Maduku, Racunku

Maduku, Racunku
Mengulangi kesalahan?


__ADS_3

POV Author.


Di sebuah ruangan terlihat dua orang gadis yang tengah mengobrol sembari mengoperasikan mesin jahit.


"Lihat deh. Semakin hari aku merasa bos semakin dekat saja dengan Nesya," bisik salah satu gadis.


Nesya yang dimaksud adalah rekan mereka yang bertugas di bagian admin. Dilihat dari penampilannya, gadis berusia 21 tahun itu memang lebih menonjol dari rekan-rekannya yang lain. Nesya yang pernah bekerja sebagai Sales Promotion Girl itu memiliki bentuk tubuh yang ramping, rambut hitam mengkilat, dan tentu saja wajah yang selalu mengkilap karena polesan skincare.


"Bos kita 'kan sudah punya istri. Istrinya nggak jelek-jelek banget kok," sahut gadis yang duduk di sebelahnya.


"Tapi tetap saja kalau dibandingkan dengan istri bos sih Nesya lebih unggul. Masih muda, pintar, cantik lagi."


"Dengar-dengar bos dan istrinya sudah lama menikah tapi belum memiliki anak. Apa itu alasan bagi bos untuk selingkuh?"


"Eh, siapa bilang. Bos dan istrinya itu sudah punya anak, tapi anaknya hilang atau dibuang gitu, gak jelas."


"Masa anak sendiri dibuang sih."


"Itu kata orang-orang saja. Aku juga nggak tahu kebenarannya."


Keduanya pun kembali mengamati pria yang dipanggil bos dan gadis cantik itu dari tempat duduk mereka.


"Kalau mereka tidak ada hubungan, mana mungkin bos mau berlama-lama di dekat Nesya. Kalau mengajari mengoperasikan laptop rasanya tidak mungkin. Nesya itu sudah cukup lama bekerja di sini."


"Tuh … lihat. Bos mulai pegang-pegang pundak Nesya. Cihh! Pasti dia pura-pura pegal dan minta dipijit."


"Kenapa bos mau saja sih disuruh mijit gitu?"


"Di tempat kerja saja berani begitu. Apalagi kalau hanya berdua saja."

__ADS_1


"Pasti pijat plus-plus." Kedua gadis itu terkekeh.


"Kalian berdua yang di bagian mesin. Cepat kemari!" seru si pria yang dipanggil bos itu.


"Mammpuus kita, Vi."


Keduanya pun lantas meninggalkan meja kerja mereka lalu menghampiri pria itu.


"A-a-da apa, Bos?" tanya gadis bernama Vivi.


"Kalian pikir saya tidak tahu jika sedari tadi kalian membicarakan kami?"


"Ehm, ti-ti-tidak, Bos."


"Sebagai hukuman, hari ini kalian pulang satu jam lebih lambat dari karyawan yang lain."


"T-t-tapi, Bos, …"


"Ja-ja-ngan, Bos."


"Kembali bekerja!" seru pria itu.


Keduanya pun lantas berlalu dari hadapan si pria kemudian kembali pada pekerjaan mereka.


Obrolan mereka terjadi di sebuah konveksi, dan ya, pria yang dipanggil bos itu adalah pemiliknya, Fabian.


Kedekatan antara Fabian dan salah satu karyawannya yang bernama Nesya, belakangan ini menjadi bahan gosip bagi para karyawan. Hal itu bukan tanpa alasan. Beberapa karyawan seringkali mendapati keduanya tengah bermesraan di ruang kerja Nesya ataupun di ruang kerja Fabian.


"Ehm … Pak. Kuota internet saya sudah menipis. Beliin pulsa, ya," rayu gadis berkulit putih itu.

__ADS_1


"Bukannya baru seminggu yang lalu saya belikan kamu pulsa. Masa sudah habis."


"Ehm … saya-saya main game online, Pak.


"Pantas saja. Ya sudah, ini buat beli pulsa." Fabian mengambil selembar uang pecahan seratus ribu dari dalam dompetnya lalu memberikannya pada Nesya.


"Ehm … skincare saya juga mau habis. Nanti wajah saya kusam."


Fabian mengambil beberapa lembar lagi uang dari dalam dompetnya lalu memberikannya pada Nesya.


"Bapak baik banget sama saya. Saya jadi makin sayang sama Bapak." Nesya hendak mendaratkan sebuah ciuman di pipi Fabian namun pria itu justru menghindar.


"Nanti ada yang lihat, kita dikira macam-macam."


"Memangnya kenapa kalau kita dikira macam-macam. Saya malah suka kok," ujar Nesya. Tiba-tiba Fabian meraih hidung mungil Nesya lalu mencubitnya gemas.


Meskipun hubungan keduanya tanpa ikatan, namun Fabian harus mengaku jika dirinya merasa nyaman saat bersama karyawannya itu. Nesya yang pernah gagal bertunangan itu pun seolah mendapatkan apa yang dimiliki mantan kekasihnya itu ada pada diri Fabian.


"Istri Bapak sudah hamil belum?" tanya Nesya. Fabian menggelengkan kepalanya.


"Saya bersedia kok menjadi ibu dari anak-anak Bapak kelak."


"Apa?!"


Bersambung …


Hai, pembaca setia. Mampir juga di karya yang judulnya:


"MENIKAH DENGAN SETAN"

__ADS_1


Berikan juga like, komentar positif, fav, dan hadiah. Sekecil apapun dukungan kalian akan sangat berarti bagi Author.


Happy reading 🥰🥰🥰


__ADS_2