
(POV Khumayra)
Sore itu aku baru saja pulang bekerja. Kulihat kakak semata wayangku, mas Irwan tengah menelpon seseorang di ruang tamu. Entah apa yang dibicarakan dengan lawan mengobrolnya hingga dia tertawa lepas begitu, hanya dia dan Tuhan saja yang tahu.
"Ehm!"
"Eh, adikku tersayang sudah pulang rupanya."
Mas Irwan cepat-cepat mematikan panggilan teleponnya lalu meletakkannya di atas meja.
"Loh,kok dimatiin? Memangnya sudah selesai mengobrol nya?" tanyaku sembari duduk di atas sofa.
"Ehm, sudah kok."
"Akhir-akhir ini kulihat Mas Irwan sering sekali menelepon seseorang bahkan hingga larut malam. Apa Mas Irwan sedang dekat dengan seseorang?"
"Ah! Tidak. Kamu kan tahu, dari dulu kawanku banyak. Kalau sudah mengobrol di telepon, kami sering lupa waktu," bantahnya.
"Begitu, ya. Oh ya, malam nanti Mas ada acara nggak?" tanyaku penuh selidik. Aku yakin, jika mas Irwan tengah dekat dengan seseorang, kemungkinan dia akan keluar di Sabtu malam.
"Memangnya kenapa?"
"Aku ingin mengajak Mas menemaniku berbelanja di Mall."
"Ehm-ehm…sebenarnya, …"
"Kenapa?" Aku balik bertanya.
__ADS_1
"Malam ini aku ada janji bertemu dengan kawan lamaku."
"Kawan yang mana lagi? Setahuku kawan Mas Irwan semuanya sudah menikah. Mereka pasti sibuk dengan keluarga masing-masing."
"Ehm-ehm, …"
"Aku sempat mendengar selentingan kalau Mas Irwan sering bertemu dengan seorang perempuan yang usianya jauh lebih tua dari usia Mas. Apa itu benar, Mas?"
"Dari mana kamu mendengar gosip itu?"
"Sudah banyak yang membicarakan Mas Irwan di luar sana."
"Halah. Itu pasti kerjaan ibu-ibu tukang gosip. Mereka 'kan suka sekali membesar-besarkan masalah."
"Aku tidak keberatan Mas Irwan dekat dengan perempuan manapun. Tapi, jangan sampai kedekatan kalian menimbulkan pergunjingan warga," ujarku.
"Sudah lah, aku mau mandi dan bersiap-siap." Mas Irwan beranjak dari sofa, ia lantas berjalan menuju kamar mandi. Tiba-tiba aku tertarik untuk memeriksa ponselnya yang ditinggalkan di atas meja ruang tamu. Mungkin dari benda ini aku bisa mendapat informasi perihal seseorang yang kini tengah dekat dengannya. Lekas kuraih gawai itu dan kubuka layar kuncinya. Sial, mas Irwan mengunci ponselnya dengan angka tertentu. Apa mungkin dia menggunakan tanggal lahirnya sebagai pengunci ponselnya? Kurasa tidak. Mas Irwan yang kukenal adalah laki-laki yang tidak berbelit. Bisa jadi dia hanya menggunakan angka dasar untuk mengunci layar ponselnya. Angka yang pertama kali kumasukkan adalah angka 1234, tapi angka itu salah. Bagaimana dengan 4321? Ah! Masih tetap salah. Untuk ke tiga kalinya aku menekan angka 0 sebanyak 4 kali. Ternyata tebakanku kali ini benar. Aku bergegas memeriksa obrolan di aplikasi percakapan.
Bahkan, di bagian paling akhir percakapan itu si pengirim pesan sempat menyebut jamu rapet wangi.
"Apa-apaan ini, Mas?" tanyaku pada mas Irwan saat ia telah selesai dari kamar mandi.
"Kamu ngapain buka-buka ponselku?"
Mas Irwan merebut paksa ponsel miliknya dari tanganku.
"Mrs. Hot itu siapa, Mas?" tanyaku penuh selidik.
__ADS_1
"Apa maksudmu?"
"Sudah lah, Mas. Aku sudah membaca isi percakapan kalian yang menjijikan itu. Apa hubungan kalian memang sudah sejauh itu?"
"Hahahaha. Itu hanya bercanda kok. Jangan dianggap serius."
"Obrolan begitu Mas bilang hanya bercanda?"
"Sudahlah, Urusi saja masalahmu sendiri. Kamu sudah cukup lama menjanda, apa kamu tidak merasa kesepian?"
"Mas tidak usah membahas masalah itu."
"Kamu sendiri pun tidak suka orang lain mencampuri urusan pribadimu 'bukan?"
Suasana hening sejenak.
"Sudahlah, aku mau bersiap-siap pergi."
Mas Irwan berlalu dari hadapanku lalu berjalan menuju kamarnya. Tidak berselang lama ia pun keluar dengan dandanan yang cukup rapi. Celana Jeans panjang serta kaos berlengan pendek ketat berkrah itu cukup memperlihatkan bagian dadanya yang bidang. Kuakui kakak laki-lakiku itu memang tampan. Tapi, sebagai saudaranya aku tidak rela jika ia memanfaatkan ketampanannya itu hanya untuk mendapatkan kesenangan semata.
"Aku pergi dulu. Kamu jaga rumah baik-baik," ucap mas Irwan sembari berlalu dari hadapanku.
"Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus mengikuti kemana mas Irwan pergi?" gumamku.
Bersambung…
Hai, pembaca setia….
__ADS_1
dukungannya ya….
Jangan lupa tinggalkan like,komentar positif, favorit, vote, dan hadiah. Sekecil apapun dukungan kalian. Akan sangat berarti bagi Author 🥰🥰🥰🥰