
Siang itu aku baru saja menidurkan Lyra di kamar, ketika tiba-tiba ponselku berdering singkat. Rupanya nomor asing yang mengirim pesan padaku.
[From: +6281325xxxxx
Assalamu'alaikum, Zura]
Kuamati foto profil nomor asing itu. Ah, ternyata kawan lamaku, Arya. Aku baru ingat beberapa waktu yang lalu aku memberikan nomor teleponku padanya saat kami tidak sengaja bertemu di taman. Aku pun lantas menyimpan nomor telepon tersebut di buku telepon lalu menelponnya.
[Assalamu'alaikum Arya. Tumben sekali kamu mengirim pesan padaku]
[Sebenarnya… sebenarnya…]
[Ada apa, Arya?]
[Ada hal penting yang ingin kusampaikan padamu]
[Ada apa sebenarnya? Jangan membuatku bingung]
[Ehm, ini tentang suamimu, Fabian]
[Kenapa dengannya?]
[Apa pak Fabian mengatakan jika hari ini ditugaskan di luar kantor?"
Aku terdiam sejenak. Tentu saja aku bingung memberi jawaban atas pertanyaan itu. Apa aku jujur saja pada Arya tentang apa yang terjadi di antara aku dan Fabian?
[Ra…kamu dengar suaraku 'kan? Kenapa kamu diam saja?]
[I-i-iya. Aku bisa mendengar suaramu cukup jelas kok. Memangnya kenapa kamu tanya tentang mas Fabian?]
__ADS_1
[Ehm…sebenarnya aku ingin merahasiakan hal ini. Tapi aku rasa kamu harus tahu tentang hal ini]
[Sebenarnya ada apa, Ya?]
[Ehm, suami kamu, Ra]
[Iya. Kenapa dengan suamiku?]
[Suamimu selingkuh]
[Astaghfirullah. Kamu tidak sedang bercanda 'kan?]
[Demi apapun. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri suamimu dan bu direktur sedang bermesraan di dalam ruangan pak Fabian. Kalau aku tidak masuk ke ruangan itu untuk mengantar minuman, mungkin mereka sudah melakukan sesuatu di luar batas]
Aku kembali diam. Benarkah apa yang dikatakan Arya? Setelah mengkhianatiku, apa giliran Karmila selanjutnya?
[Apa kamu izinkan saja suamimu keluar kota? Sebenarnya Pak Fabian nggak sendiri. Dia pergi berdua bersama Bu Silvia. Baru saja kulihat mereka masuk ke dalam cafe. Aku sengaja mengikuti mereka dengan sepeda motorku lantaran saat di persimpangan lampu merah tadi Fabian tidak mengambil arah menuju kantor. Rupanya dia sudah janji bertemu dengan Bu Silvia. Mereka sengaja memilih tempat lain untuk bertemu agar tidak menimbulkan kecurigaan para karyawan.]
[Buat apa aku berbohong. Sepertinya tanggapanmu biasa saja. Apa Kamu nggak marah, Ra?]
[Sebenarnya ehm, sebenarnya aku dan mas Fabian sudah beberapa bulan terakhir ini sudah berpisah rumah.]
[Apa?!]
[Maaf, aku baru memberitahumu sekarang.]
[Jadi, kamu dan pak Fabian sudah bercerai?]
[Kami belum berpisah secara resmi. Aku yang memutuskan pergi meninggalkannya.]
__ADS_1
[Anak kalian masih begitu kecil. Kenapa kamu nekat pergi meninggalkan suamimu?]
[Mas Fabian menikah lagi tanpa sepengetahuanku. Aku tidak bisa berbagi suami. Bagiku pengkhianatan adalah satu-satunya hal yang tidak pantas kuampuni.]
[Astaghfirullahadzim! Aku benar-benar nggak nyangka pak Fabian setega itu.]
[Sudahlah, Ya. Mungkin jodoh kami hanya sampai di sini.]
[Aku setuju dengan keputusan yang kamu ambil. Kamu harus jadi wanita kuat. Buktikan pada pak Fabian kalau kamu bisa melanjutkan hidup tanpa bergantung padanya.]
[Aku pikir setelah pengkhianatannya padaku, mas Fabian akan berubah. Tapi ternyata dia kembali melakukannya pada Karmila]
[Sekali seorang pria berselingkuh, pasti dia akan melakukannya lagi. Mungkin kamu perlu menyampaikan hal ini pada istri barunya pak Fabian.]
[Nggak, Ya. Aku tidak mau lagi ikut campur dengan kehidupan pribadi mas Fabian. Biar itu menjadi urusan rumah tangga mereka. Belum tentu juga Karmila mau percaya padaku.]
[Ya sudah kalau begitu. Aku berangkat kerja dulu. Assalamu'alaikum]
[Waalaikumsalam.]
Aku meletakkan ponselku di atas meja. Hanya selang berapa detik, benda pipih itu kembali berdering singkat. Aku pun bergegas membuka pesan di aplikasi percakapan. Rupanya Arya mengirim video untukku. Di video yang diambil dari kejauhan tampak cukup jelas Fabian dan perempuan yang memiliki jabatan direktur itu berjalan beriringan masuk ke dalam mobil berwarna silver.
Kenapa Fabian masuk ke mobil lain? Mau kemana mereka? Apakah hubungan mereka sudah sejauh itu? Apa benar Fabian tidak puas memiliki satu istri saja? Kenapa kamu berubah begini, Mas?
Bersambung…
Hai, pembaca setia…. ditunggu dukungannya ya….
Jangan lupa tinggalkan like,komentar positif, favorit, vote, dan hadiah. Sekecil apapun dukungan kalian. Akan sangat berarti bagi Author 🥰🥰🥰🥰
__ADS_1
Happy reading…