
Aktifitas mandi tidak pakai modus lagi. Daniel dan Balen benar-benar mandi, meskipun agak risih berada di kamar mandi berdua suaminya tapi Balen sok santai saja. Telepon Daniel yang terus berdering bikin keduanya serius jalankan ritual bersihkan diri. Daniel tahu itu pasti Larry dan Larry tidak akan menyerah sampai telephone berhasil tersambung.
"Ya Bang, baru selesai mandi." kata Daniel setelah buru-buru keluar dari kamar mandi, ia masih berbalutkan handuk.
"Kirain masih tidur, ikut sholat dimesjid?" tanya Larry pada Daniel.
"Sholat di kamar dulu deh, gue belum rapi." kata Daniel pada Larry.
"Ya sudah gue dan yang lain ke Mesjid dulu, nanti kita langsung bertemu di kolam ya." kata Larry pada adiknya.
"Iya." Daniel setuju.
"Baen masih tidur?" tanya Larry ingin tahu kabar Balen.
"Sudah bangun." jawab Daniel tersenyum pandangi Balen.
"Tadi lu beneran tidur?" Larry menggoda adiknya, sedikit curiga mana mungkin Daniel tidur.
"Meniduri." jawab Daniel jujur bikin Larry terbahak, seperti dugaannya.
"Bagaimana rasanya?" tanya Larry kepo.
"Ih, apa sih. Sudah ya gue mau siap-siap, ditunggu imam Mesjid lu, buruan." jawab Daniel membuat Larry kembali terbahak.
Daniel tutup telepon dengan wajah senyum-senyum, Larry kepo saja mau tahu detail tentang urusan kamarnya
"Kamu datang bulan?" tanya Daniel saat lihat Balen membuang bungkus pembalut ketempat sampah.
"Ndak." jawab Balen tersenyum sambil gelengkan kepalanya. Ah tambah cantik saja Baennya Daniel ini.
"Kenapa pakai pembalut?" tanya Daniel heran dekati istrinya dan mulai ciumi kening Balen.
"Ini kaya ada yang ganjel-ganjel, Baen tutup aja deh." jawab Balen bikin Daniel terbahak.
"Maaf ya." Daniel membelai rambut Balen yang sudah dikeringkan dengan hairdryer di kamar mandi.
"Ayo kita sholat berjamaah." ajak Daniel pada istrinya.
"Aban, ndak ke Mesjid?" tanya Balen pada Aban kesayangannya setelah Larry dan Nanta.
"Sholat disini dulu, nanti sholat magrib baru ikut ke Mesjid." jawab Daniel tersenyum, segera menuju kamar mandi untuk ambil wudhu. Keduanya pun kemudian shalat ashar setelah adzan berkumandang. Pengalaman pertama Balen sebagai istri di imami oleh suaminya.
Setelahnya keduanya segera keluar kamar menuju kolam.
"Aban, jalan Baen aneh ndak?" tanya Balen pada Daniel.
"Tidak." jawab Daniel setelah perhatikan cara jalan Balen lalu segera menyusul istrinya dan merangkulnya dengan mesra.
__ADS_1
"Duh pengantin baru sudah rangkul-rangkul, cuwiwit." sambut Richie yang sudah standby dimesjid, yang lain ikut bersorak siul-siul. Rusuh sekali suasana di kolam berenang. Anak-anak sudah standby duduk dipinggiran kolam.
"Ante ayo berenang." ajak Belin pada Balen.
"Jangan!" tolak Daniel tegas membantu Balen yang terlihat bingung harus jawab apa.
"Ah uncle tidak asik." kata Belin kecewa.
"Percuma berenang tapi tidak boleh dapat hadiah, jadi juri saja." kata Daniel lagi pada Belin.
"Oke Uncle. Jadi bagaimana nih aturannya, laki-laki sama perempuan jumlahnya tidak imbang. Hadiah tidak mau dibagi dua." kata Billian ikuti saran teman-temannya.
"Bang Ray, bagaimana?" tanya Daniel minta pendapat Raymond, ia masih menggandeng istrinya tidak biarkan bergabung dengan yang lain. Balen harus dikawal, nanti bisa cerita pengalaman dikamar lagi. Daniel belum pesan sama Balen supaya tidak diumbar keluar soalnya.
"Kalian berapa orang sih?" tanya Raymond.
"Perempuan empat Papa." jawab Kia cepat.
"Laki-laki berapa?" tanya Daniel.
"Om Ichie ikut lomba tidak?" tanya Bari.
"Ikuut." jawab Richie.
