Maduku, Racunku

Maduku, Racunku
POV Fatimah


__ADS_3

Pagi itu aku tengah menyuapi putri semata wayangku, Anisa yang baru seminggu ini mulai kuberikan makanan pendamping ASI. Tiba-tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu depan rumahku.


"Siapa yang bertamu sepagi ini?" gumamku.


Aku pun bergegas membuka pintu. Tampak di hadapanku seorang gadis berambut sebahu. Dia mengenakan kaos pendek dan celana jeans robek di bagian lututnya. Jika dilihat dari wajahnya, usianya mungkin baru sekitar dua puluhan. 


"Maaf, Mbak siapa, dan ada perlu apa?" tanyaku.


"Apa benar ini rumah pak Darren?"


"Benar, Mbak. Saya istrinya, Fatimah."


"Bagaimana mungkin pak Darren yang selalu berpenampilan rapi dan modis itu memiliki istri berpenampilan kuno seperti mu?"


"Maksud Mbak apa ya bicara begitu?"


"Pantas saja pak Darren bilang bosan pada istrinya. Lha begini penampakannya."


"Sebenarnya kamu ini siapa? Bertamu ke rumah orang kok tidak tahu tata krama."


"Kamu ingin tahu siapa saya? Tanya saja pada pak Darren."


"Mas … Mas Darren," panggilku pada suamiku yang masih bersiap-siap berangkat mengajar.


Tidak berselang lama pintu kamar pun terbuka. Mas Darren sudah rapi dengan kemeja berwarna biru tua dan dasi berwarna biru cerah. 

__ADS_1


"Siapa yang bertamu? Wid-Wid-Widya? Kamu?"


"Sekarang kamu sudah tahu namaku 'kan?"


Ya Rabb. Inikah Widya yang kucurigai selingkuhan mas Darren? Berani sekali dia mendatangi rumahku.


"Pak Darren kemana saja? Kenapa beberapa hari belakangan ini tidak membalas pesanku?" 


"Kamu ngapain ke sini?"


"Tentu saja saya ingin bertemu Bapak. Apa salah saya? Kenapa Bapak tiba-tiba menghindari saya?"


"Saya-saya, …"


"Widya. Lebih baik kamu pulang sekarang."


"Apa?! Bapak mengusir saya? Saya jauh-jauh datang ke sini hanya untuk menemui Bapak. Kenapa saya diperlakukan begini?" protesnya.


Dari Widya, pandanganku beralih pada mas Darren. Jujur, aku bingung dengan apa yang kulihat dan kudengar. Kenapa mas Darren bersikap acuh pada Widya? 


"Hubungan kita salah dan saya ingin mengakhirinya," ucap mas Darren dengan wajah tertunduk.


"Tidak! Aku tidak terima dengan perlakuan ini! Setelah apa yang saya berikan, Bapak ingin meninggalkan saya begitu saja?"


"Maaf, saya tidak bermaksud menyakiti ataupun mempermainkan perasaanmu. Sekarang saya sadar, apa yang terjadi pada ibu saya adalah akibat dari perilaku buruk saya selama ini."

__ADS_1


Kalimat demi kalimat yang meluncur dari mulut mas Darren membuat perasaan hangat tiba-tiba menyeruak memenuhi rongga dadaku. Tanpa kusadari sepasang netraku mulai mengembun. Rupanya kejadian yang menimpa ibu mertuaku lah yang mampu membuka mata hatinya.


"Bapak tidak bisa memperlakukan saya seenaknya. Mana janji Bapak untuk menikahi saya?"


"Maaf, saya memilih untuk memperbaiki pernikahan saya dan istri saya. Saya memiliki anak perempuan dan saya tidak rela jika dia disakiti apalagi dikhianati."


"Apa yang kamu lakukan pada pak Darren hingga dia berubah begini? Kamu pasti menggunakan bantuan orang pintar untuk membuatnya kembali padamu." Widya menatap tajam mataku. Bisa kutangkap kebencian mendalam di sorot matanya.


"Astaghfirullahaldzim. Mana mungkin aku melakukan hal itu pada suamiku sendiri? Kalau kamu mau tanya siapa yang merubah mas Darren? Jawabannya adalah Allah. Allah sang maha pembolak-balik hati manusia. Allah memberi hidayah pada siapapun yang Dikehendaki Nya."


"Kalian lihat saja. Aku tidak akan membiarkan kalian bahagia di atas penderitaanku!" ancam Widya. Dia pun lantas meninggalkan rumah kami.


"Terima kasih, Mas," ucapku sesaat setelah Widya berlalu.


"Aku minta maaf jika selama ini terlalu sering menyakitimu. Aku berjanji untuk memperbaiki pernikahan kita. Aku juga sadar tidak seharusnya aku mempermasalahkan jenis kelamin anak kita."


Aku membiarkan saja buliran bening itu mengalir dan membasahi pipiku. Terima kasih, Rabb ku, Engkau tunjukkan jalan untuk suami hamba yang sempat tersesat dan kembali menuju ke jalan Mu.


Bersambung….


Hai, pembaca setia…. ditunggu dukungannya ya…. 


Jangan lupa tinggalkan like,komentar positif, favorit, vote, dan hadiah. Sekecil apapun dukungan kalian. Akan sangat berarti bagi Author 🥰🥰🥰🥰


Happy reading…

__ADS_1


__ADS_2