
"Haloo ganteng..." langsung heboh suasana rumah Kenan menyambut kehadiran Balen dan keluarganya, sudah pasti yang jadi bintang utama tiga jagoan Balen.
"Panta kok disini?" tanya Cadi, karena tadi Larry bilang Panta lagi ke Malang.
"Iya, Panta baru saja sampai dari Malang." jawab Nanta pada Cadi.
"Kita tadi di airport juga kenapa tidak bertemu?" sahut Charlie dengan suara seraknya karena baru bangun tidur.
"Panta bawa mobil." jawab Nanta.
"Oooh begitu." Charlie anggukan kepalanya dengan oh yang panjang tanda dia mengerti.
"Kalian mau jadi orang Jakarta ya." Nanta tersenyum pada tiga keponakannya.
"Aku sih kalau sudah besar kembali Ke Ohio." jawab Chandra mantap.
"Loh kamu orang Indonesia apa orang Amerika sih?" tanya Dania.
"Indonesia sama Amerika." jawabnya bikin Daniel tertawa.
"Mana ada kamu Indonesia asli tahu."kata Balen pada Chandra.
"Aku kan lahir di Amerika, Mam." jawabnya.
"Cuma numpang lahir saja." jawab Balen.
"My friend kira aku orang Amerika asli loh." katanya bikin semua tertawa.
"Setelah di fotocopy kamu orang Indonesia." jawab Larry terkekeh.
"Maksudnya bagaimana sih?" tanya Chandra polos, tidak nyambung sama bercandaan Larry.
"Anak Baen ndak tahu fotocopy Aban, Kirim email sama di scan." jawab Balen sambil tertawa.
"Siapa yang sudah lapar, Mamon masak rawon kesukaan Mama nih." tanya Nona sambil memukulkan sendok ke piring supaya semua pada beralih ke meja makan.
"Mam suka masak rawon juga, aku suka hampir mirip seperti steak." kata Cadi langsung hampiri Nona.
"Mamon, Om Bima mana sih?" tanya Cadi tidak melihat penampakan Bima.
"Masih di kantor, Om kamu sudah bekerja loh." kata Nona pada Cadi.
"Maaaam, Om Bima make money." teriak Cadi semua langsung terbahak dibuatnya.
"Gantian ini nanti Bima yang dipalak." kata Daniel terbahak.
"Hahaha biar saja biar tahu rasa dia." jawab Dania ikut terbahak.
"Anak-anak Baen pada kumpul jam tujuh janjinya." kata Balen pada Nanta dan Larry.
"Baeen." Roma yang baru tiba bersama Raymond langsung hampiri Balen.
"Ya ampun anak bujang lu Baen." langsung terkesima melihat ketiga bujang Balen.
"Ganteng ya?" tanya Balen tertawa.
"Itu sih pasti, bongsornya itu. Hei kalian ingat auntie Roma tidak?" tanya Roma menjawil pipi Charlie yang paling dekat dengan Roma.
"Ingat." Charlie wakili kedua saudaranya.
__ADS_1
"Kangen tidak?" tanya Roma lagi.
"Of course." jawab Charlie tersenyum.
"Kamu saja yang mirip Mamamu ya, yang lain mirip sekali sama Papa." Raymond tertawa.
"Itu juga masih ada Aban Danielnya." Balen tertawa.
"Ada yang nangis loh, waktu hamil Charlie lihat wajah Chandra." Daniel mengadu sambil tertawa.
"Masa?" Yang lain ikut tertawa.
"Ya Baen khawatir anak kedua Baen mirip Aban lagi." jawab Balen bikin semua terbahak.
"Don't worry Mam, because I love you so my face looks like you." jawab Charlie bikin Balen memeluknya erat.
"I love Mam too." Chandra tidak mau kalah.
"Me too mam, give me your kiss." Cadi lebih lagi langsung minta cium Mama. Balen langsung saja mencium pipi Cadi.
"Duh sweet banget sih cucu Oma." Mama Amelia langsung senyum-senyum haru melihatnya. Daniel tertawa saja melihatnya, masih kecil ketiga jagoannya memang paling jago merayu Mamanya, paling bisa bikin hidung Balen kembang Kempis.
"Kia mana Aban?" tanya Balen pada Raymond.
"Tunggu Lucky pulang kantor katanya." jawab Raymond.