"Lima." jawab Bima kemudian.
"Ya sudah apa yang dibingungkan?" tanya Raymond.
"Oh, kalau begitu kita rembukan dulu." Raymond terkekeh.
"Eh sponsor-sponsor." Raymond langsung menepuk Steve, Nanta dan Larry."
"Aih anak-anak ini." Steve tertawa gelengkan kepalanya.
"Lima juta juga deh gue." kata Steve akhirnya.
"Cukup kan, aku sama Leyi perlu?" tanya Nanta.
"Perlu untuk juara dua dan tidak juga yang tidak juara." kata Redi terbahak.
"Eh anak-anaknya Baen, yang tidak juara dapat hadiah juga?" tanya Raymond.
"Iya dong." sahut mereka kompak.
"Ish tiga ratus ribunya?" kata Nanta pada semuanya.
"Tidak mau!!!" jawab mereka kompak, para Opa dan Oma terbahak melihat kelakuan anak-anaknya Baen.
__ADS_1
"Pemerasan ini." teriak Larry bikin semua terbahak.
"Oke masing-masing keluar Lima juta deh." akhirnya mereka memutuskan saling keluar uang lima juta untuk pertandingan semuanya, termasuk Doni dan Mike.
"Ayah bilang pemerasan, Ayah waktu lomba sama Opa dapat rumah." kata Billian pada Ayahnya.
"Benar juga ya." Larry terbahak.
"Oke silahkan berlomba kita berhitung hadiah dulu." kata Larry pada semuanya. Serahkan priwitan pada Redi, sementara Balen sudah memegang stopwatch untuk tentukan pemenang nantinya.
"Laki-laki dulu ya." kata Balen pada semuanya.
"Persaingan ketat nih." Billian gelengkan kepalanya lihat lawannya semua bisa berenang.
Sementara para sponsor berhitung untuk tentukan hadiah bagi pemenang. Daniel sudah bergabung dengan yang lainnya.
"Total tiga puluh Lima juta Bang." kata Daniel pada semuanya.
"Juara 1 Lima juta, juara 2 empat juta, juara 3, dua juta. Oke sebelas juta kali dua jadi dua puluh dua juta." Raymond mulai berhitung. sedangkan para penonton rusuh semangati jagoannya masing-masing. Area kolam berenang hotel mereka bikin private hingga tidak bisa dimasuki oleh pengunjung lain, kecuali mereka ingin jadi penonton.
"Sisa tiga belas juta nih." kata Nanta kemudian.
"Peserta sembilan, enam pemenang, yang tidak juara tiga orang saja, lebih banyak dong kalau bagi tiga." kata Larry tertawa.
"Kasih yang kalah masing-masing dua juta, masih sisa nih balikin ke sponsor deh masing-masing sejuta." kata Mike kemudian.
"Angpau buat pengantin baru kali." kata Daniel terbahak.
"Borok sikut dong, elu yang mau jadi sponsor duit balik ke elu." kata Doni bikin semuanya terbahak.
"Bikin lomba buat Oma sama Opa lah. masih ada tujuh juta nih." kata Nanta memberi ide.
"Oma sama Opa suruh joget Balon saja ya. Buat seru-seruan." kata Larry lagi, mereka kemudian terbahak seperti panitia tujuh belas agustus saja jadinya. Bikin acara dadakan karena kelebihan uang sponsor.
Priiitttt!!! pertandingan para lelaki sudah selesai, Richie yang jadi juaranya, senior memang tak terkalahkan, Billian sudah duga kalau Om Ichie yang akan jadi pemenangnya.
"Ciee Ichie buat modal Kawin." teriak Larry bikin semuanya terbahak, Richie ikut tertawa sambil gelengkan kepalanya, kemudian melirik Tori yang melengos pura-pura tidak mendengar.
"Juara dua Bima, juara tiga Billian." kata Balen umumkan pemenangnya.
"Aah Shaka, kenapa kalah, lupa minum madu ya?" teriak Mike pada anaknya, membuat semua kembali terbahak.
"Tenang yang kalah juga dapat hadiah." kata Daniel menghibur Shaka dan Bari.
"Dapat berapa hadiahnya?" tanya Bari ingin tahu.
"Dua juta." jawab Nanta.
__ADS_1
"Dua setengah deh, kasihan anak gue." bujuk Doni bikin para sponsor terbahak.
"Oke yang kalah dapa dua setengah juta." jawab Nanta membuat Bari, Shaka dan yang lainnya bersorak senang. Biar kalah tetap dapat hadiah.