
Fabian baru menyadari jika mobilnya kini telah berada di jalur berlawanan. Dia pun berusaha menghindari sebuah truk yang melaju dengan kecepatan tinggi. Demi menghindari tabrakan, dia pun membanting mobilnya ke arah kiri.
"Brak!" Mobil milik Silvia itu pun menabrak pembatas jalan.
*****
Sementara itu di rumah Karmila.
Pagi itu Karmila baru saja selesai memasak. Dia sengaja memasak makanan kesukaan Fabian untuk menyambut kepulangannya dari luar kota.
"Kenapa mas Fabian tidak membalas pesanku?" gumamnya setelah hampir setengah jam mengirim pesan namun tak kunjung mendapatkan balasan.
"Mungkin dia masih di jalan. Lebih baik aku berdandan dulu agar terlihat lebih segar saat mas Fabian pulang nanti," gumam lagi.
Karmila baru saja berjalan menuju kamarnya namun tiba-tiba ponselnya berdering. Sorot matanya berbinar saat menatap layar ponselnya. Rupanya Fabian yang menelpon.
[Halo, Mas sudah sampai mana? Aku sudah memasak makanan kesukaan Mas.]
[Selamat pagi. Maaf, saya salah satu anggota kepolisian. Nomor anda berada di pesan yang terakhir masuk di aplikasi percakapan pemilik ponsel ini.]
[Pol-pol-polisi? Kenapa ponsel suami saya ada di Bapak? Apa suami saya ditilang karena melanggar peraturan lalu lintas?]
[Bukan, Bu. Pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan di jalan Anyelir]
[Astaga! Lantas, bagaimana keadaan suami saya sekarang?]
[Kedua korban tengah dilarikan ke rumah sakit MD. Pengendara ataupun penumpang mobil mengalami luka yang cukup parah. Saya harap Ibu bisa secepatnya datang ke rumah sakit.]
__ADS_1
[Ba-ba-baik, Pak. Terima kasih. Saya akan segera ke sana.]
-Panggilan terputus-
"Ke-ke-na-pa Bian?" tanya sang ibu. Rupanya dia mendengar obrolan Mila dengan polisi melalui telepon barusan.
"Barusan polisi yang memberi kabar jika mas Fabian mengalami kecelakaan."
"Inna-lil-la-hi."
"Jangan-jangan mas Fabian celaka karena Ibu merasa kesal, lalu mendoakan yang buruk untuknya," tuduh Mila.
"Ti-ti-tidak, Nak."
"Ibu pasti kesal karena mas Fabian berniat menitipkan Ibu di panti asuhan. Jadi Ibu mendoakan hal buruk untuknya."
"Aku ke rumah sakit dulu. Ibu jangan mendoakan yang buruk lagi untuk mas Fabian."
Setibanya di rumah sakit.
"Bagaimana keadaan suami saya, Dokter?" tanya Mila pada dokter yang baru saja keluar dari ruang ICU.
"Pasien laki-laki mengalami luka yang cukup parah di bagian kepalanya, sementara pasien perempuan mengalami luka yang cukup parah di bagian wajahnya akibat serpihan kaca mobil," jelas dokter.
"Maaf, Dok. Apa Dokter tidak salah? Suami saya pergi keluar kota dengan diantarkan sopir kantor. Kenapa tadi Dokter mengatakan seorang pasien lagi perempuan?"
"Selamat pagi, Bu," sapa seorang polisi yang baru saja menghampiri Mila dan dokter di depan ruang ICU.
__ADS_1
"Selamat pagi, Pak."
"Apa Ibu pemilik nomor yang tadi saya hubungi?" tanya polisi.
"Benar, Pak. Saya istri Fabian," jawab Mila. Polisi itu mengangguk paham.
"Ini ponsel milik suami Ibu," ucap polisi itu sembari menyodorkan ponsel Fabian.
"Apa yang sebenarnya terjadi, Pak? Kenapa dokter mengatakan korban kecelakaan itu laki-laki dan perempuan? Sementara suami saya pergi ke luar kota diantar sopir kantor."
"Begini, Bu. Mobil yang mengalami kecelakaan di jalan Anyelir itu ditumpangi dua orang. Seorang penumpang laki-laki yang mungkin suami Ibu, dan seorang lagi perempuan. Mungkin usianya sekitar tiga puluh tahunan."
"Bapak pasti salah. Suami saya pergi bersama sopir kantor. Tidak mungkin dia perempuan 'bukan?"
"Saya tidak mungkin salah. Saya sendiri yang membantu evakuasi kedua korban."
"Jika Ibu belum yakin, mari saya tunjukkan kedua pasien korban kecelakaan itu," ucap dokter. Ia lantas memasuki ruang ICU diikuti Mila di belakangnya. Di ruangan itu tampak Fabian yang terbaring tak sadarkan diri dan seorang perempuan yang berada di ranjang pasien lain.
"Astaga! Siapa perempuan ini? Kenapa dia bisa bersama mas Fabian? Apakah mas Fabian sudah membohongiku?" gumam Mila.
Bersambung…
Hai, pembaca setia…. ditunggu dukungannya ya….
Jangan lupa tinggalkan like,komentar positif, favorit, vote, dan hadiah. Sekecil apapun dukungan kalian. Akan sangat berarti bagi Author 🥰🥰🥰🥰
Happy reading…
__ADS_1