Maduku, Racunku

Maduku, Racunku
Tempat tinggal baru


__ADS_3

Hari beranjak senja. Namun, Fatimah belum juga melahirkan. Seperti pengalamanku saat hendak melahirkan Lyra dulu, putri kecilku itu baru lahir 12 jam kemudian setelah aku merasakan mulas. Aku tak mungkin mengajak Lyra menginap di rumah sakit ini. Akhirnya aku memutuskan berpamitan pulang pada kak Darren. Tapi… kemana aku harus pulang? Rumahku tak bisa lagi ditempati. Pulang ke rumah Mila? Tidak! Aku tidak akan menjatuhkan harga diriku dengan pulang ke rumahnya apalagi tinggal bersamanya.


Sore ini juga aku putuskan untuk mencari rumah kontrakan. Kebetulan tidak jauh dari lingkungan tempat tinggalku dulu ada beberapa pabrik tekstil. Pastilah banyak tempat kost ataupun rumah kontrakan di sekitarnya.


Kulangkahkan kakiku demi mencari tempat tinggal baru. Aku pun berhenti di pintu gerbang bertuliskan "MENERIMA KOST KARYAWAN PUTERI".


"Assalamu'alaikum, Bu," sapaku pada seorang wanita paruh baya yang baru saja hendak menutup pintu gerbang.


"Selamat sore, Bu. Ada yang bisa saya bantu?"


Ternyata beliau berbeda keyakinan denganku. Memang, jika dilihat dari wajahnya, wanita itu memiliki kulit putih dan mata sipit. Mungkin beliau adalah keturunan China ataupun Tionghoa.


"Maaf, Bu. Apa di sini masih ada kamar kosong?" tanyaku.


Wanita itu lantas mengamati penampilanku dari ujung rambut hingga ujung kaki, lantas mengamati wajah Lyra dan berakhir pada tas berukuran besar yang kutenteng di tangan kananku.


"Memangnya Ibu tadinya tinggal di mana? Mengapa sore-sore begini mencari tempat tinggal?" tanyanya.


"Ehm, beberapa hari yang lalu rumah saya terkena musibah kebakaran. Saya tidak memiliki tempat tinggal lagi."


Pemilik kost yang belum kuketahui namanya itu tampak berpikir sejenak sebelum memberikan jawaban.

__ADS_1


"Maaf, Bu. Saya hanya menerima karyawan pabrik. Apalagi Ibu memiliki bayi. Saya khawatir jika bayi ibu rewel akan mengganggu penghuni kost lainnya yang semuanya masih lajang.


"Ibu jangan khawatir. Saya akan membayar uang sewa kost di muka. Saya juga bisa menjamin putri saya tidak rewel."


Aku mencoba meyakinkan pemilik kost agar memperbolehkanku menyewa kamar kost miliknya.


Wanita berambut cepak itu kembali berpikir. Sepertinya dia ragu dengan ucapanku.


"Biaya sewa di sini 750.000 untuk satu bulannya. Terlambat membayar lebih dari tiga hari, saya akan meminta kembali kunci kamar," jelas pemilik kost.


Aku membuka resleting tas berisi pakaianku lalu mengambil amplop berisi uang sumbangan dari warga yang diberikan pak Burhan padaku. Aku cukup tercengang melihat jumlah uang di dalamnya. Mungkin jumlahnya lebih dari tiga juta rupiah. Kuambil uang sejumlah 750.000 lalu kuberikan pada pemilik kost tersebut.


"Saya bayar untuk satu bulan ke depan," ucapku.


Pemilik kost itu berjalan menuju salah satu kamar yang berada di lantai dua sementara aku mengikuti di belakangnya.


"Ini kunci kamarnya, semoga Ibu betah tinggal di sini," ucapnya sembari menyodorkan sebuah anak kunci padaku.


"Terima kasih, Bu."


"Permisi."

__ADS_1


Alhamdulillah. Kuucap syukur luar biasa. Malam ini aku mendapatkan tempat tinggal baru untuk berlindung dari hawa dingin di luar sana.


Kumasukkan anak kunci pada lubangnya lalu kubuka pintu kamar bernomor 39 itu. Tampak di hadapanku kamar berukuran 3x3 meter. Tidak seluas kamarku dulu memang, namun yang terpenting kamar ini lebih dari cukup untuk kami berdua.


Di kamar itu ada sebuah lemari plastik susun empat serta sebuah kasur busa setebal 20 cm dan kamar mandi di balik ruangan itu.


Aku membaringkan tubuh Lyra di atas tempat tidur, lantas kupandangi wajah yang tengah tertidur pulas itu.


"Kamu lah kekuatanku, Nak. Mulai besok kita akan berjuang bersama. Hanya kita berdua," ucapku. Tanpa kusadari buliran bening menetes dan membasahi pipi. 


Kamu harus kuat, Azzura. Air matamu terlalu berharga untuk menangisi Fabian.


Buktikan jika kamu bisa melanjutkan hidup tanpanya.


Bersambung…


Hai, pembaca setia….


Ditunggu dukungannya ya….


Jangan lupa tinggalkan like,komentar positif, favorit, vote, dan hadiah. Sekecil apapun dukungan kalian. Akan sangat berarti bagi Author 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


🙏🙏


__ADS_2