Because I Love You

Because I Love You
Pretty


__ADS_3

Ternyata sama Opa James dan Oma Amelia, Cadi pun beritahukan kalau Uncle Noah mau menikah sama Auntie Beyin, sudah pasti Opa dan Oma tertawa. Mereka memang perhatikan tadi siang Belin dekat dengan Noah, tapi kalau cucu sudah mengoceh begini sepertinya Opa dan Oma perlu cari tahu.


"Opa mau duduk disana juga?" tanya Cadi pada Opanya.


"Opa mau sama Papon disana." tunjuk Papa James pada Kenan yang sedang bersama rombongan geng ganteng. Sudah pasti Opa dan Oma memilih bergabung disana.


"Nanti Auntie Beyin kalau sudah selesai makan Oma tunggu di kamar." kata Maa Amelia pada Cadi.


"Aku yang bilang ke Auntie?" tanya Cadi.


"Iya, mau kan?" tanya Mama Amelia.


"Mau." jawabnya anggukan kepala, laku berlari tinggalkan Opa dan Oma menuju geng rusuh.


"Auntie..." panggil Cadi lalu langsung memeluk Belin yang sedang duduk, berhubung bangkunya sudah penuh jadi Cadi minta dipangku Belin.


"Berat Cadi." kata Belin setengah menolak harus memangku keponakannya yang bongsor itu. Cadi monyongkan bibirnya.


"Sini sama Abang." Billian menepuk pahanya.


"Harusnya panggilnya Kakak Beyin, bukan Auntie." kata Bima pada Cadi.


"Maureen panggilnya Auntie." kata Cadi membela diri.


"Iya kalau Maureen memang harus panggil begitu." jawab Bima.


"Kok aku tidak boleh panggil Auntie." protes Cadi.


"Karena Ayah sama Papa adik kakak, jadi kita juga adik kakak." Billian ikut menjelaskan.


"Tapi kan Auntie Beyin mau menikah sama Uncle Noah, jadi panggil auntie saja ya." pinta Cadi pada Belin.


"Hahaha kata siapa mereka mau menikah?" tanya Shaka terbahak.


"Kata Pap." jawab Cadi sandarkan kepalanya di dada Billian.


"Pap bohong." kata Belin terkekeh.


"Auntie tidak boleh menuduh, Pap tidak pernah bohong." Cadi langsung protes karena Papanya dibilang bohong, semua tertawa dibuatnya.


"Auntie..." panggil Cadi.


"Ish kakak." Belin meluruskan.


"Jadi panggil Uncle Noah Abang ya?" tanyanya polos.


"Duh..." Belin menepuk jidatnya


"Uncle Noaaaah..." rusuh memanggil Noah sambil lambaikan tangannya. Noah balas lambaikan tangannya.


"Psst jangan teriak." Belin letakkan telunjuk kebibirnya.


"Abang Aca tuh yang mau menikah sama Kakak Risa." kata Belin tunjuk Risa bersama crewnya yang bersiap bernyanyi di atas panggung.


"Wow Abang Aca, hebat sekali istrinya artis." langsung saja Cadi kagumi Aca, semua terbahak dibuatnya


"Sebentar lagi viral nih di keluarga besar, sudah ada toa nya." kata Bima sambil tertawa geli.


"Nah Abang Bari mau menikah sama Kakak itu." tunjuk Aca pada rekan kerja mereka yang kebetulan lewat, ia ikut membantu acara hari ini.


"Waaah siapa itu, pretty." oceh Cadi lagi, semua terbahak karena Cadi paling tahu cewek cantik.

__ADS_1


"More Pretty than Kate ya?" tanya Bima.


"Kate number one for me, like princess." jawab Cadi genit, semua kembali terbahak.


"Itu kakak pretty panggil dong." kata Cadi pada Bari.


"Dia lagi bekerja." Bari tertawa sambil menoyor kepala Aca.


"Sembarangan ngoceh, istri orang tuh." bisik Bari kesal, Aca terbahak sambil mengusap kepalanya.


"Kamu bobo sama Abang ya?" kata Billian sambil ciumi pucuk kepala Cadi.


"Aku sudah janji mau bobo sama Uncle Noah." jawabnya, yang ada tadi dia yang minta bukannya Noah yang menawarkan.


"Jadi lebih sayang Uncle Noah Dari pada Abang Billian? oke deh." Billian pura-pura merajuk.


"Abaaang, aku jadi bingung." katanya mengusap pipi Billian tanpa menoleh kebelakang


"Habisnya tidak mau bobo sama Abang." jawab Billian.


"Memangnya tidak merepotkan?" tanya Cadi sok tua, Bima tertawa melihat gaya adiknya itu.


"Kamu kan sudah bisa ke Toilet sendiri." jawab Billian.


"Tapi aku suka ngobrol kalau mau tidur." jawabnya nyengir.


"Iya Ca?" tanya Billian.


"Iyaaa." jawab Aca tertawa geli.


"Tapi Abang Aca juga suka ngobrol, Abang Billian kalau tidur kan suka pakai headset, nanti tidak bisa ngobrol." jawabnya berikan alasan.


"Ya sudah kita ngobrol deh nanti sampai pagi." jawab Billian.


"Kalau sama Abang, besok shubuh kita berenang ajak Kate." bujuk Billian.


"Promise?"


