada di kamar mandi.


"Aban..." tidak ada jawaban dari suaminya. Mungkin sudah ke Mesjid, pikir Balen mengingat sepertinya sudah adzan shubuh. Balen mengintip, benar saja tidak ada siapapun dikamar. Balen pun keluar tetap dengan mengintip-intip walaupun tahu kamar terkunci dengan baik. Ia segera ambil handuk dan berpakaian, mengambil wudhu lalu sholat shubuh sendiri di dalam kamar.


Setelah sholat Balen sempatkan membaca ayat suci yang dilihatnya dari aplikasi handphonenya, pesan Mamon, sempatkan baca berikut artinya walaupun sedikit tapi rutinkan. Itu Balen ikuti terus sampai sekarang.


Sambil menunggu suaminya Balen menghubungi Tori, mau tahu apa Tori akan bergabung pagi ini apa tidak.


"Aku tidak ikut Baen, ada acara keluarga." kata Tori pada Balen.


"Oh ya udah, Selin udah berangkat?" tanya Balen.


"Belum, justru keluarga Ishak mau datang jadi kita makan siang bersama deh, setelah itu Selin dan Ishak bersama keluarganya ke S'pore." jawab Tori pada Balen.


"Aban Setip sama Kak Ayu?" Balen tanyakan orang tua Tori.

__ADS_1


"Minggu depan baru kembali Ke S'pore." jawab Tori.


"Kamu?"


"Tidak tahu nih Ichie, aku tidak boleh ikut sekolah di Ohio, jadi Papa tidak urus kepindahanku, Baen aku tetap lanjutkan kuliah di S'pore." Tori bersungut.


"Ya udah Ichie juga..." Eh Balen ingat kalau Ichie minta dirahasiakan.


"Ichie kenapa?" tanya Tori.


"Ichie juga kan harus selesaikan kuliahnya baru kalian menikah." jawab Balen pada Tori.


"Padahal bisa menikah sambil kuliah, Panta juga begitu." Tori bersungut.


"Iya sih, tapi kan Aban sudah punya penghasilan dari basket, Toyi." kata Balen terkekeh.


"Baen lagu ini enak deh." Tori langsung nyanyikan sebait lagu terbaru yang di dengarnya di radio.


"Aku tahu..." Balen ikut menyambung baitan lagu sambil berjoget, ia dengarkan musik yang ada didekat Tori. Mereka bernyanyi bersama sambil sesekali tertawa karena ada yang salah bait.


"Baen kamu kapan kembali Ke Ohio?" tanya Tori.


"sepuluh hari lagi, karena harus ke Jepang dulu kan, Baen janjian sama Ulan." jawab Balen beritahukan Tori.


"Sebentar lagi dong, kalau begitu aku ke S'pore hari dan jam yang sama dengan kamu, biar kita sama-sama di Bandara." kata Tori pada Balen.


"Oke." jawab Balen setuju, malah senang nanti dibandara bisa asik ngobrol sama Tori.


"Besok." jawab Balen.


"Kemana? kerumah Papon, Panta apa Ayah?" tanya Tori ingin tahu.


"Belum tahu, belum bahas lagi. Mau belajar masak sop ikan dulu sama Mama Amelia, mungkin ke rumah Mama Amel dulu, baru keliling karena mobil Aban juga kan disana." jawab Balen sampaikan sesuai pemikirannya.


"Oke, Baen aku ikut main tenis deh, pakai baju apa ya?" tiba-tiba Tori berubah pikiran.


"Pakai baju berenang." jawab Balen tertawa.


"Ih yang benar saja. Kan kalau main tenis pakai baju seksi, Ichie marah apa tidak?" tanya Tori pada Balen.


"Ichie ndak pernah komplen baju Baen sih, ndak tahu kalau sama Tori." jawab Balen lupa apa Richie pernah menegur Balen saat berpakaian seksi.


"Yang suka komplen itu Aban Leyi sama Aban Nanta." jawab Balen lagi.


"Ya sudah sampai bertemu di restaurant mau numpang sarapan bisa kan?"


"Bisa." Balen tertawa.


"Kamu ndak minta jemput Ichie?" tanya Balen.

__ADS_1


"Tidak, dari Kemarin adikmu itu tidak hubungi aku, menyebalkan." Tori merengut, Ichie masih saja acuh, padahal Tori dengar Ichie bilang I love you walaupun tidak mau diulang saat Tori minta.


"Oh dia memang begitu, tapi sangat perhatian, Ichie pintar masak lagi, di Ohio masakin Baen terus." Balen promosikan adiknya.


"Aku mau belajar masak juga Baen, masa Ichie yang masak nanti kalau kami menikah." Tori tertawa.


"Iya Baen juga mau belajar masak, kok ragu kalau anak Bi Latifah mau ikut kita, lagi pula kasihan dia, masa harus urus Baen sih." kata Balen lagi pada Tori.


"Baen, disana ada yang bisa bantu tahu, nanti aku tanyakan temanku, Kakaknya di Canada pakai pekerja harian. Kamu mau?"


"Nanti Baen tanya Aban Daniel dulu." jawab Balen.


"Sebenarnya makanan dikantin juga enak-enak sih, Baen bungkus aja bawa pulang ya kalau lagi kuliah." kata Balen lagi.


"Nah begitu saja, tidak usah repot masak atau bawa orang." kata Tori, mereka berdua lagi lempeng sepertinya pembahasannya serius.


"Tori jalan jam berapa sudah mandi belum sih?" tanya Balen pada Tori.


"Belum mandi, tadi sholat shubuh sikat gigi aja." Tori tertawa.


"Sana mandi, kapan datangnya jam segini belum mandi keburu datang deh keluarga Ishak." oceh Balen pada sahabatnya itu.


"Eh Baen, Selin sepertinya akan menikah juga, Ishak dan keluarganya sudah mendesak." kata Tori bocorkan rahasia Kakaknya.


"Oh kalau udah cocok menikah aja, kenapa ditunda-tunda." jawab Balen merasa senang ada temannya nanti yang sudah menikah.


"Jadi Selin dong yang temani Baen, bukan aku." gerutu Tori kesal, ia yang minta menikah malah Selin yang akan pertemuan keluarga bahas pernikahan.


"Ichie nya kerja dulu." jawab Balen.


"Lama dong sekarang saja masih kuliah."


"Kuliah sambil kerja." jawab Balen.


"Kerja dimana? kantor perwakilan Unagroup yang di Ohio saja, mau tidak ya?" tanya Tori pada Balen.


"Ndak tahu, Baen ndak urusin." jawab Balen.


"Balen Ichie kan adik kamu, kakak kok tidak peduli adik sih." Omel Tori kecewa tidak dapat informasi dari Balen.


"Bilang aja Tori kesal ndak dapat info dari Baen." tebak Balen mencibir.


"Iya sih." jawab Tori terkekeh.


"Sana mandi!" mulai galak, karena tahu Tori pasti lama pilih lagu.


"Iya-iya, seperti Mama aja sih Baen paksa-paksa mandi." gerutu Tori lalu matikan sambungan teleponnya.


"Loh Aban ada disini, kapan masuknya?" tanya Balen bingung karena Daniel sudah duduk di kasur sambil senyum-senyum pandangi istrinya

__ADS_1


"Dari kamu nyanyi-nyanyi tadi." jawab Daniel tertawa sambil hampiri Balen dan memeluk istrinya yang sudah cantik dan wangi pagi ini.


__ADS_2