"Syabda ikut kan?" tanya Cadi tanyakan anak Kia dan Lucky yang baru berusia tiga tahun.
"Ikut dong." jawab Raymond langsung menggendong Cadi.
"Uncle Ray, aku sudah besaaar." teriaknya tidak mau digendong.
"Haduh, benar kamu berat." kata Raymond kemudian turunkan Cadi. Semua tertawa dibuatnya melihat nafas Raymond langsung tersengal.
"Kurang olah raga." komentar Cadi bikin semua kembali terbahak.
"Aku dong rajin olah raga." Chandra banggakan diri.
"Apa olahraganya?" tanya Nanta.
"Basketball, Swimming and Tennis." jawabnya bangga.
"Kamu bisa semua?" tanya Nanta.
"Iya song, Mam and Pap proud of me." jawabnya.
"Chandra juara tournament tennis bulan lalu Panta." Daniel beritahukan Nanta.
"Waah hebat kamu, Panta juga bangga kalau begitu." jawab Nanta mengacak anak rambut Chandra.
"Kenapa tidak kabari Abang?" tanya Nanta pada Balen.
"Baen lupa." jawab Balen tertawa.
"Memang mau apa juga kalau Baen kabari?" tanya Balen kemudian.
"Abang Kirim hadiah lah." jawab Nanta.
"Sekarang saja." tagih Chandra semua tertawa dibuatnya.
__ADS_1
"Beneran ini meniru Bima." kata Nanta sambil tertawa.
"Chandra lebih smooth." jawab Daniel terkekeh.
"Ayo makan dong, karena ngobrol.terus Cadi tidak jadi makan tuh, padahal rawonnya sudan disiapkan." kata Nona kembali mengajak yang lain makan.
"Tidak menunggu yang lain?" tanya Balen.
"Duluan saja, nanti lapar kalau menunggu yang lain." kata Kenan pada Balen.
"Papon suapin." kata Charlie manja.
"Aduduh Cayi, sejak kapan makan disuapi?" Balen langsung protes.
"Sekali ini saja Mam, aku janji." kembali berjanji, Daniel terkekeh jadinya.
"Tadi waktu di gendong kamu juga bilang sekali." Balen gelengkan kepalanya.
"Please Mam." minta ijin Mama karena mau disuapin Opa Kenan.
"Sini biar saja cucu Papon minta disuapin, Baen. Kapan lagi bisa manja sama Papon." kata Kenan pada Balen.
"Ingat ya Cayi, hanya kali ini di suapi makannya." Balen ingatkan Charlie dengan tegas.
"Ya Mam." anggukan kepalanya langsung berlari hampiri Papon,. sementara Cadi berbisik-bisik dengan Opa James.
"Ini kenapa bisik-bisik?" tanya Larry ingin tahu.
"Minta disuapi juga." jawab Papa James tertawa.
"Waduh minta disuapi semua kok anak Mama." Balen gelengkan kepalanya.
"Aku suap sendiri Mam." jawab Chandra tersenyum manis.
"Kamu pintar." Balen acungkan jempolnya.
"Aku juga biasanya pintar." sahut Cadi.
"Terus kenapa sekarang tidak seperti biasanya?" tanya Daniel.
"Kan aku rindu Opa." jawab Cadi bikin Balen monyongkan bibirnya sementara Papa James mencium pipi cucunya gemas.
"Cha Cha Ca..." kalau ada yang nyanyi begitu sudah bisa ditebak siapa lagi kalau bukan salah satu member anak-anak Baen.
"Abang Billi." Cadi langsung melompat senang bertemu salah satu idolanya dan berlari ke arah Billian minta di gendong.
"Sama siapa? Beyin?" tanya Balen pada Billian yang sedang menggendong Cadi.
"Opa aku suap sama Bang Billi saja ya." teriaknya pada Opa James.
"Kamu mau disuapi makannya, malu ah." kata Billian ada Cadi. Sementara yang dua lagi duduk manis karena sedang nikmati makanannya, ingat pesan Mama supaya kalau lagi makan tidak boleh lari-lari harus duduk manis.
"Sendiri Ante, yang lain sudah on the way sih." jawab Billian pada Balen.
"Kalau Abang tidak mau suapi aku sama Opa saja." kata Cadi minta diturunkan.
"Idih ngambek ya?" tanya Billian.
"No, aku cuma tidak mau merepotkan." jawabnya bikin semua kembali tertawa.
__ADS_1