Maduku, Racunku

Maduku, Racunku
POV Author


__ADS_3

(POV Author)


"I-i-iya, Bu," jawab Fabian.


"Syukurlah, saya kira mbak Zura sendiran saja. Kasihan kalau dia ada perlu apa-apa tidak ada yang bantu," ucap Bu Murni.


"Saya permisi dulu. Baik-baik ya, Nak. Jangan rewel. Ibumu sedang sakit," ucap bu Murni sembari mencium lembut kening Lyra.


"Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam."


Bu Murni pun lantas beranjak meninggalkan rumah Fabian.


Malam semakin larut. Lyra yang tadinya tertidur pulas tiba-tiba terbangun dan rewel. Fabian berusaha memberinya susu formula, namun bayi berusia dua bulan itu selalu memuntahkannya kembali. Perasaannya dibuat semakin kacau saat sang ibu juga berkali-kali merintih kesakitan.


"Apa kalian tidak bisa diam 'hah!" 


Fabian membanting gelas berisi air putih yang berada di atas meja kamarnya. Kesabarannya kali ini benar-benar sudah habis.


"Ibu kenapa lagi? Apa Ibu tidak melihat aku sedang kerepotan?"


"Mi-mi-num."


Fabian beranjak dari kamar tamu dan melangkahkan kakinya menuju meja makan. Lagi-lagi amarahnya meledak saat mendapati teko yang biasanya berisi air putih itu kosong. Dia pun lantas berjalan menuju lemari pendingin yang berada di ruang dapur. Ternyata botol botol yang berada di dalamnya pun semuanya kosong.


"Baru sehari saja Zura tidak di rumah, aku kerepotan begini. Pokoknya aku harus menahannya untuk tetap tinggal di sini bagaimana pun caranya," gumamnya.


Fabian baru saja meletakkan panci berisi air di atas kompor ketika tiba-tiba terdengar suara tangisan Lyra dari arah kamarnya.


"Kamu maunya apa sih, Nak? Jangan merepotkan ayah begini," ucapnya setengah kesal. Bukannya diam, tangisan Lyra justru terdengar semakin nyaring.


"Tok. Tok. Tok!" Terdengar suara seseorang mengetuk pintu depan rumahnya.

__ADS_1


"Siapa?" tanya Fabian.


"Ini bu Murni."


Fabian bergegas menghampiri pintu lalu membukanya.


"Lyra nangis nya keras banget. Sampai terdengar dari rumah saya. Memangnya dia kenapa?" tanya bu Murni.


"Lyra menolak minum susu, Bu. Dia selalu memuntahkannya lagi."


"Sini ibu lihat botol susunya."


Fabian pun lantas menyodorkan botol berisi penuh susu itu pada bu Murni.


"Ya Allah, Mas. Pantas saja Lyra menolak minum susu. Susu ini terlalu encer. Kebanyakan air. Biar ibu saja yang buat susunya. Jika Mas tidak keberatan, Lyra biar tidur di rumah saya saja."


Tentu saja Fabian menerima tawaran itu dengan senang hati. 


"Apa tidak merepotkan Ibu?" Fabian berbasa-basi.


"Maaf, Bu Murni ini belum punya anak. Tapi sepertinya paham betul cara merawat dan mengasuh bayi," ucap Fabian.


Bu Murni tersenyum.


"Kebetulan saat muda dulu saya pernah bekerja sebagai baby sitter."


"Begitu rupanya."


"Boleh saya bawa Lyra sekarang?" 


"Maaf ya, Bu. Merepotkan."


"Nggak kok, Mas. Saya tahu Mas pasti kerepotan merawat ibu Kinanti dan Lyra sekaligus."

__ADS_1


"Terima kasih, Bu."


"Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam."


Fabian menutup pintu lalu menguncinya.


Dia lalu berjalan menuju kamar tamu. Rupanya sang ibu sudah kembali tertidur pulas. Dia pun lantas berjalan menuju kamarnya untuk melanjutkan tidurnya.


Menjelang subuh.


Fabian terbangun dari tidurnya lantaran indera penciumannya menghirup asap. 


"Astaghfirullah!" 


Dia baru ingat jika sebelum tidur semalam dia tengah merebus air di dapur.


Fabian bergegas keluar dari kamarnya dan menuju ruang dapur. Namun pandangannya terhalang asap yang cukup tebal dan kini memenuhi ruang tamu. Sementara itu ruang dapur terlihat merah menyala yang menandakan jika api telah membakar seluruh isinya.


"Ibu. Aku harus menyelamatkan ibu."


Fabian menembus asap tebal itu demi sampai di kamar tamu. Rupanya sang ibu masih tertidur lelap. Tanpa membuang waktu lagi dia pun mengangkat tubuh sang ibu dan bergegas membawanya keluar dari kamar tersebut. Namun, hal tak terduga terjadi. 


"Duar!" Tabung gas meledak.


Apa yang terjadi dengan Fabian? Apakah dia dan ibunya akan selamat? Ikuti terus ya…🥰


Bersambung…


Hai, pembaca setia….


Ditunggu dukungannya ya….

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like,komentar positif, favorit, vote, dan hadiah. Sekecil apapun dukungan kalian. Akan sangat berarti bagi Author 🥰🥰🥰🥰


🙏🙏


__ADS_2