"Yah, Promise." jawab Billian.


"Oke, aku ke meja Kate dulu ya." langsung beranjak dan segera menuju meja Jelita bersama keluarganya, Geng rusuh langsung terbahak melihat Cadi langsung bermanuver.


"Kalah kita sama Cadi." kata Billian tertawa geli.


"Ilmu siapa itu ya?" Bima ikut tertawa pandangi Cadi dari kejauhan.


"Uncle Noah, aku nanti tidurnya sama Abang Billian saja." sekarang Cadi datangi Noah untuk batalkan rencananya.


"Yah Uncle sedih deh." kata Noah pasang wajah sendu.


"Tenang, Uncle akan aku panggilkan Kakak Beyin." katanya sekarang panggil Belin Kakak, kemudian melompat-lompat gerakan tangannya sambil berteriak memanggil Belin, sebenarnya Belin tidak mendengar karena suara musik, tapi Noah membantu dengan menghubungi Belin dari handphonenya. Belin tanpa mengangkat handphone langsung menoleh kearah Noah, lalu berdiri dan pamit kepada geng rusuh untuk hampiri Noah, Denis dan Cadi.


Selanjutnya setelah Belin wakilkan Cadi menghibur Noah, bocah bongsor itu pun langsung kembali Ke geng rusuh, sekarang sudah punya bangku sendiri bekas Belin tadi. Berasa jadi anak muda Cadi sekarang.


"Syabda mana?" tanya Billian pada Cadi.


"Tidur, makanya Ante Kia dan Om Lucky tidak turun." jawabnya.


"Maureen mana?" tanya Bima.


"Tidak tahu." langsung mengedikkan bahunya.

__ADS_1


"Ciee yang lagi musuhan sama Maureen." Aca langsung menggoda Cadi.


"Tidak musuhan kok." jawab Cadi.


"Tapi kok tidak main sama Maureen?" tanya Aca.


"Maureen masih kecil, aku mainnya sama Kate." jawabnya tengil.


"Nangis loh nanti Maureen." kata Bima.


"Kan Maureen bisa main sama Chandra dan Cadi." jawabnya lagi, lalu lambaikan tangan pada Kate yang lambaikan tangan pada Cadi, mereka tadinsudah ngobrol sekarang saling lambaikan tangan.


"Cie Cadi sudah punya pretty girl." Bari menggoda Cadi.


"Abang juga." jawab Cadi tunjuk wanita cantik yang tadi mereka bahas.


"Itu cuma teman sekolah." Bari meluruskan tidak mau jadi viral nanti.


"Kok dia disini?" tanya Cadi.


"Kakak itu kerja di hotel ini juga, kerja sama Mom." jawab Aca.


"Oh satu kantor sama Abang juga ya, setiap hari bertemu doang, aku sama Kate bisa tidak ya nanti satu kantor." langsung berhayal menjadi besar.


"Belum juga sekolah dasar sudah pikirkan kantor." Shaka terkekeh.


"Tidak apa kan harus persiapan." jawabnya tengil lalu menguap mulai mengantuk.


"Abang, gendong." katanya mulai minta gendong, bicara pada semuanya, siap digendong oleh salah satu dari geng rusuh.


"Wah kok sudah ngantuk, bobo di kursi dulu saja mau?" tanya Billian.


"Abang masih lama disini?" tanya Cadi lalu turun dari kursi, pindah kepangkuan Billian.


"Masih mau lihat Kakak Risa." tunjuk Billian kepanggung.


"Tuh kan aku merepotkan, aku bobo sama Pap saja." Cadi akhirnya memutuskan, kalau Pap diajak ke kamar sekarang pasti mau.


"Loh..." Billian jadi cengengesan, anak Ante Baen cepat sekali ambil keputusan.


"Abang panggilkan Pap, aku tidak kuat jalan." pintanya manja karena mengantuk tidak kuat jalan. Billian langsung menghubungi Daniel, sekarang biarkan saja Cadi bobo sama Papanya dulu. Nanti kalau sudah selesai acara Billian akan jemput Cadi agar bisa tidur bersamanya.


"Om, ngantuk nih katanya, aku bilang tidur disofa dulu tidak mau." kata Billian serahkan Cadi yang sudah pejamkan mata pada Daniel.


"Tidak apa, biar sama Om nanti ke kamar." jawab Daniel.


"Nanti kalau sudah selesai acara aku pindahkan ke kamarku ya." ijin Billian.


"Mau begitu?" tanya Daniel pada Cadi yang hanya anggukan kepala mata setengah terbuka mengintip Papanya.


"Besok shubuh mau berenang sama aku." Billian ingatkan sebelum Daniel mengajak Cadi ke kamar.


"Kalau begitu jemput besok shubuh saja." kata Daniel pada Billian.


"Abang jangan lupa jemput Kate juga." kata Cadi dengan suara bantal dan mata terpejam. Ia digendong ala brydal oleh Papanya.


"Duh Om, anaknya calon playboy nih." Billian tertawa.


"Ayah sama Uncle Ledi nya kan playboy pensiun, sebelum Cadi ambil alih, nanti diteruskan siapa diantara kalian?" tanya Daniel terkekeh.


"Bimaaa!!!" teriak geng rusuh berbarengan.

__ADS_1


"Ya gue lagi saja." Bima terkekeh sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


__ADS_2